SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Unkriswina Cup XIII tidak hanya melahirkan juara baru, tetapi juga memberikan apresiasi kepada para pemain yang tampil konsisten sepanjang turnamen
Dari tiga penghargaan individu yang diperebutkan, SMA Pandawai memborong dua gelar, sementara satu penghargaan lainnya menjadi milik pemain Kriswina FC A.
Penghargaan individu yang diberikan panitia meliputi top skor, pemain terbaik, dan penjaga gawang terbaik.
Gelar top skor diraih penyerang SMA Pandawai, Andika, yang mengoleksi lima gol sepanjang turnamen.
Baca Juga : Pesta Telat SMA Pandawai, Kriswina FC Gagal Jaga Trofi Unkriswina Cup
Striker bertipe target man itu menjadi salah satu pemain paling menonjol di Unkriswina Cup XIII.
Kemampuannya memenangkan duel, dipadukan dengan kecepatan serta naluri mencetak gol membuatnya selalu diwaspadai bek lawan.
Pada laga final menghadapi Kriswina FC A, Andika memang tidak mencetak gol pada waktu normal.
Namun, kehadirannya di lini depan terus merepotkan pertahanan lawan yang dihuni pemain-pemain dengan postur lebih besar. Ia juga sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo saat babak adu penalti.
Baca Juga : Wakil Bupati Dorong Peningkatan Kualitas Turnamen Sepak Bola di Sumba Timur
Karakter penyerang seperti Andika terbilang jarang dijumpai dalam turnamen antarpelajar. Selain tajam di depan gawang, ia mampu menjadi pemantul bola, membuka ruang bagi rekan-rekannya, sekaligus menjadi titik tumpu serangan SMA Pandawai hingga keluar sebagai juara.
Sementara itu, penghargaan pemain terbaik diberikan kepada Prinanto Landunata dari Kriswina FC A. Meski timnya harus puas menjadi runner-up, penampilan Prinanto sepanjang turnamen dinilai konsisten dan memberikan pengaruh besar terhadap permainan tim.
Berposisi sebagai penyerang sayap (winger), Prinanto mengandalkan kecepatan, kemampuan dribel dalam situasi satu lawan satu, serta crossing yang akurat. Ia juga tampil tenang saat menguasai bola dan mampu mengambil keputusan dengan baik di sepertiga akhir lapangan.
Pergerakannya di sisi lapangan berpadu apik dengan kreativitas para playmaker di lini tengah, membuat serangan Kriswina FC A tampil variatif dan berbahaya sepanjang turnamen.
Baca Juga : Ternak Masih Merumput di Kawasan PSN Tambak Udang Sumba Timur, Ditertibkan Bertahap
Kontribusinya itu mengantarkan Kriswina FC A kembali menembus partai final sekaligus membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik.
Adapun penghargaan penjaga gawang terbaik diraih Anjaskia Umbu Nggua dari SMA Pandawai. Penampilannya yang konsisten di bawah mistar menjadi salah satu faktor penting keberhasilan Pandawai meraih gelar juara.
Pada partai final, Anjaskia kembali menunjukkan kualitasnya saat menghadapi drama adu penalti. Ia mampu membaca arah tendangan para eksekutor Kriswina FC A dan memberikan tekanan psikologis kepada lawan.
Dua penendang Kriswina akhirnya gagal mencetak gol, masing-masing karena tendangannya membentur tiang gawang dan melambung di atas mistar.
Baca Juga : Ratusan Kenshi Ikut Kejuaraan Shorinji Kempo Bupati Sumba Timur, Orangtua Rasakan Dampak Positif
Keberhasilan SMA Pandawai membawa pulang trofi juara sekaligus dua penghargaan individu menjadi bukti dominasi mereka sepanjang Unkriswina Cup XIII.
Sementara penghargaan pemain terbaik untuk Prinanto Landunata menjadi pengakuan atas kualitas individu yang tetap bersinar meski Kriswina FC A gagal mempertahankan gelar juara.*