SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Investasi yang masuk ke Sumba Timur diharapkan tidak hanya mendatangkan modal dari luar daerah, tetapi juga membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk berkembang.
Kolaborasi pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dibutuhkan agar masyarakat dapat mengambil bagian dalam berbagai kegiatan ekonomi, mulai dari pariwisata, pertanian, hingga energi.
Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut saat menyampaikan sambutan dalam pelantikan Ketua dan Pengurus KADIN Kabupaten Sumba Timur periode 2026 – 2031 di Gedung Umbu Tipuk Marisi, Waingapu, Jumat (23/10/2026).
Menurut Yonathan, meningkatnya minat investor terhadap Pulau Sumba perlu diikuti kesiapan pengusaha lokal untuk menjadi pelaku usaha dan mitra investasi.
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya bekerja pada perusahaan milik pihak lain, tetapi juga memiliki kesempatan membangun usaha sendiri.
Baca Juga : Julie Sutrisno Laiskodat Ajak Warga Sumba Cerdas Kelola Uang
“Jadi lebih baik kita memilih untuk menjadi pelaku, pemilik dibanding kita bekerja saja di sektor swasta yang sebenarnya itu bisa kita bikin,” kata Yonathan.
Ia menyoroti pengembangan pariwisata yang membutuhkan lahan dalam skala besar.
Menurut dia, masyarakat perlu mempertimbangkan pola kemitraan dengan investor agar tetap memiliki aset sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari pengembangan usaha.
Yonathan mencontohkan rencana pembangunan resor di Pulau Saura. Ia menyebut investor yang berminat mengembangkan lahan seluas 15 hektare memilih skema sewa selama 30 hingga 35 tahun dengan pemilik lokal.
Ia juga menyinggung rencana pengembangan lahan di Tarimbang oleh investor asal Belanda. Yonathan berharap KADIN dapat membantu mempertemukan investor dengan pengusaha lokal agar peluang investasi tidak berjalan tanpa keterlibatan masyarakat setempat.
Kolaborasi Membuka Peluang Pasar Bagi Petani
Selain pariwisata, Yonathan menilai kolaborasi pemerintah dan dunia usaha perlu diarahkan untuk memperkuat produksi pangan lokal.
Ia menyoroti ketergantungan Sumba Timur dan Nusa Tenggara Timur terhadap pasokan sejumlah kebutuhan dari luar daerah.
Menurut dia, kondisi tersebut perlu dijawab dengan meningkatkan kemampuan daerah memproduksi barang yang dibutuhkan masyarakat dan dunia usaha.
Salah satu peluang yang ia sampaikan berkaitan dengan kebutuhan jagung untuk mendukung rencana operasional tambak udang pada 2027.
Berdasarkan komunikasi dengan calon operator, kebutuhan jagung itu diperkirakan setara dengan hasil produksi dari lahan seluas 200 hektare setiap bulan.
Baca Juga : Mencari Lauk di Tengah Ekosistem Pesisir Waingapu yang Mulai Tergerus Sampah
Kebutuhan tersebut dapat menjadi peluang pasar bagi petani lokal jika produksi dipersiapkan sejak dini dan dikelola secara terencana.
Yonathan mendorong pengembangan pertanian melalui pola corporate farming, yakni pengelolaan usaha pertanian secara terorganisasi agar produksi mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.
Dalam hal ini, KADIN dapat menjadi penghubung antara petani, pelaku usaha, dan calon pembeli. Kemitraan semacam itu penting agar peluang kebutuhan bahan baku industri dapat dimanfaatkan oleh produsen lokal.
Pengusaha Lokal Juga Perlu Terlibat dalam Investasi Energi
Yonathan turut menyinggung rencana pembangunan pembangkit listrik di Pulau Sumba. Ia menyebut rencana dua pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas sekitar 30 megawatt masing-masing serta dua pembangkit listrik tenaga mesin gas berkapasitas sekitar 75 megawatt masing-masing.
Menurut dia, rencana tersebut membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk terlibat dalam pekerjaan konstruksi maupun penyediaan barang dan jasa pendukung.
Baca Juga : Pemprov NTT Usulkan WPR di TTU, Lokasi Sekitar TN Matalawa Sumba Mulai Disasar Uji Petik Mineral Logam
Karena itu, ia berharap KADIN mampu menjembatani pengusaha daerah agar dapat mengambil bagian dalam proyek-proyek berskala besar tersebut.
Yonathan juga menegaskan bahwa arah pembangunan Sumba Timur diprioritaskan pada pertanian, peternakan, dan pariwisata, bukan pertambangan.
“Pertanian, peternakan, pariwisata itu yang dipilih di Kabupaten Sumba Timur, bukan sektor pertambangan,” tegasnya.
KADIN Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah
Ketua KADIN Sumba Timur, Elvis Karwelo, yang kembali terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten KADIN Tahun 2026, menegaskan bahwa organisasinya harus mampu menjembatani kepentingan dunia usaha dengan pemerintah.
“KADIN bukan hanya organisasi para pengusaha tapi rumah besar dunia usaha yang menjembatani kepentingan pelaku dunia usaha dengan pemerintah serta menjadi penggerak Pembangunan ekonomi khususnya di Kabupaten yang kita cintai ini,” tandas Elvis.
Baca Juga : Warga Terdampak Gempa di Sumba Barat Daya Tidur di Luar Rumah, Belum Tersentuh Bantuan Darurat
Ia menyebut penguatan UMKM, pertanian, peternakan, dan pariwisata sebagai sektor yang perlu dikembangkan melalui pendampingan dan kerja sama.
Ketua Umum KADIN Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, juga mendorong pengusaha di Sumba Timur agar jeli membaca peluang ekonomi lintas wilayah.
Ia mencontohkan wisatawan yang datang ke Sumba Barat dan Sumba Barat Daya untuk menyaksikan Pasola sebagai peluang bagi pengusaha Sumba Timur dalam menyediakan akomodasi, kuliner khas, cendera mata, dan destinasi wisata.
Sementara itu, Wakil Bupati Yonathan Hani berharap KADIN menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat investasi, meningkatkan daya saing produk lokal, dan mendorong perkembangan UMKM.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada koordinasi organisasi, tetapi diwujudkan melalui kemitraan usaha yang mempertemukan kebutuhan investor dengan kemampuan pengusaha lokal dan produksi masyarakat.
Baca Juga : Sekolah Perdamaian GAMKI di Sumba Soroti Ekologi, Hak Masyarakat Adat Hingga Perlindungan Anak
Dengan demikian, investasi yang berkembang di Sumba Timur dapat membuka ruang lebih besar bagi pengusaha daerah, memperluas pasar bagi petani, dan memperkuat kemampuan ekonomi lokal.*