SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Tepuk tangan memenuhi arena saat satu per satu medali disematkan ke leher para kenshi pada penutupan Kejuaraan Shorinji Kempo Bupati Sumba Timur Cup, Minggu (5/7/2026), di Kota Waingapu.
Ada yang pulang dengan senyum karena berhasil naik podium, namun ada pula yang harus menerima hasil yang belum sesuai harapan. Meski demikian, seusai pertandingan para atlet tetap saling membungkuk, berjabat tangan, dan berpelukan sebagai wujud persaudaraan.
Suasana itu menjadi potret dari kejuaraan yang diikuti 239 kenshi dari berbagai dojo di Pulau Sumba. Selama beberapa hari mereka bertanding pada nomor randori dan embu, sekaligus mengasah kemampuan untuk menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi.
Ketua Pengkab PERKEMI Sumba Timur, Andreas Mulla, SE, yang juga menjabat Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumba Timur, mengatakan kejuaraan ini bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi ruang bagi para atlet untuk mengukur hasil latihan sekaligus menghayati nilai-nilai Shorinji Kempo yang menjunjung kasih sayang, kekuatan, dan persaudaraan.
Baca Juga : Pesta Telat SMA Pandawai, Kriswina FC Gagal Jaga Trofi Unkriswina Cup
Ia mengingatkan para atlet yang meraih medali agar tidak cepat berpuas diri karena tantangan yang lebih besar telah menanti, mulai dari Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga peluang menuju Pra-PON.
“Bagi yang belum berhasil, jangan menganggap ini sebagai kegagalan. Ini hanyalah kemenangan yang tertunda. Teruslah berlatih dengan tekun di dojo masing-masing,” pesannya.
Kejuaraan tersebut secara resmi ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melalui sambutan Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali,S.T., M.T., yang dibacakan Asisten III Setda Sumba Timur, Umbu Maramba Memang, S.Pt.
Dalam sambutannya, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada panitia, Pengkab PERKEMI, jajaran Polres Sumba Timur, Forkopimda, para pelatih, wasit, juri, dan seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kejuaraan berlangsung aman, tertib, dan sukses.
Baca Juga : Hadiri Sidang Sinode GKS, Ketua PGI Ajak Gereja Jaga Alam Sumba
Bupati juga berharap Shorinji Kempo terus menjadi wadah pembinaan generasi muda, tidak hanya untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan mental yang tangguh.
Ia mengajak para kenshi menjadikan para senior Shorinji Kempo di Sumba sebagai inspirasi. Menurutnya, dedikasi para pendahulu membuktikan bahwa prestasi lahir dari latihan yang konsisten dan semangat pantang menyerah.
“Bagi yang berhasil meraih prestasi, jadikan ini sebagai langkah awal menuju tingkat yang lebih tinggi. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Musuh terbesar yang harus ditaklukkan adalah ego dan kemalasan diri sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Dena Gaba, S.IP, yang juga menjabat salah satu kepala bidang di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumba Timur, melaporkan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung lancar. Sebanyak 239 atlet mengikuti seluruh nomor yang dipertandingkan, baik randori maupun embu.
Baca Juga : Pulau Sumba Jadi Pilot Project Nasional Pencegahan TPPO dan TPKS Anak
Ia mengakui masih terdapat berbagai keterbatasan dalam penyelenggaraan kegiatan. Namun, berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, PERKEMI, aparat keamanan, sponsor, serta kerja keras panitia, seluruh agenda dapat diselesaikan hingga penutupan.
Kejuaraan ini juga menjadi bagian dari pembinaan sekaligus seleksi awal bagi atlet-atlet muda Sumba yang dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.
Bagi para juara, medali menjadi buah dari kerja keras selama berlatih. Sementara bagi mereka yang belum berhasil, kejuaraan ini menjadi pengalaman berharga untuk terus memperbaiki kemampuan.
Di atas matras mereka bertanding sebagai lawan, tetapi di luar arena mereka tetap bersatu dalam semangat persaudaraan yang menjadi nilai utama Shorinji Kempo. Dari matras persaudaraan itulah, langkah menuju prestasi yang lebih tinggi terus dimulai.
Baca Juga : Unkriswina Sumba Pecat Oknum Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Terhadap Mahasiswi
Salah satu orangtua peserta, Irene, warga Mbatakapidu, Sumba Timur, mengaku sengaja hadir untuk memberikan dukungan kepada anaknya yang mengikuti kejuaraan tersebut.
Ia menilai latihan Shorinji Kempo tidak hanya membentuk kemampuan bertanding, tetapi juga membangun karakter disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya dukung anak saya karena ikut Kempo. Di rumah dia jadi rajin dan disiplin. Kalau orang tua suruh, dia ikut,” ujarnya sambil tersenyum. Irene mengatakan saat ini dua anak remajanya aktif mengikuti latihan Shorinji Kempo.*