Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Sumba Timur

BPS Catat Pertanian, Pariwisata dan Investasi Jadi Andalan Menekan Kemiskinan Sumba Timur

JAGUNG - Cara warga Sumba Timur menjemur jagung. Pertanian menjadi salah satu sektor penting karena sebagian besar masyarakat Sumba Timur masih bergantung pada sektor tersebut. (Foto : Sumba Terkini).

SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Tingkat kemiskinan Kabupaten Sumba Timur yang masih berada di angka 25,64 persen pada 2025 tidak hanya menjadi persoalan bantuan sosial, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan ekonomi masyarakat dalam memperoleh pendapatan yang lebih baik.

Badan Pusat Statistik (BPS) melihat peningkatan produktivitas, penciptaan lapangan kerja, akses permodalan hingga perluasan pasar menjadi bagian penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan dampak lebih besar terhadap masyarakat.

Kepala BPS Sumba Timur, Imelda Sandrawati Ambot, S. Si, kepada SumbaTerkini.com, Kamis (3/9/2026) mengatakan intervensi pemerintah perlu diarahkan tidak hanya kepada masyarakat miskin, tetapi juga pada sektor-sektor yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Intervensi tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga melalui penguatan pertanian, peningkatan keterampilan tenaga kerja, akses permodalan, infrastruktur, dan kemudahan akses terhadap pasar,” jelas Imelda.

Baca Juga : Indeks Pembangunan Manusia Sumba Timur Terus Meningkat, Capai 70,99

Pertanian

Pertanian menjadi salah satu sektor penting karena sebagian besar masyarakat Sumba Timur masih bergantung pada sektor tersebut.

BPS mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyerap sekitar 50 persen tenaga kerja. Namun, produktivitas dan pendapatan dari sektor tersebut relatif rendah.

Kondisi itu membuat peningkatan produktivitas pertanian menjadi penting dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menurut Imelda, selain menciptakan lapangan kerja baru dengan produktivitas tinggi, pekerjaan yang sudah ada juga perlu didorong agar menghasilkan pendapatan lebih baik.

Baca Juga : Angka Kemiskinan Sumba Timur 25,64 Persen, Setara 70,35 Ribu Penduduk

“Hal ini menunjukkan bahwa selain menciptakan lapangan kerja yang berproduktivitas tinggi, perlu menjadi prioritas untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan dari pekerjaan yang sudah ada,” ujar Imelda.

Peningkatan keterampilan tenaga kerja, akses terhadap permodalan, infrastruktur, serta kemudahan akses pasar menjadi bagian yang dinilai dapat memperkuat produktivitas masyarakat.

Peluang dari Pariwisata dan Investasi

Di sisi lain, perkembangan Sumba sebagai salah satu daerah tujuan pariwisata di kawasan timur Indonesia membuka peluang ekonomi baru bagi Sumba Timur.

Penanaman modal, baik asing maupun nasional, ikut mendorong perkembangan sejumlah sektor seperti pertanian, konstruksi, akomodasi dan perhotelan, serta industri pengolahan.

Baca Juga : Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kawal Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual Anak 13 Tahun di Sumba Timur

Berbagai kegiatan berskala nasional maupun lokal juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.

Di antaranya pertemuan WALHI, Tour de NTT, serta berbagai kegiatan budaya lokal yang disertai kunjungan wisatawan asing dan masuknya kapal-kapal pesiar asing.

Aktivitas tersebut juga membuka ruang bagi perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BPS berharap perkembangan berbagai sektor tersebut dapat memberikan dampak lebih besar terhadap pendapatan masyarakat.

Baca Juga : Jejak Digital Bawa Polisi Ungkap Admin Akun TikTok Lika-Liku, Sejumlah Barang Bukti Diamankan

“Mudah mudahan dengan adanya fenomena fenomena positif yang terjadi di Sumba Timur belakangan ini, mampu untuk meningkatkan perkapita penduduk dan tentunya ini akan berdampak pada tingkat daya beli masyarakat yang semakin kuat dengan harapan ini akan menurunkan angka kemiskinan di Sumba Timur,” katanya.

Harapan tersebut menjadi penting karena pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari meningkatnya aktivitas ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat memperoleh manfaat dari aktivitas tersebut.

Dengan tingkat kemiskinan yang masih mencapai 25,64 persen atau sekitar 70,35 ribu penduduk pada 2025, tantangan Sumba Timur berikutnya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi, investasi, pariwisata, pertanian dan UMKM mampu meningkatkan produktivitas serta pendapatan masyarakat.

Dengan begitu, peningkatan aktivitas ekonomi dapat semakin terasa dalam kehidupan masyarakat, terutama kelompok miskin dan rentan miskin.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA