SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Identitas pria yang ditangkap warga karena diduga terlibat dalam pencurian sapi di wilayah Prabokul, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, akhirnya mendapat kepastian dari kepolisian.
Kapolres Sumba Timur AKBP I Kadek Hery Cahyadi membenarkan bahwa salah satu pria yang diamankan warga dalam peristiwa tersebut merupakan anggota Polri yang masih aktif.
Kepastian itu disampaikan Kapolres saat dikonfirmasi Sumba Terkini bersama awak media lainnya di ruang kerjanya, Senin (7/9/2026).
Menurut Kapolres, anggota polisi tersebut kini telah diamankan di Polres Sumba Timur untuk menjalani proses penyelidikan. Namun, polisi masih mendalami sejauh mana keterlibatannya dalam dugaan pencurian sapi tersebut.
Baca Juga : BREAKING NEWS: Heboh! Video Siaran Langsung Warga Tangkap Pencuri Sapi di Sumba Timur, Pelaku Diduga Polisi
“Di sana memang benar di salah satu media itu terlihat seorang anggota Polri yang mana hingga saat ini sedang kita amankan dan sedang kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolres.
Kapolres menjelaskan, setelah video penangkapan warga tersebut beredar dan menjadi perhatian publik, jajaran kepolisian langsung mengambil langkah dengan mendatangi lokasi kejadian.
Kapolsek bersama anggota Polres Sumba Timur kemudian mengamankan orang yang diduga terlibat serta barang bukti yang ditemukan di lokasi.
“Mengingat dari video tersebut yang terjadi di wilayah Haharu, pada saat kemarin beredar video viral langsung diambil langkah-langkah oleh Kapolsek bersama dengan kami dari Polres langsung datang ke lokasi mengamankan yang diduga terlibat serta barang bukti yang ditemukan di lokasi untuk segera mungkin kita amankan,” ujarnya.
Baca Juga : Perputaran Uang THR Sumba Timur Capai Rp 1,4 Miliar, Wadah Kreativitas Anak Muda dan UMKM
Dalam peristiwa itu, warga tidak hanya mengamankan pria yang disebut sebagai anggota polisi. Seorang pria lainnya yang bukan anggota Polri juga turut diamankan.
Keduanya kemudian dibawa warga ke Polsek setempat sebelum penanganan kasus diambil alih oleh Polres Sumba Timur. Pengambilalihan penanganan perkara tersebut dilakukan karena salah satu pihak yang diamankan merupakan personel Polri.
“Selanjutnya kami dari Polres langsung mengambil alih terkait dengan penanganan tersebut karena ada melibatkan personil,” kata Kapolres.
Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan peran anggota polisi tersebut dalam perkara yang terjadi.
“Namun sampai saat ini kami sedang mendalami sejauh mana nantinya keterlibatan personil tersebut masih dalam proses penyelidikan,” tegasnya.
Baca Juga : Indeks Pembangunan Manusia Sumba Timur Terus Meningkat, Capai 70,99
GAMKI Minta Proses Transparan
Perkembangan kasus ini mendapat perhatian dari Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Sumba Timur.
GAMKI Sumba Timur sebelumnya mendorong agar dugaan keterlibatan anggota polisi dalam kasus pencurian ternak diproses secara transparan dan adil.
Bagi GAMKI, keterlibatan aparat penegak hukum dalam perkara hukum menjadi perhatian tersendiri karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
GAMKI juga menilai proses hukum terhadap kasus pencurian ternak di Sumba Timur perlu dilakukan secara serius, tidak hanya ketika perkara tersebut melibatkan anggota kepolisian.
Desakan tersebut menjadi bagian dari perhatian publik terhadap penanganan kasus pencurian ternak yang selama ini juga menjadi persoalan di tengah masyarakat Sumba Timur.*