Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Berita Terkini

BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di NTT, Pesisir Sumba Berpotensi Terdampak 26 – 30 Agustus 2026

WASPADA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Pulau Sumba, untuk mewaspadai potensi banjir pesisir atau rob pada akhir Agustus 2026. (Foto : Sumba Terkini).

SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur, termasuk Pulau Sumba, untuk mewaspadai potensi banjir pesisir atau rob pada akhir Agustus 2026.

Peringatan ini dikeluarkan, Kamis (20/8/2026) menyusul fenomena fase Bulan Purnama yang akan terjadi pada 28 Agustus 2026.

Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut hingga mencapai pasang maksimum di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.

Berdasarkan pemantauan data tinggi muka air laut dan prediksi pasang surut, BMKG memperkirakan pesisir Pulau Sumba berpotensi mengalami banjir rob pada 26 – 30 Agustus 2026.

Baca JugaDampak Gempa Flores, BPBD Sumba Timur Catat Sekolah, Rumah Warga dan Gereja Alami Kerusakan

Selain Sumba, potensi serupa juga terjadi di wilayah pesisir Pulau Flores – Alor, Pulau Timor – Rote, serta Sabu Raijua.

BMKG menjelaskan, banjir rob tidak selalu dipicu oleh hujan lebat. Genangan dapat terjadi ketika air laut pasang masuk ke daratan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.

Dampaknya dapat dirasakan pada aktivitas bongkar muat di pelabuhan, permukiman pesisir, tambak garam, hingga usaha perikanan budidaya.

Di sejumlah lokasi yang berada dekat bibir pantai, genangan air laut juga berpotensi menghambat akses transportasi.

Baca JugaBasarnas Evakuasi Balita Korban Gempa Manggarai Timur Pakai Helikopter ke Labuan Bajo

Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir Sumba dan daerah lain di NTT diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat pasang maksimum terjadi.

Nelayan, pelaku usaha perikanan, serta warga di sekitar pantai juga diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim dan pasang surut yang dikeluarkan BMKG.

Secara ilmiah, fase Bulan Purnama menyebabkan gaya tarik gravitasi Bulan dan Matahari bekerja lebih kuat terhadap permukaan laut.

Kondisi ini memicu pasang laut yang lebih tinggi dibanding hari-hari biasa.

Baca JugaPolisi dan Warga Kejar Pencuri Ternak, 7 Kerbau Ditemukan di Perbatasan Sumba Timur dan Sumba Tengah

Apabila bertepatan dengan karakteristik pantai yang landai dan elevasi rendah, air laut dapat meluap ke daratan dan menimbulkan banjir rob.

BMKG mengimbau masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG sebagai acuan dalam melakukan aktivitas di wilayah pesisir.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA