SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Upaya menghadirkan pelayanan kesehatan hingga ke desa-desa terpencil di Sumba Timur oleh Yayasan Kawan Baik Indonesia melalui agen Kawan Sehat mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur.
Kehadiran Agen Kawan Sehat dinilai menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat pelayanan kesehatan dasar, terutama bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.
Dukungan tersebut disampaikan Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, yang diwakili Inspektur Daerah Yulius Marahongu, saat menutup pelatihan Agen Kawan Sehat yang diselenggarakan Yayasan Kawan Baik Indonesia, Jumat (17/7/2026) di Waingapu.
Menurutnya, kesehatan merupakan fondasi utama dalam pembangunan manusia. Masyarakat yang sehat akan lebih produktif dan mampu berkontribusi secara optimal terhadap pembangunan daerah.
Baca Juga : Kawan Sehat Mengobati, Menumbuhkan Kesadaran, Membangun Harapan dari Pelosok Sumba Timur
Ia berharap para agen yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan selama pelatihan tidak berhenti pada aspek teori, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat sebagai penggerak perubahan perilaku hidup sehat.
“Jadilah agen yang dapat memberikan edukasi tentang penting hidup bersih dan sehat, mencegah penyakit dan penting memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada,” katanya.
Direktur Yayasan Kawan Baik Indonesia, Ayu Setia Wardani, mengatakan program Kawan Sehat memang dirancang untuk melengkapi pelayanan kesehatan yang telah ada, bukan menggantikannya.
Karena itu, para agen yang ditempatkan di desa-desa dibekali kemampuan memberikan pelayanan medis dasar sekaligus menghubungkan masyarakat dengan puskesmas apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga : Energi Hijau dari Lahan Transmigrasi Sumba Timur Melalui Pengembangan Pongamia
Menurut Ayu, para agen juga menjadi ujung tombak dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
“Setiap pelayanan yang mereka lakukan dicatat dan dievaluasi bersama puskesmas secara berkala sehingga berbagai persoalan kesehatan di setiap wilayah dapat dipetakan dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Bagi Ayu, kehadiran Agen Kawan Sehat bukan semata-mata untuk memberikan obat kepada masyarakat.
Yang ingin dibangun adalah kebiasaan hidup sehat, keberanian masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan sejak dini, serta kolaborasi yang semakin kuat antara warga, pemerintah, puskesmas, dan relawan.
Baca Juga : Kemana Limbah Tambak Udang di Sumba Timur Akan Dibuang?
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, Rambu Djima, yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Julianus Ndjurumay, mengatakan pelatihan Agen Kawan Sehat menjadi tonggak penguatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di pedesaan dan wilayah terpencil yang masih mengalami keterbatasan akses layanan.
Menurut Julianus, derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Sekitar 40 persen ditentukan oleh perilaku, 30 persen oleh lingkungan, 20 persen oleh akses pelayanan kesehatan, dan 10 persen oleh faktor genetik.
Karena itu, ia berharap para agen yang telah dilatih dan ditempatkan di berbagai desa dapat membantu mengatasi keterbatasan akses pelayanan kesehatan melalui pertolongan pertama sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan.
“Kami sangat mendukung program ini, demi Sumba Timur yang maju dan berkelanjutan,” ujarnya.*