Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Berita Daerah

Kawan Baik Indonesia Perkuat Akses Air Bersih, Kesehatan, Pendidikan hingga Respons Bencana di Sumba Timur

KOLABORASI - Yayasan Kawan Baik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dalam momen Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama di Kantor Bupati Sumba Timur, Jumat (3/7/2026). (Foto : Oris Goti).

SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur kembali memperkuat kolaborasi dengan Yayasan Kawan Baik Indonesia (YKBI) untuk memperluas layanan dasar bagi masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, akses air bersih, respons cepat kebencanaan hingga pengembangan sosial kemanusiaan.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan Yayasan Kawan Baik Indonesia di Aula Kantor Bupati Sumba Timur, Jumat (3/7/2026).

Kerja sama ini menjadi kelanjutan kemitraan yang telah berjalan sejak 2020 dan dinilai berhasil menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang masih sulit mengakses layanan dasar.

Koordinator Lapangan Yayasan Kawan Baik Indonesia di Sumba Timur, Alyuprayitno Umbu Makaborang, yang mewakili Direktur YKBI Ayu Setia Wardani, mengatakan pembaruan nota kesepahaman tersebut bukan sekadar memperpanjang dokumen kerja sama, melainkan memperbarui komitmen bersama untuk terus membangun Sumba Timur.

Baca JugaWarga Kiritana Sumba Timur Bergantung pada Satu Perahu

Menurutnya, selama enam tahun terakhir keberhasilan berbagai program lahir dari kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, tenaga kesehatan, guru, pemerintah desa, relawan, hingga para mitra pembangunan dan donor.

“Keberhasilan pembangunan tidak pernah lahir dari satu pihak saja. Pemerintah memiliki arah pembangunan, masyarakat memahami kebutuhan di lapangan, organisasi sosial menghadirkan pendampingan dan inovasi, sementara para mitra pembangunan memberikan dukungan sumber daya. Ketika semuanya bekerja bersama, perubahan nyata dapat diwujudkan,” ujarnya.

Selama enam tahun terakhir, YKBI bersama Dinas Kesehatan mengembangkan Program Kawan Sehat dan berbagai kegiatan promotif serta preventif untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.

Di sektor pendidikan, yayasan tersebut mendukung pelatihan guru, penyediaan media pembelajaran hingga menghadirkan program lampu belajar tenaga surya yang membantu anak-anak di daerah minim listrik tetap dapat belajar pada malam hari.

Baca JugaBerkah dari Dinding Bukit, Air Bersih Masih Jadi Soal Klasik di Sumba

Kolaborasi juga diperluas pada pembangunan akses air bersih, sanitasi, pemberdayaan masyarakat, kesiapsiagaan bencana, serta penguatan kapasitas masyarakat desa.

Alyuprayitno menegaskan kepercayaan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menjadi modal penting bagi YKBI untuk menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan berbagai lembaga filantropi, universitas, perusahaan, organisasi internasional, dan donor dari berbagai negara.

“Semakin banyak pihak di luar Sumba yang mengenal potensi daerah ini, memahami tantangan masyarakat, kemudian memilih menjadi bagian dari solusi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, YKBI juga mengumumkan pembangunan Rumah Kambera 2.0, sebuah pusat kolaborasi permanen yang akan dibangun di Kelurahan Kawangu, Kecamatan Pandawai, berdekatan dengan Puskesmas Kawangu.

Baca JugaPulau Sumba Jadi Pilot Project Nasional Pencegahan TPPO dan TPKS Anak

Fasilitas yang mendapat dukungan dari Fair Future Foundation itu dirancang bukan hanya sebagai kantor operasional, tetapi menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah, tenaga kesehatan, guru, mahasiswa, peneliti, relawan, komunitas, mitra pembangunan, hingga donor untuk bersama-sama merancang solusi bagi masyarakat Sumba Timur.

“Rumah Kambera 2.0 adalah wujud kepercayaan mitra internasional terhadap masa depan Sumba Timur. Kami berharap tempat ini menjadi pusat kolaborasi yang terbuka bagi siapa saja yang ingin bergotong royong membangun daerah ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yayasan Kawan Baik Indonesia yang selama ini menyasar masyarakat di wilayah-wilayah dengan keterbatasan akses layanan dasar.

Menurutnya, persoalan air bersih masih menjadi tantangan besar di sejumlah wilayah sehingga program yang dijalankan YKBI sangat membantu pemerintah daerah.

Baca JugaDirjen Pelayanan dan Kepatuhan HAM Soroti BLK di Sumba Timur Belum Optimal

“Apa yang dilakukan Yayasan Kawan Baik Indonesia sangat kami apresiasi dan kami dukung, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat,” kata Umbu Lili.

Ia mengakui masih banyak desa yang membutuhkan dukungan layanan dasar lainnya, termasuk penyediaan listrik agar anak-anak dapat belajar dengan lebih baik pada malam hari.

Di sektor kesehatan, pemerintah daerah juga merasakan langsung kontribusi yayasan tersebut. Beberapa waktu lalu, YKBI menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada RSUD Umbu Rara Meha yang dinilai memperkuat kualitas pelayanan rumah sakit.

Menurut Bupati, kebutuhan serupa juga masih banyak ditemukan di berbagai puskesmas di Sumba Timur.

“Di tengah efisiensi anggaran, program-program Yayasan Kawan Baik Indonesia sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Melalui kerja sama yang diperbarui ini, pemerintah daerah dan Yayasan Kawan Baik Indonesia berkomitmen melanjutkan berbagai program pembangunan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan layanan kesehatan, pendidikan, akses air bersih, sanitasi, energi terbarukan, kesiapsiagaan bencana, serta pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA