SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty mengajak Gereja Kristen Sumba (GKS) untuk terus berpihak kepada masyarakat yang lemah sekaligus menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari panggilan iman.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri pembukaan Sidang Sinode ke-44 GKS di Jemaat Nggongi, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (2/7/2026).
Dalam sambutannya, Pendeta Jacklevyn menegaskan gereja harus tetap relevan dengan pergumulan masyarakat dan lingkungan.
“Gereja harus berani berpihak pada yang lemah tanpa kehilangan kasih kepada yang lain, serta tetap relevan dengan manusia dan lingkungan sekitarnya,” katanya.
Baca Juga : Sidang Sinode ke-44 GKS, Pergumulan di Balik Tema Merawat Kehidupan dalam Kasih Kristus
Menurutnya, panggilan gereja tidak hanya berkaitan dengan pelayanan rohani, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
Pesan itu selaras dengan tema Sidang Sinode ke-44 GKS, “Merawat Kehidupan dalam Kasih Kristus.” Tema tersebut menegaskan komitmen GKS untuk menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pelayanan gereja di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Pdt. Jacklevyn juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Pulau Sumba.
“Tanah yang indah, tanah sabana, tanah batu, tanah yang kadang tampak keras justru melahirkan manusia-manusia yang tangguh, yang setia, dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.
Baca Juga : Kawan Baik Indonesia Perkuat Akses Air Bersih, Kesehatan, Pendidikan hingga Respons Bencana di Sumba Timur
Ia berharap kekayaan alam Sumba terus dijaga sehingga tetap memberi kehidupan bagi generasi mendatang.
Sidang Sinode ke-44 GKS berlangsung pada 2 hingga 7 Juli 2026 di Jemaat Nggongi. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur, para kepala daerah se-Pulau Sumba.
Hadir pula mitra GKS dari berbagai daerah, serta diawali dengan ibadah pembukaan dan penampilan tarian serta musik tradisional Sumba sebagai simbol kedekatan gereja dengan budaya lokal.*