SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Air Terjun Matayangu, salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Sumba Tengah, terus dikembangkan melalui penguatan tata kelola berbasis pemberdayaan masyarakat.
Balai Taman Nasional Matalawa tidak hanya membenahi fasilitas pendukung, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat sekitar sebagai pelaku utama pengelolaan destinasi.
Langkah ini diharapkan membuat pengalaman wisata menjadi lebih aman, nyaman, dan berkesan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga tanpa mengabaikan kelestarian kawasan konservasi.
Melalui program tersebut, kelompok pemandu wisata mendapatkan pendampingan mengenai teknik berkomunikasi, kemampuan bercerita (storytelling), hingga cara mendampingi wisatawan selama berada di kawasan Taman Nasional Matalawa.
Baca Juga :Di Kaki Matayangu Sumba Tengah, Ilalang Topang Ekonomi Warga Manurara
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan destinasi, Balai Taman Nasional Matalawa bersama mitra menyalurkan bantuan senilai Rp40 juta kepada kelompok pemandu wisata alam Air Terjun Matayangu.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Dedy Edwin, Penyuluh Kehutanan Bidang Pemberdayaan yang mewakili Kepala Balai Taman Nasional Matalawa di Pos Jaga Air Terjun Matayangu, Selasa (21/7/2026).
“Ini merupakan salah satu program Taman Nasional dalam rangka pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok pemandu wisata alam,” ujar Dedy Edwin.
Dana bantuan itu akan dimanfaatkan untuk membangun toilet, menata area parkir, serta menyiapkan camping ground sebagai fasilitas penunjang bagi wisatawan. Saat ini, kelompok pemandu wisata Air Terjun Matayangu beranggotakan 20 orang.
Baca Juga : Setelah Sertijab, Camat Kota Waingapu Mau Buat Apa untuk Atasi Sampah dan Stunting?
Menurut Dedy, pemandu wisata memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian alam.
Mereka tidak hanya mengantar wisatawan menuju air terjun, tetapi juga mengedukasi pengunjung mengenai aturan yang harus dipatuhi selama berada di kawasan konservasi.
“Ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan wisatawan, seperti membuang sampah sembarangan, berkata-kata kotor, dan tindakan lain yang dapat mengganggu kelestarian kawasan,” ujarnya.
Pendampingan pemandu juga dinilai penting karena jalur menuju Air Terjun Matayangu memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi.
Baca Juga : Penerbangan Langsung Bali – Waingapu Resmi Dibuka, Akses Wisata Sumba Makin Mudah
Meski jaraknya sekitar 1.300 meter dari pos jaga, perjalanan dapat ditempuh antara satu hingga dua jam, terutama bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung.
Kondisi jalur yang dipenuhi tanjakan, turunan, dan jalan setapak membuat kehadiran pemandu membantu meminimalkan risiko kecelakaan maupun kejadian yang tidak diinginkan.
Selain menjaga aspek keselamatan, pemandu wisata juga memberikan nilai tambah bagi pengalaman berkunjung.
“Wisatawan, terutama mancanegara maupun pengunjung dari luar daerah, umumnya tidak hanya ingin menikmati panorama air terjun, tetapi juga mengenal keanekaragaman hayati, sejarah kawasan, serta kehidupan masyarakat di sekitar hutan,” kata Dedy.
Baca Juga : Kapan Pembayaran Lahan Proyek Tambak Udang di Sumba Timur Cair?
Interaksi tersebut menciptakan pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara wisatawan dengan pemandu lokal.
Melalui penguatan tata kelola berbasis pemberdayaan masyarakat, Balai Taman Nasional Matalawa berharap Air Terjun Matayangu menjadi destinasi wisata yang semakin menarik.
Selain itu, mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi dalam jangka panjang.
Penataan tata kelola destinasi wisata alam Air Terjun Matayangu ditargetkan rampung sebelum akhir tahun. Dengan demikian, berbagai fasilitas baru, termasuk camping ground.*