SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menunjukkan ketertarikannya pada Tenun Ikat Sumba Timur di sela agenda nasional di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Momen itu semakin menarik setelah video yang diunggah melalui Instagram resmi Sumba Terkini saat Sherly hendak mengenakan tenun Sumba mendapat respons dari Sherly sekitar satu jam kemudian.
Dalam video tersebut, Sumba Terkini menyematkan tulisan, “Kainnya sudah punya, sekarang tinggal orangnya nih. Ditunggu di Sumba ya, Ibu Sherly.” Tulisan itu menjadi ajakan hangat agar Sherly suatu saat berkunjung langsung ke Pulau Sumba.
Di sela rangkaian acara Kunstkring Dialogue, Forum Ekonomi Restoratif yang menjadi bagian dari pameran Weaving Wonders, Sherly menyempatkan diri mengunjungi stan wastra. Ia memilih, mencoba, lalu mengenakan Tenun Ikat autentik khas Sumba Timur dengan penuh antusias.
Tonton Videonya : https://www.instagram.com/reel/DaFeZfuSEDQ/?igsh=czN3cTMyam5qYzNr
Berdasarkan laporan resmi media sosial Bambu Foundation (Yayasan Bambu Lingkungan Lestari/YBLL), forum diskusi yang bekerja sama dengan Penabulu-Oxfam tersebut mengangkat tema besar mengenai “Mengutamakan Agensi Perempuan dalam Ekonomi Restoratif”.
Acara ini menegaskan pesan kuat bahwa kaum perempuan merupakan penjaga, perawat, sekaligus penggerak utama sistem kehidupan yang menopang ekonomi restoratif di Indonesia.
Dalam sesi diskusi tersebut, Ibu Sherly Tjoanda tampil sebagai pembicara bersama sejumlah tokoh nasional lainnya, termasuk Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, serta para penggerak lingkungan dan pangan seperti Monica Tanuhandaru (YBLL), Andhika Mahardika (Agradaya), Viringga Prasetyaji Kusuma (AMATI), Helianti Hilman (Javara), dan Puji Sumedi (Yayasan KEHATI).
Sebagai kepala daerah, Sherly Tjoanda menegaskan komitmennya dalam membuka akses ekonomi seluas-luasnya bagi kelompok perempuan.
“Sebagai regulator, memberikan akses permodalan kepada kelompok perempuan. Permodalan mikro dan makro yang juga dilakukan pendampingan dan pelatihan termasuk akses ke pasar. Termasuk menyediakan apa yang dibutuhkan oleh industri di Maluku Utara,” tegasnya dalam forum tersebut.
Baca Juga : Warga Kiritana Sumba Timur Bergantung pada Satu Perahu
Di luar forum, perhatian Sherly justru tertuju pada Tenun Ikat Sumba Timur. Ia memilih kain bermotif khas Sumba, lalu melilitkannya di bahu sambil mengagumi hasil karya para penenun perempuan Sumba. Momen itu juga terekam dalam video yang diunggah pengrajin asal Sumba Timur, Franky Mahabar.
Apresiasi dari tokoh publik seperti Sherly Tjoanda menjadi bukti bahwa pesona Tenun Sumba Timur mampu menarik perhatian hingga tingkat nasional.
Wastra ini bukan sekadar komoditas, tetapi juga simbol agensi perempuan dan ketahanan ekonomi berbasis budaya yang terus dirawat dari generasi ke generasi.
Kain tenunnya kini sudah dibawa pulang. Masyarakat Sumba pun tentu berharap kekaguman Sherly tidak berhenti pada selembar kain, tetapi berlanjut dengan kunjungan langsung ke Pulau Sumba. Ditunggu kedatangannya di Sumba, Ibu Gubernur.*