SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Ketua Umum Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS), Pendeta Yakub Malo Bili, menegaskan bahwa gereja harus hadir secara nyata untuk menyelamatkan keluarga dari kekerasan dalam rumah tangga serta merawat generasi muda.
Gereja tidak boleh hanya menjalankan program organisasi, tetapi harus menjawab persoalan yang dihadapi keluarga, anak-anak, dan jemaat.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan pembukaan Sidang Majelis Sinode I GKS periode 2026 – 2031 di Sumba Timur, Kamis (8/10/2026).
Menurut Ketua Umum Sinode GKS, pelayanan gereja harus berorientasi pada upaya merawat kehidupan dan mempersiapkan generasi penerus.
Anak-anak dan remaja perlu mendapatkan bimbingan, generasi muda perlu dibekali iman, sementara keluarga harus memperoleh perhatian dan pendampingan ketika menghadapi persoalan kehidupan.
Baca Juga : ‘Merawat Kehidupan, Merawat Generasi’ Membingkai Sidang 1 Majelis Sinode GKS di Waingapu
Ia menegaskan, pembahasan program kerja, anggaran, struktur organisasi, dan berbagai keputusan dalam persidangan memang penting. Namun, seluruh proses tersebut harus bermuara pada pelayanan yang benar-benar dirasakan oleh jemaat dan masyarakat.
“Ada kehidupan yang harus dirawat. Ada anak-anak dan remaja yang harus dibimbing. Ada rumah tangga yang harus diselamatkan dari kekerasan dalam rumah tangga. Ada generasi yang harus diwariskan iman. Ada jemaat yang membutuhkan pengharapan,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pelayanan gereja tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan atau rapat yang diselenggarakan. Gereja juga perlu melihat sejauh mana kehadirannya membawa perubahan bagi kehidupan keluarga dan generasi muda.
Hal itu sejalan dengan tema pelayanan GKS, “Merawat Kehidupan, Merawat Generasi.”
Keluarga juga menjadi ladang pelayanan
Selain menyoroti persoalan keluarga dalam kehidupan jemaat, Ketua Umum Sinode GKS juga mengingatkan para pelayan gereja agar tidak mengabaikan keluarga mereka sendiri karena kesibukan pelayanan.
Baca Juga : 443 Gempa Susulan Terjadi di Sumba Barat Daya, Siswa Belajar di Luar Kelas
Ia menyampaikan penghargaan kepada para suami, istri, dan anak-anak dari pengurus Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) serta perangkat kerja, baik periode 2022 – 2026 maupun periode 2026 – 2031.
Menurut dia, keluarga sering kali menjadi bagian yang tidak terlihat dalam pelayanan. Ketika seorang pelayan harus menghadiri rapat, melakukan perjalanan, atau menjalankan tugas di luar rumah, pasangan dan anak-anak turut merasakan berkurangnya waktu kebersamaan.
Karena itu, ia mengingatkan pengurus dan perangkat kerja yang baru agar tetap menjaga keseimbangan antara tanggung jawab pelayanan dan kehidupan keluarga.
“Jangan sampai gereja mendapatkan pemimpin yang hebat, tetapi kehilangan waktu buat keluarganya. Sebab keluarga juga adalah ladang pelayanan Tuhan,” katanya.
Pesan ini menegaskan bahwa pelayanan tidak hanya berlangsung di mimbar, kantor, atau ruang persidangan. Perhatian kepada pasangan dan anak-anak juga merupakan bagian dari tanggung jawab seorang pelayan.
Baca Juga : Wawancara Eksklusif : Pendeta Yakub Malo Bili Usai Terpilih Sebagai Ketua Sinode GKS 2026 – 2031
Kepemimpinan baru meneruskan pelayanan
Dalam sambutannya, Ketua Umum Sinode GKS juga mengajak seluruh peserta sidang untuk menghargai pekerjaan para pemimpin dan pelayan yang telah berkontribusi pada periode sebelumnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada BPMS GKS periode 2022 – 2026 yang telah meletakkan dasar bagi perjalanan pelayanan gereja. Menurut dia, pergantian kepemimpinan bukan berarti seluruh pekerjaan harus dimulai kembali dari awal.
Hal-hal baik yang telah dikerjakan perlu dilanjutkan, program yang belum selesai harus dituntaskan, sedangkan kekurangan perlu diperbaiki bersama.
“Kita tidak sedang mengganti orang. Kita sedang meneruskan pekerjaan Tuhan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi para sopir, pegawai kantor sinode, koster gereja, serta berbagai tim yang bekerja di balik layar untuk mendukung pelayanan GKS.
Baca Juga : Dandim Cup Sumba Barat, Elopada Taklukkan Persewa, Heron Ago Ukir Gol Indah
Menurut dia, pekerjaan mereka mungkin tidak selalu terlihat atau disebut dalam kegiatan resmi. Namun, kontribusi mereka tetap penting bagi kelancaran pelayanan gereja.
Ia mengajak seluruh pelayan dan warga jemaat untuk terus mendoakan, memberikan nasihat, serta menyampaikan teguran dalam kasih apabila pemimpin melakukan kesalahan.
Menguatkan kerja sama demi masyarakat Sumba
Ketua Umum Sinode GKS turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah kabupaten se-daratan Sumba, serta berbagai mitra yang selama ini mendukung pelayanan gereja.
Ia menilai gereja dan pemerintah hidup di tengah masyarakat yang sama dan menghadapi berbagai persoalan yang saling berkaitan. Karena itu, kerja sama perlu terus dibangun untuk mendorong kehidupan masyarakat Sumba menjadi lebih baik.
Sidang Majelis Sinode I GKS periode 2026–2031 menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinan baru setelah Sidang Sinode GKS ke-XLIV menetapkan kepemimpinan untuk lima tahun ke depan.
Baca Juga : Dari Tapak Sumba, Menanam Mangrove untuk Keadilan Ekologis Antargenerasi
Melalui persidangan tersebut, GKS akan membahas program kerja, anggaran, dan arah pelayanan untuk periode mendatang.
Ketua Umum Sinode GKS mengingatkan agar seluruh keputusan yang dihasilkan tidak berhenti pada kepentingan organisasi, tetapi menjadi landasan bagi pelayanan yang lebih nyata, terutama dalam menyelamatkan keluarga dari kekerasan dalam rumah tangga, membimbing dan merawat generasi muda, serta menghadirkan pengharapan bagi jemaat.
Mengutip Yohanes 3:30, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil,” ia mengajak seluruh pelayan untuk mengutamakan kehendak Tuhan, bekerja dengan rendah hati, dan setia menjalankan tanggung jawab pelayanan.*