SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Don Bosco Kambajawa membuka langkah di Grup B turnamen sepak bola antarumat beragama di Sumba Timur dengan kemenangan 2-0 atas GKS Palindi.
Penampilan Ius Tiwu menjadi salah satu penentu kemenangan timnya di Lapangan Pemuda Matawai, Waingapu, Kamis (22/10/2026).
Pemain sayap bernomor punggung 7 itu menyumbang satu assist dan satu gol. Dengan kecepatan serta keterampilan mengolah bola, Ius beberapa kali merepotkan barisan pertahanan GKS Palindi.
Meski mendominasi permainan sejak awal babak pertama, Don Bosco Kambajawa tidak mudah menemukan celah untuk mencetak gol.
Minimnya umpan diagonal dan terobosan membuat Ius kesulitan mendapatkan ruang untuk menusuk ke jantung pertahanan lawan.
GKS Palindi justru mampu memberikan perlawanan melalui serangan balik. Mereka bahkan sempat membobol gawang Don Bosco Kambajawa. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena offside.
Memasuki babak kedua, Don Bosco Kambajawa meningkatkan tekanan. Permainan mereka mulai menemukan celah, termasuk memberi ruang bagi Ius untuk memaksimalkan kecepatan dan kemampuan individunya.
Peluang itu berbuah gol. Ius mengirimkan umpan backheel pass untuk mengecoh bek lawan. Bola kemudian disambut Oscar yang berada di dalam kotak penalti dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Baca Juga : Laga Perdana Sepak Bola Antar Umat Beragama, Umamapu Ukir Kemenangan, Reno Cetak Brace
Gol tersebut membuat Don Bosco Kambajawa semakin percaya diri. Mereka terus menekan hingga Ius akhirnya mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan silang. Don Bosco Kambajawa pun menutup pertandingan dengan kemenangan 2-0.
Hasil ini mengantarkan Don Bosco Kambajawa ke puncak klasemen sementara Grup B. Dua tim lainnya di grup tersebut adalah Pemuda Marapu dan Masjid An-Nur.
Pada pertandingan lain, GKS Tanalingu juga meraih kemenangan dengan skor 2-0 atas GKS Laihau dalam laga Grup A.
Turnamen sepak bola antarumat beragama ini merupakan ajang yang mempertemukan tim-tim dari berbagai komunitas keagamaan di Sumba Timur. Pada edisi ke – 24 yang berlangsung di Lapangan Pemuda Matawai, sebanyak 23 tim ambil bagian.
Baca Juga : Baku Sayang Baku Jaga, Turnamen Sepak Bola Antarumat Beragama di Sumba Timur Resmi Bergulir
Mengusung semangat Baku Sayang Baku Jaga, turnamen ini tidak sekadar menjadi ruang persaingan di lapangan.
Sepak bola juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, menumbuhkan sikap saling menghormati, dan merawat kebersamaan di tengah perbedaan keyakinan.
Di lapangan, setiap tim berusaha meraih kemenangan. Namun, semangat yang ingin dibangun lebih luas dari sekadar hasil pertandingan, yakni menjaga persaudaraan melalui olahraga.*