SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Lebih dari 200 kenshi dari kalangan pelajar, mahasiswa hingga kategori umum ambil bagian dalam Kejuaraan Shorinji Kempo Bupati Sumba Timur Cup yang berlangsung di Waingapu, Sabtu (4/7/2026).
Kejuaraan yang mempertemukan dojo-dojo dari berbagai kabupaten di Pulau Sumba itu menjadi penyelenggaraan kedua dan mendapat antusiasme tinggi.
Tidak hanya dari para peserta, tetapi juga orang tua, keluarga, dan masyarakat yang memadati arena pertandingan untuk memberikan dukungan. Kejuaraan ini digelar 3 hingga 5 Juli 2026.
Di sela-sela pertandingan terlihat suasana akrab antarpeserta dari berbagai daerah. Meski bertanding di atas tatami, para kendoka tetap menunjukkan semangat persaudaraan yang menjadi salah satu nilai dalam Shorinji Kempo.
Baca Juga : Prediksi Final Unkriswina Cup XIII Kolektivitas SMA Pandawai Diuji Kreativitas Kriswina FC A
Orangtua Rasakan Dampak Positif
Salah satu orangtua peserta, Irene, warga Mbatakapidu, Sumba Timur, mengaku sengaja hadir untuk memberikan dukungan kepada anaknya yang mengikuti kejuaraan tersebut.
Ia menilai latihan Shorinji Kempo tidak hanya membentuk kemampuan bertanding, tetapi juga membangun karakter disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya dukung anak saya karena ikut Kempo. Di rumah dia jadi rajin dan disiplin. Kalau orang tua suruh, dia ikut,” ujarnya sambil tersenyum.
Irene mengatakan saat ini dua anak remajanya aktif mengikuti latihan Shorinji Kempo.
Baca Juga : Kawan Baik Indonesia Perkuat Akses Air Bersih, Kesehatan, Pendidikan hingga Respons Bencana di Sumba Timur
Antusias Meningkat dan Butuh Penguatan
Ketua Panitia Kejuaraan, Denagaba, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menghadirkan sejumlah pembaruan, termasuk pemberian piagam penghargaan dan medali yang sebelumnya belum tersedia.
Menurutnya, minat masyarakat mengikuti kejuaraan terus meningkat. Bahkan, apabila tidak terjadi penyesuaian jadwal kegiatan Shorinji Kempo, jumlah peserta diperkirakan bisa melampaui 300 orang.
Ia juga mengapresiasi terselenggaranya kejuaraan di tengah efisiensi anggaran pemerintah.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta hingga insan Shorinji Kempo di Pulau Sumba.
Baca Juga : Sidang Sinode ke-44 GKS, Pergumulan di Balik Tema Merawat Kehidupan dalam Kasih Kristus
Denagaba berharap meningkatnya animo masyarakat diikuti dengan penguatan pembinaan, termasuk penyediaan sarana dan prasarana latihan serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak demi kemajuan Shorinji Kempo di Sumba Timur.
Ajang Pembinaan dan Prestasi
Sementara itu, Ketua Perkemi Sumba Timur, Andreas Mulla, menegaskan bahwa kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memiliki nilai pendidikan dan pembinaan prestasi.
“Ini ruang edukasi sekaligus menciptakan prestasi. Kita patut memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” katanya.
Menurut Andreas, kejuaraan ini juga menjadi bagian dari proses pemantauan atlet yang berpotensi dipersiapkan menuju ajang yang lebih tinggi, seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), Pra-PON hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Karena itu kejuaraan ini digelar dengan serius. Dalam proses seleksi menuju level yang lebih tinggi tentu kita harus benar-benar selektif,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi tingginya dukungan masyarakat yang terlihat dari banyaknya orang tua, keluarga, dan teman-teman peserta yang hadir langsung di arena pertandingan.
Ke depan, Perkemi Sumba Timur akan membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat pembinaan dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan prestasi Shorinji Kempo di daerah tersebut.*