SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Taman Hiburan Rakyat (THR) yang menjadi bagian dari rangkaian Humba Merdeka Festival 2026 di Kabupaten Sumba Timur tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat.
Selama 34 hari pelaksanaan, THR ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Sebanyak 88 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal turut ambil bagian dengan membuka lapak di area festival.
Ketua Panitia Humba Festival 2026, Rambu Ana Awang, mengatakan perputaran uang dari aktivitas para pelaku usaha selama pelaksanaan THR mencapai Rp1.410.538.000.
Angka tersebut berdasarkan rekapitulasi pendapatan harian para pemilik lapak selama 34 hari pelaksanaan.
“Berdasarkan data rekapitulasi pendapatan harian para pemilik lapak, total perputaran uang di area festival selama 34 hari pergelaran berhasil menembus angka Rp1.410.538.000,” ujar Rambu Ana Awang dalam laporan penutupan kegiatan, Sabtu (5/9/2026).
Beragam usaha hadir di area THR. Mulai dari stan kuliner, kerajinan tangan khas daerah, wahana ketangkasan hingga permainan anak-anak.
Aktivitas ekonomi tersebut berjalan seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat. Hingga 4 September 2026, panitia mencatat sebanyak 43.540 orang telah mengunjungi arena THR.
Jumlah pengunjung tersebut membuat festival menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dan pelaku usaha. Masyarakat mendapatkan hiburan, sementara pedagang dan UMKM memperoleh kesempatan memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.
Baca Juga : BPS Catat Pertanian, Pariwisata dan Investasi Jadi Andalan Menekan Kemiskinan Sumba Timur
Kreativitas UMKM
Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, mengatakan pelaksanaan THR menunjukkan bahwa efisiensi anggaran tidak harus menjadi penghalang bagi kreativitas dan partisipasi masyarakat.
“Namun efisiensi anggaran bukan berarti menghentikan kreativitas dan partisipasi masyarakat. Justru melalui Taman Hiburan Rakyat ini, kita telah membuktikan bahwa dengan semangat kebersamaan, gotong royong, kreativitas dan kolaborasi, kita tetap dapat menghadirkan sebuah kegiatan yang meriah, positif, inklusif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yonathan, THR juga membuka ruang bagi pedagang kecil, pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, seniman, kelompok masyarakat dan berbagai komunitas untuk berpartisipasi.
“Taman Hiburan Rakyat bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Kegiatan ini juga telah membuka ruang bagi pedagang kecil, pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, seniman, kelompok masyarakat dan berbagai komunitas untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat ekonomi,” katanya.
Baca Juga : Waingapu Collective Gelar Doa Bersama Lintas Agama dan Galang Donasi untuk Korban Gempa Flores
Ia menilai pergerakan ekonomi tersebut menjadi salah satu manfaat penting dari kegiatan yang berlangsung hampir satu bulan tersebut.
“Masyarakat datang menikmati hiburan, sementara para pedagang dan pelaku usaha mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan,” tambahnya.
Anak Muda Asah Potensi
Selain menggerakkan ekonomi, THR juga menjadi ruang bagi anak muda Sumba Timur untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan potensi.
Sejumlah kompetisi digelar dalam rangkaian festival, mulai dari futsal antar-SMA/SMK, voli antar-SMA/SMK hingga pertandingan tinju antar sasana. Kegiatan seni dan budaya juga turut mewarnai rangkaian Humba Merdeka Festival 2026.
Baca Juga : Ketika Penenun Sumba Tak Lagi Bersembunyi, Kain Menembus Layar
Arena festival tidak hanya menjadi tempat masyarakat datang menonton. Anak-anak muda mendapat kesempatan untuk tampil, berkompetisi dan mengasah kemampuan.
Yonathan mengatakan pengalaman berkompetisi penting dalam membangun karakter generasi muda.
Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Keberanian tampil, menghargai lawan dan terus berusaha menjadi lebih baik juga merupakan bagian penting dari sebuah kompetisi. “Menang dengan rendah hati, kalah dengan terhormat, dan selalu menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Festival juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga budaya Sumba Timur. Yonathan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan karnaval budaya yang menjadi bagian dari Humba Merdeka Festival.
Menurutnya, karnaval budaya bukan sekadar tontonan, tetapi membawa identitas, sejarah, nilai adat dan kekayaan budaya masyarakat Sumba Timur.
Baca Juga : BREAKING NEWS: Heboh! Video Siaran Langsung Warga Tangkap Pencuri Sapi di Sumba Timur, Pelaku Diduga Polisi
Ia berharap budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga terus dikembangkan agar dapat menjadi kekuatan ekonomi, pariwisata dan identitas daerah.
Peduli Korban Gempa Flores
Di tengah kemeriahan festival, kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa di Flores juga ikut mendapat perhatian.
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyatakan sebagian pendapatan dari pelaksanaan THR akan disisihkan untuk disalurkan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang terdampak gempa Flores.
Yonathan mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Sumba Timur kepada saudara-saudara mereka di Flores.
“Mungkin yang kita berikan tidaklah besar, tetapi saya percaya bahwa ketulusan, kepedulian, dan kebersamaan kita jauh lebih berarti,” ujarnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, pelaku UMKM, panitia dan seluruh pihak yang telah ikut berkontribusi.
Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan selama festival harus terus dilanjutkan, termasuk dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. “Karena kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu berbagi, peduli dan hadir bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.*