Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Sumba Timur

Ternak Masih Merumput di Kawasan PSN Tambak Udang Sumba Timur, Ditertibkan Bertahap

KAWANAN KUDA - Beberapa ekor kuda di lokasi tampak berlari melintas di lokasi proyek tambak udang di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, NTT, Senin (29/6/2026). (Foto : Sumba Terkini).

SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Ternak milik warga masih dibiarkan merumput di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) tambak udang di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun, seiring meningkatnya aktivitas pembangunan, pihak pelaksana proyek memastikan keberadaan ternak akan ditertibkan secara bertahap.

Pantauan SumbaTerkini.com, pada akhir bulan lalu, di tengah raungan mesin ekskavator dan lalu lalang dump truck, beberapa ekor kuda dan kambing masih tampak mencari rumput di kawasan yang kini sedang dibangun menjadi tambak udang berskala nasional.

Suara bucket alat berat yang menghantam material tanah bersahutan di berbagai sudut lokasi proyek. Di sisi lain, kawanan ternak milik warga masih berjalan bebas. Ketika kendaraan proyek melintas mendekat, ternak-ternak itu berlarian menjauh.

Baca JugaRatusan Kendoka Ikut Kejuaraan Shorinji Kempo Bupati Sumba Timur, Orangtua Rasakan Dampak Positif

Pemandangan tersebut menjadi potret masa transisi sebuah kawasan. Lahan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi penggembalaan perlahan berubah menjadi kawasan budidaya udang yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional.

Project Construction Manager PT Adhi Karya, Abdul Kadir, mengatakan pihaknya masih memberikan toleransi terhadap ternak warga yang masuk ke kawasan proyek karena memahami fungsi lahan tersebut sebelumnya.

“Ternak itu milik warga. Untuk sementara masih kami biarkan masuk, karena kami menyadari kawasan ini sebelumnya memang menjadi tempat mereka mencari makan,” ujar Abdul Kadir.

Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak akan berlangsung selamanya. Seiring perkembangan pembangunan, kawasan proyek akan ditata agar aktivitas konstruksi dapat berjalan dengan aman.

Baca JugaPulau Sumba Jadi Pilot Project Nasional Pencegahan TPPO dan TPKS Anak

Menurut Abdul Kadir, area tambak nantinya akan dipagari. Namun, berdasarkan masukan masyarakat, pagar tidak akan dipasang di seluruh kawasan hak guna usaha (HGU).

“Ada permintaan dari masyarakat agar yang dipagari cukup lokasi tambak udang saja, sehingga area lainnya masih bisa dimanfaatkan untuk peternakan,” jelasnya.

Pihak perusahaan juga telah mengimbau masyarakat agar mulai menertibkan ternaknya seiring meningkatnya aktivitas pembangunan dan mobilitas alat berat di lokasi proyek.

Berdasarkan pantauan di lapangan, jumlah ternak yang berkeliaran di dalam kawasan proyek mulai berkurang. Sementara itu, aktivitas konstruksi semakin mendominasi dengan ratusan pekerja dan armada alat berat yang beroperasi setiap hari.

Baca JugaDirjen Pelayanan dan Kepatuhan HAM Soroti BLK di Sumba Timur Belum Optimal

PT Adhi Karya saat ini mengoperasikan sekitar 300 unit alat berat untuk mendukung pembangunan PSN tambak udang tersebut. Jumlah itu terdiri atas sekitar 140 unit ekskavator dan 160 unit dump truck yang digunakan untuk pekerjaan penggalian, pemindahan material, hingga pembentukan kolam budidaya.

Abdul Kadir menjelaskan sebagian besar alat berat didatangkan dari luar Pulau Sumba. Dari total sekitar 300 unit, sekitar 30 unit berasal dari Sumba, sedangkan sekitar 270 unit lainnya didatangkan dari berbagai daerah untuk memenuhi kebutuhan proyek.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA