Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Sumba Timur

Warga Sumba Timur Sampaikan Aspirasi, dari Kebutuhan Alsintan Hingga Modal Usaha Kepada Julie Laiskodat

ALSINTAN HINGGA MODAL - Aspirasi tersebut disampaikan saat Julie melakukan kunjungan bersama mitra dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor Lurah Malumbi, Senin (26/10/2026). (Foto : Sumba Terkini).

SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Warga di Kabupaten Sumba Timur, menyampaikan berbagai aspirasi kepada anggota Komisi XI DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat, mulai dari kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), akses modal usaha, hingga keterbatasan jaringan internet.

Aspirasi tersebut disampaikan saat Julie melakukan kunjungan bersama mitra dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor Lurah Malumbi, Senin (26/10/2026).

Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi, terutama terkait kebutuhan pengembangan sektor pertanian dan upaya meningkatkan pendapatan keluarga.

Salah satu persoalan yang mencuat adalah keterbatasan alsintan. Bagi petani, ketersediaan peralatan pertanian sangat penting untuk membantu mengolah lahan secara lebih efektif, menghemat tenaga, dan mendukung peningkatan hasil produksi.

Baca Juga : Julie Sutrisno Laiskodat Ajak Warga Sumba Cerdas Kelola Uang

Warga juga membutuhkan akses pembiayaan atau modal usaha agar potensi ekonomi yang dimiliki dapat dikembangkan secara lebih optimal. Selain itu, juga soal akses internet.

Menanggapi aspirasi tersebut, Julie mengatakan Fraksi NasDem akan memperhatikan persoalan yang disampaikan masyarakat, termasuk kebutuhan di sektor pertanian.

Menurutnya, potensi ekonomi di daerah perlu dikelola dengan baik agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui pertanian, peternakan, perikanan, maupun kerajinan.

Ia menilai sektor yang berkaitan dengan kebutuhan pangan memiliki peluang untuk terus dikembangkan karena makanan merupakan kebutuhan setiap orang.

Baca Juga : Mencari Lauk di Tengah Ekosistem Pesisir Waingapu yang Mulai Tergerus Sampah

“Dulu waktu pandemi Covid banyak pabrik tutup, tetapi ada pabrik yang eksis yaitu pabrik makanan. Karena semua orang butuh makan, orang sakit, orang sehat butuh makan, orang kaya orang miskin butuh makan, laki perempuan butuh makan,” kata Julie.

Di Sumba Timur, potensi pertanian lahan kering dapat dikembangkan melalui komoditas seperti jagung, umbi-umbian, dan kacang-kacangan, sesuai kondisi lahan dan ketersediaan air.

Namun, pengembangan potensi tersebut membutuhkan dukungan yang memadai, mulai dari sarana produksi, alsintan, pembiayaan, hingga akses pasar yang dapat menyerap hasil panen petani.

Modal Usaha Perlu Dikelola Secara Bijak

Selain mendengarkan aspirasi masyarakat, Julie mengingatkan pentingnya kecerdasan dalam mengelola keuangan, terutama ketika masyarakat membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha.

Baca Juga : Ketum Sinode GKS Tegaskan Gereja Harus Hadir Selamatkan Keluarga dan Rawat Generasi Muda

Ia mengatakan pinjaman dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung kegiatan produktif. Namun, masyarakat perlu menghitung kemampuan membayar dan memastikan uang yang dipinjam digunakan untuk tujuan yang jelas.

“Saya pun berutang, tetapi dari utang kita harus menghasilkan lebih banyak,” ujarnya.

Menurut Julie, pinjaman sebaiknya digunakan untuk kegiatan yang berpeluang menambah pendapatan, bukan sekadar memenuhi keinginan konsumtif.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar membedakan kebutuhan dan keinginan, mendahulukan kebutuhan keluarga, serta tidak terburu-buru mengambil pinjaman tanpa mempertimbangkan kemampuan membayar.

Baca Juga : Angka Kemiskinan Sumba Timur 25,64 Persen, Setara 70,35 Ribu Penduduk

Dalam memilih layanan keuangan, warga diminta memastikan legalitas lembaga pemberi pinjaman dan memahami bunga, biaya, serta jangka waktu pembayaran. Masyarakat juga diingatkan untuk menghindari judi online dan pinjaman online ilegal.

Internet Dinilai Penting untuk Pengembangan Usaha

Aspirasi lain yang disampaikan masyarakat Malumbi berkaitan dengan keterbatasan jaringan internet. Meski berada di kawasan Kota Waingapu, wilayah tersebut masih menghadapi kesulitan memperoleh sinyal internet.

Padahal, akses internet dapat membantu petani dan pelaku usaha memasarkan produk ke pasar yang lebih luas, memperkenalkan kerajinan lokal, serta memperoleh informasi yang mendukung kegiatan ekonomi.

Julie berjanji membantu masyarakat Malumbi dalam penyediaan akses internet melalui Starlink.

Baca Juga : Gakkum Kehutanan Harap Persidangan Ungkap Jejaring Pemodal di Balik Tambang Emas Ilegal di TN Matalawa

Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usaha dan memperluas pemasaran produk lokal.

Melalui pertemuan tersebut, berbagai aspirasi warga Malumbi memperlihatkan bahwa pengembangan ekonomi masyarakat tidak hanya membutuhkan kemampuan mengelola keuangan, tetapi juga dukungan sarana pertanian, akses modal, dan infrastruktur digital yang memadai.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA