Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Berita Terkini

Pasca Kecelakaan Kapal Virgo, DLU Waingapu Dukung Keselamatan, Kapasitas Perlu Dikaji Sesuai Kelayakan Kapal

DLU WAINGAPU - Manager Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Waingapu, Budhi Hari Prasetyo, Kamis (1/10/2026).

SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Keselamatan penumpang menjadi perhatian utama setelah kecelakaan dan tenggelamnya kapal Virgo Transport 8.

PT Dama Lautan Tama (DLU), salah satu operator kapal yang melayani masyarakat menuju dan dari Waingapu, menyatakan mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat keselamatan dan keamanan pelayaran.

Namun, di sisi lain, perusahaan berharap penerapan pembatasan kapasitas penumpang tetap mempertimbangkan kondisi dan kelayakan masing-masing kapal.

Hal ini dinilai penting karena transportasi laut bukan hanya menyangkut operasional perusahaan, tetapi juga menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat Sumba.

“Keselamatan penumpang itu merupakan prioritas utama bagi perusahaan kami. Namun, kami berharap dari pemerintah dapat melakukan evaluasi dan kajian secara menyeluruh terhadap masing-masing kapal,” kata Manager Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Waingapu, Budhi Hari Prasetyo, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga : MYZE Hotel Waingapu Hadirkan Octobest Deal, Diskon Menginap hingga 25 Persen

Menurutnya, setiap kapal memiliki spesifikasi, kapasitas, fasilitas keselamatan dan kondisi operasional yang berbeda.

Karena itu, pembatasan kapasitas diharapkan tetap mengacu pada sertifikat keselamatan kapal, kapasitas penumpang yang diizinkan, ketersediaan alat keselamatan serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Jadi tidak bisa diratakan semua. Tetap harus dilakukan kajian secara menyeluruh,” ujarnya.

DLU menilai pendekatan tersebut penting agar kebijakan keselamatan tetap berjalan, tetapi pelayanan transportasi bagi masyarakat tidak berkurang secara tidak proporsional pada kapal yang telah memenuhi persyaratan keselamatan.

Pasalnya, masyarakat di Pulau Sumba masih mengandalkan transportasi laut, terutama untuk perjalanan menuju Kupang maupun sebaliknya.

Baca Juga : Tips Berwisata ke Air Terjun Tanggedu, 244 Anak Tangga yang Wajib Anda Taklukkan

“Transportasi laut mempunyai peran penting, khususnya di Pulau Sumba. Selama ini kita masih mengandalkan transportasi laut untuk masyarakat,” katanya.

Karena itu, menurut DLU, kebijakan keselamatan perlu berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi.

Armada DLU di Waingapu Masih Beroperasi Normal

Terkait penerapan pembatasan kapasitas pascakecelakaan, DLU menjelaskan armada yang saat ini melayani rute Waingapu masih diperbolehkan mengangkut penumpang sesuai kapasitas yang tercantum dalam sertifikat keselamatan kapal.

Hal itu karena pembatasan tersebut diberlakukan terhadap kapal yang telah menjalani docking setelah kejadian kecelakaan.

Sementara armada DLU yang saat ini beroperasi di wilayah tersebut dijadwalkan menjalani docking pada Februari mendatang.

Baca Juga : Kawasan Konservasi Sumba Hanya 8 Persen, Tambang Emas Ilegal Jadi Alarm untuk Generasi Muda

“Untuk saat ini masih diperkenankan membawa penumpang sesuai sertifikat keselamatan atau SKKP. Jadi masih normal,” jelasnya.

Salah satu armada DLU yang melayani rute tersebut memiliki kapasitas sekitar 1.010 penumpang dan dapat mengangkut sekitar 100 kendaraan dalam kondisi campuran.

Meski belum terkena pembatasan kapasitas, DLU menyatakan pengawasan terhadap penumpang akan diperketat.

Perusahaan memastikan penumpang yang naik harus memiliki tiket dan identitas yang sesuai dengan manifes. “Kami akan lebih konsisten untuk pemeriksaan identitas. Harus betul-betul sesuai yang ada dalam tiket,” katanya.

Kendaraan ODOL Ditolak

Pengawasan juga diperketat terhadap kendaraan yang masuk ke kapal. DLU menyatakan tidak memberikan toleransi terhadap kendaraan yang membawa muatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL).

Baca Juga : Kejari Sumba Timur Wanti-Wanti Penyaluran Bansos, ‘Jangan Terulang’, Masyarakat Bisa Proaktif Melapor

Kebijakan tersebut mulai diperketat setelah kejadian kecelakaan dan diterapkan di pelabuhan tempat armada DLU beroperasi.

Kendaraan yang melebihi ketentuan akan ditolak sampai pemiliknya mengurangi muatan atau memenuhi persyaratan keselamatan. “Kalau ada yang ODOL, kita tolak. Kalau memang mau naik, kurangi dulu muatannya,” ujarnya.

Bahkan, kendaraan yang sudah memiliki tiket tetap dapat ditolak apabila tidak memenuhi ketentuan.

“Sekalipun sudah mempunyai tiket, kalau tidak berkenan mengurangi muatannya atau menutup baknya, kita tolak. Tidak ada ampun mengenai itu. Demi keselamatan semua,” tegasnya.

Baca Juga : Warga Geruduk Polres Sumba Barat, Pertanyakan Polisi Tembak Terduga Pelaku Pencurian Ternak

DLU juga menyatakan berkomitmen memastikan jumlah penumpang sesuai kapasitas, peralatan keselamatan tersedia dan dalam kondisi baik, serta proses embarkasi, debarkasi dan pemeriksaan manifes dilakukan secara ketat.

Bagi DLU, penguatan keselamatan dan keberlanjutan pelayanan transportasi laut merupakan dua hal yang perlu berjalan bersama, terutama karena transportasi laut masih menjadi salah satu jalur utama masyarakat Sumba untuk terhubung dengan daerah lain.

Perusahaan pun menyatakan siap mendukung pemeriksaan dan evaluasi yang dilakukan pemerintah maupun regulator terhadap keselamatan dan kapasitas operasional kapal.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA