SUMBATERKINI.COM, Jakarta – Jurnalis Oris Goti menulis kisah cinta dan pengabdian seorang anggota Polri bersama sang istri yang membangun sekolah gratis bagi anak-anak di pelosok Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Karya jurnalistik tersebut mengantarkan Oris meraih Juara II Kategori Artikel Jurnalistik dalam ajang Kreasi Polri 2026 yang diumumkan pada Malam Award Apresiasi Kreasi Polri di Hotel Sutasoma, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).
Artikel berjudul “Cinta Polisi dan Relawan Bersemi di Pelosok Sumba, Hidupkan Harapan Anak-Anak Lewat Sekolah Gratis” di Sumba Terkini mengangkat kisah Aipda Yanrus Pake, anggota Polres Sumba Timur, bersama sang istri Cristina Sihombing.
Keduanya mendirikan dan mengelola sekolah gratis melalui Yayasan Iman Pengharapan dan Kasih di Desa Tanambana, wilayah perbatasan Sumba Timur dan Sumba Tengah.
Baca Juga : Cinta Polisi dan Relawan Bersemi di Pelosok Sumba, Hidupkan Harapan Anak-Anak Lewat Sekolah Gratis

Selain memberikan pendidikan tanpa dipungut biaya, mereka juga menyediakan asrama bagi anak-anak yatim dan anak – anak dari kampung-kampung terpencil yang kesulitan mengakses sekolah.
Bersama para relawan, pasangan ini mendampingi anak-anak dalam proses belajar, kehidupan sehari-hari hingga pembentukan karakter, sebuah pengabdian yang dijalankan di sela tugas Yanrus sebagai anggota Polri.
Lewat karyanya, Oris menghadirkan sosok Yanrus Pake secara utuh, bukan hanya sebagai anggota Polri, tetapi juga sebagai suami, ayah, dan relawan pendidikan.
Kisah tersebut memperlihatkan bahwa pengabdian seorang polisi tidak berhenti pada pelaksanaan tugas negara, tetapi juga hadir melalui pendidikan, kepedulian sosial, dan harapan bagi anak-anak di pelosok.
Baca Juga : Warga Kiritana Sumba Timur Bergantung pada Satu Perahu

Pada kategori Artikel Jurnalistik, juara pertama diraih Narwati dari Antara News Kalimantan Barat, sedangkan juara ketiga diraih Rasyid Ridho Kompas.com
“Saya bersyukur bisa menjadi bagian dalam ajang Kreasi Polri 2026 ini. Terima kasih kepada Bapak Kapolri yang telah menghadirkan ruang bagi insan pers untuk terus berkarya,” ujar Oris Goti saat diwawancarai Tim Media Polri di sela-sela acara penghargaan.
“Saya berharap karya-karya jurnalistik yang berkualitas terus tumbuh, mengangkat kisah-kisah inspiratif dari berbagai daerah, dan menjadi bagian dari upaya bersama membangun negeri,” imbuhnya.
Oris menceritakan karya tersebut tidak lahir dalam waktu singkat. Ia pertama kali mengetahui kisah Yanrus Pake melalui publikasi Humas Polres Sumba Timur pada September 2025.
Baca Juga : Balita di Sumba Timur Disiksa Secara Brutal Oleh Pacar Ibunya, Polisi Bekuk Terduga Pelaku

“Saat itu saya tidak langsung memutuskan untuk menulis. Saya bersama beberapa teman melakukan pendalaman, pengamatan, dan mengumpulkan berbagai informasi. Puncaknya adalah wawancara mendalam sebelum karya itu diterbitkan pada Juni 2026,” ujarnya.
Menurut Oris, proses tersebut penting agar cerita yang disampaikan tidak berhenti pada sebuah peristiwa, melainkan mampu menggambarkan sosok Yanrus Pake dan keluarganya secara utuh.
Baginya, keberadaan sekolah gratis dan asrama bagi anak-anak di pelosok Sumba menjadi bukti bahwa pengabdian seorang polisi juga dapat diwujudkan melalui pendidikan dan kepedulian terhadap sesama.
Sebagaimana ketentuan panitia, setiap pemenang mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Untuk pertama kalinya, jurnalis asal Bajawa, Kabupaten Ngada, itu mengenakan busana adat Sumba Timur.
Baca Juga : Di Balik Kunjungan Tiga Menteri ke Tambak Udang Sumba Timur, Aspirasi Pembayaran Lahan Warga Belum Terjawab

“Saya Bajawa. Saya ini jurnalis pindah-pindah, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Saya bangga untuk pertama kalinya memakai busana adat Sumba. Ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya,” ujarnya.
Oris mengaku sangat terkesan dengan ajang tersebut karena mempertemukannya dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki latar belakang budaya dan geografis yang beragam.
“Kami berada di Jakarta selama tiga hari. Di sela-sela berbagai kegiatan, saya meluangkan waktu untuk bertukar cerita, berdiskusi, dan belajar dari teman-teman jurnalis maupun peserta dari daerah lain. Pengalaman itu menjadi nilai yang sangat berharga,” katanya.
Ia juga mengapresiasi panitia yang dinilainya profesional, bersahabat, dan mampu menghadirkan suasana kekeluargaan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
Baca Juga : Lewat Konsep Pemberdayaan, Wisata Air Terjun Matayangu Sumba Tengah Bakal Hadir dengan Camping Ground

Karier Jurnalistik
Oris Goti mengawali karier jurnalistik pada 2018 bersama Pos Kupang. Setelah setahun bertugas di Kota Kupang, lulusan Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Widya Sasana Malang itu pindah ke Kabupaten Ende.
Pada 2021 ia diperbantukan di Tribun Flores. Tahun 2022 Oris dipercaya menjadi editor di Tribun Flores, Maumere.
Setelah kembali ke tanah kelahirannya di Kabupaten Ngada pada akhir 2023, ia sempat berkarier di RRI Ende sebelum bergabung dengan Metro TV sebagai kontributor di Pulau Sumba.
Selain kontributor Metro TV, bersama sejumlah anak muda Sumba Timur, Oris turut merintis Sumba Terkini, media yang berpusat di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
Baca Juga : Polisi dan Warga Kejar Pencuri Ternak, 7 Kerbau Ditemukan di Perbatasan Sumba Timur dan Sumba Tengah

“Semoga kami bisa terus melahirkan karya-karya jurnalistik yang berkualitas, menginspirasi, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.