Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Sumba Timur

Ungkap Emas Ilegal, Peduli Korban Kekerasan Hingga Respons Gempa, Catatan Sebulan AKBP I Kadek Hery Cahyadi di Sumba Timur

GOTONG ROYONG - Kapolres Sumba Timur , AKBP I Kadek Hery Cahyadi, membantu warga yang berdampak di Sumba Timur, Sabtu (15/8/2026). (Foto : Capture video Humas Polres - Sumba Terkini).

SUMBATERKINI.COM, Waingapu – AKBP I Kadek Hery Cahyadi baru sebulan lebih bertugas sebagai Kapolres Sumba Timur, di wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Serah terima jabatan berlangsung di Polda NTT pada 29 Juli 2026. Selanjutnya, perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) itu tiba di Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur, pada 1 Agustus 2026.

Penyambutan secara resmi terhadap I Kadek Hery Cahyadi digelar di Mapolres Sumba Timur pada 3 Agustus 2026. Pada malam harinya, digelar acara pisah sambut dengan Kapolres sebelumnya, AKBP Gede Harimbawa.

Dalam waktu yang relatif singkat itu, sejumlah peristiwa dan penanganan kasus menjadi bagian dari pemberitaan terkait aktivitas I Kadek Hery Cahyadi selama bertugas di Sumba Timur. Catatan ini dirangkum Sumba Terkini berdasarkan peliputan dan pemberitaan media.

Baca Juga : Kapolres Baru Tiba di Sumba Timur, Sejumlah Pimpinan Instansi Lintas Sektor Jemput di Bandara

Mengungkap Pengiriman Serbuk Emas

Empat hari setelah kedatangannya di Waingapu, Polres Sumba Timur menggelar konferensi pers pada 5 Agustus 2026.

Dua kasus disampaikan kepada publik. Salah satunya pengungkapan pengiriman serbuk emas yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal.

Menariknya, pengungkapan kasus tersebut berlangsung pada malam 1 Agustus 2026, atau pada hari ketika I Kadek Hery Cahyadi tiba di Waingapu.

Polisi menggagalkan pengiriman serbuk emas melalui Pelabuhan Waingapu dan mengamankan seorang pria berinisial YTJ (37), warga Kecamatan Umalulu, Sumba Timur.

Baca Juga : Usai Gagalkan Pengiriman Serbuk Emas, Polisi Dalami R, Pemodal Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumba Timur

Dari tangan terduga pelaku, polisi mengamankan lima plastik klip berisi pasir atau serbuk emas dengan berat keseluruhan sekitar 91,65 gram.

Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian publik, terutama karena isu aktivitas tambang emas ilegal tengah menjadi salah satu persoalan yang mendapat sorotan di Sumba Timur.

Dalam pengungkapan itu, polisi juga menyebut adanya seorang pemodal berinisial R yang diduga mendanai YTJ. Proses hukum terhadap kasus tersebut masih bergulir.

Kasus Kekerasan Terhadap Balita

Pada konferensi pers yang sama, polisi juga mengungkap kasus kekerasan terhadap seorang anak.

Balita di Sumba Timur Disiksa Secara Brutal Oleh Pacar Ibunya, Polisi Bekuk Terduga Pelaku

Korbannya seorang balita perempuan berusia 2 tahun 11 bulan. Ia diduga mengalami kekerasan yang dilakukan oleh pacar ibunya sendiri.

Kasus itu menyita perhatian karena bentuk kekerasan yang diduga dialami korban cukup berat. Polisi menyebut korban dipukul menggunakan kabel, dipaksa memakan cabai, dibakar dengan korek api, digantung dalam posisi terbalik hingga direndam dalam air bercampur es selama berjam-jam.

Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat. Di tengah proses penanganan perkara, Kapolres bersama istrinya juga memberikan perhatian terhadap kondisi korban.

Foto-foto I Kadek Hery Cahyadi bersama istrinya saat menggendong balita korban kekerasan kemudian beredar di media sosial.

Baca JugaPolisi Gagalkan Pengiriman Serbuk Emas Lewat Pelabuhan Waingapu, Diduga Hasil Tambang Ilegal

Bagi perwira yang menyandang gelar magister hukum itu, perhatian terhadap korban tersebut menjadi bagian lain dari aktivitasnya yang tercatat dalam pemberitaan selama bertugas di Sumba Timur.

Respons Saat Gempa Flores

Belum lama bertugas, bencana gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Flores juga turut dirasakan di Sumba Timur. Gempa tersebut berdampak pada sejumlah bangunan umum dan rumah warga di Sumba Timur.

Sehari setelah gempa, Kapolres bersama jajaran memantau kondisi di sejumlah lokasi. Selain melakukan pemantauan, jajaran kepolisian juga terlibat dalam pemberian bantuan darurat serta gotong royong membersihkan puing-puing akibat kerusakan.

Respons terhadap situasi pascagempa itu kembali menjadi bagian dari aktivitas Kapolres yang diberitakan selama masa tugasnya di Sumba Timur.

Baca Juga : Gempa Flores Berdampak ke Sumba Timur, Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Puing Bangunan

Baru Sebulan, Sudah Dapat Kabar Mutasi

Masa tugas I Kadek Hery Cahyadi di Sumba Timur ternyata tidak berlangsung lama. Pada 30 Agustus 2026, namanya masuk dalam daftar mutasi berdasarkan surat telegram yang diterbitkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Ia mendapat penugasan baru sebagai Kapolres Asmat, Papua. Meski telegram mutasi telah diterbitkan, hingga 3 September 2026 I Kadek Hery Cahyadi masih berada di Sumba Timur dan belum berangkat menuju tempat tugas barunya.

Dengan demikian, perjalanan tugasnya sebagai Kapolres Sumba Timur baru berlangsung sekitar satu bulan lebih.

Dalam waktu singkat tersebut, pengungkapan dugaan pengiriman serbuk emas, penanganan kasus kekerasan terhadap balita, hingga respons kepolisian terhadap dampak gempa Flores menjadi sejumlah peristiwa yang tercatat dalam pemberitaan selama masa tugasnya di Sumba Timur.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA