SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Langkah Persada Sumba Barat Daya (SBD) di ajang Soeratin Cup U-17 NTT 2026 harus terhenti di babak perempat final.
Satu-satunya wakil Pulau Sumba yang berhasil menembus fase gugur itu kalah tipis 1-2 dari Perse Ende di Stadion Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu (9/8/2026).
Persada sebenarnya tampil meyakinkan pada awal pertandingan. Tim asal Sumba Barat Daya itu membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-15 melalui tandukan Andreas.
Gol bermula dari skema serangan yang dibangun rapi dari lini tengah, kemudian dialirkan ke sisi sayap.
Baca Juga : Soeratin Cup U-17 NTT 2026 : Persewa Waingapu Gagal Maksimalkan Peluang, Takluk dari Perseftim
Umpan silang diagonal yang terukur berhasil disambut sundulan Andreas yang gagal diantisipasi penjaga gawang Perse Ende.
Namun keunggulan tersebut tidak bertahan hingga turun minum. Perse Ende berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-31 melalui Alfiano Ba’i.
Gol tercipta dari situasi sepak pojok yang sempat menimbulkan kemelut di depan gawang Persada sebelum bola akhirnya bersarang ke dalam gawang.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin ketat. Perse Ende akhirnya memastikan kemenangan pada menit ke-61 lewat gol Zaqwan.
Baca Juga : Soeratin Cup U-17 NTT 2026 :Derby Sumba Persada Comeback Dramatis, Usai Tertinggal Dua Gol Penalti Persesba
Gol tersebut berawal dari skema bola mati di sisi pertahanan Persada yang berhasil dimanfaatkan dengan baik menjadi gol penentu kemenangan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Persada gagal mencetak gol balasan sehingga harus mengakui keunggulan Perse Ende dengan skor 2-1.
Statistik Pertandingan
Meski kalah, Persada mampu memberikan perlawanan sengit. Berdasarkan statistik pertandingan, Perse Ende unggul dalam penguasaan bola dengan 52 persen, sedangkan Persada menguasai 48 persen.
Dari sisi peluang, Perse Ende melepaskan 15 tembakan, sementara Persada mencatat 10 tembakan.
Baca Juga : Harmoni dalam Buku Sumba Timur Tanah Eksotis Karya AKBP Gede Harimbawa
Ketepatan penyelesaian akhir menjadi pembeda karena Perse Ende menghasilkan 6 tembakan tepat sasaran, sedangkan Persada hanya 1 tembakan mengarah ke gawang, yang sekaligus berbuah gol.
Persada justru lebih dominan dalam situasi bola mati dengan memperoleh 6 tendangan sudut, berbanding 3 milik Perse Ende. Namun keunggulan tersebut belum mampu dimaksimalkan menjadi tambahan gol.
Perse Ende tercatat melakukan 18 pelanggaran, lebih banyak dibanding Persada yang melakukan 12 pelanggaran.
Wasit mengeluarkan 3 kartu kuning untuk pemain Perse Ende dan 2 kartu kuning untuk Persada. Tidak ada kartu merah yang dikeluarkan sepanjang pertandingan.
Baca Juga : Menko Pangan Sebut Tambak Udang Sumba Timur Bisa Dorong Indonesia Jadi Eksportir Udang Terbesar Dunia
Selain itu, Perse Ende tercatat 2 kali offside, sedangkan Persada hanya 1 kali. Kekalahan ini mengakhiri perjuangan Persada Sumba Barat Daya di Soeratin Cup U-17 NTT 2026.*