Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Sumba Timur

Sumba Gemar Membaca Meriahkan Hari Anak Nasional Lomba Menyanyi Hingga Bercerita

SUMBA GEMAR MEMBACA - Foto bersama anak-anak, relawan, dan pengurus Pondok Sumba Gemar Membaca usai rangkaian perayaan Hari Anak Nasional (HAN) yang diisi dengan lomba menyanyi, bercerita, dan berbagai kegiatan literasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (26/7/2026).

SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Tawa riang dan sorak semangat anak-anak memenuhi Pondok Sumba Gemar Membaca (SGM) pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Di ruang baca yang selama ini menjadi tempat belajar gratis bagi anak-anak di Kabupaten Sumba Timur itu, peringatan Hari Anak Nasional berubah menjadi panggung bagi mereka untuk menunjukkan keberanian, kreativitas, dan bakat.

Satu per satu anak tampil di depan teman-temannya. Ada yang menyanyikan lagu dengan penuh percaya diri, ada yang membacakan puisi dengan penghayatan, sementara yang lain menghibur melalui storytelling dan pidato.

Di sudut lain, anak-anak asyik menuangkan imajinasi mereka dalam lomba mewarnai.

Baca JugaTips Berwisata ke Air Terjun Matayangu, Menemukan Harmoni di Balik Keindahan Alam Sumba

Rangkaian kegiatan tersebut digelar Pondok Sumba Gemar Membaca untuk memeriahkan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli.

Selain menjadi ajang perayaan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang bagi anak-anak untuk belajar berani tampil sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Selama ini, Pondok Sumba Gemar Membaca dikenal sebagai salah satu ruang belajar masyarakat di Sumba Timur yang secara konsisten memberikan layanan les gratis bagi anak-anak, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP.

Kehadiran pondok belajar ini menjadi alternatif bagi anak-anak untuk memperoleh pendampingan belajar sekaligus mengembangkan kemampuan di luar ruang kelas.

Baca JugaSetelah Sertijab, Camat Kota Waingapu Mau Buat Apa untuk Atasi Sampah dan Stunting?

Koordinator Pondok Sumba Gemar Membaca, Rambu Mery, mengatakan perlombaan yang digelar bukan sekadar seremoni memperingati Hari Anak Nasional.

“Lomba yang diadakan oleh Pondok SGM ini bukan sekadar untuk memeriahkan atau memberikan ucapan selamat Hari Anak Nasional semata. Lebih dari itu, fokus kami adalah menggali potensi serta memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak untuk menampilkan bakat mereka,” ujarnya.

Menurutnya, setiap anak memiliki kemampuan yang layak mendapat ruang untuk tumbuh. Karena itu, kesempatan tampil di depan umum menjadi bagian penting dalam membangun rasa percaya diri mereka.

“Anak-anak adalah aset berharga bagi masa depan Indonesia, khususnya di Sumba. Oleh karena itu, sejak dini kita harus memberikan mereka ruang dan wadah untuk mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki,” tambahnya.

Baca JugaDi Balik Pengembangan Pongamia di Sumba Timur, Riset 17 Tahun Menjadi Fondasi Produksi Energi Hijau

Semangat yang terpancar dari wajah para peserta menjadi gambaran bahwa anak-anak membutuhkan ruang yang aman untuk berekspresi.

Tepuk tangan yang saling diberikan, dukungan dari para tutor, hingga keberanian anak-anak menyelesaikan penampilan mereka menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui buku, tetapi juga melalui pengalaman.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA