SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Riuh ribuan penonton mengiringi berakhirnya gelaran Pacuan Kuda Humba Cup IV 2026 di Lapangan Rihi Eti Prailiu, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (29/8/2026).
Gelaran yang berlangsung 12 hari itu ditutup dengan race terakhir di Kelas A Super. Kuda Sotis keluar sebagai pemenang setelah menyalip Andromeda menjelang garis finis dalam persaingan yang berlangsung dramatis.
Setelah seluruh perlombaan berakhir, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah dan penyerahan penghargaan kepada para pemenang.
Pantauan Sumba Terkini, ribuan warga memadati kawasan Lapangan Rihi Eti. Penonton datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Baca Juga : Pacuan Kuda Humba Cup IV Dimulai, Bernuansa Budaya dan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Flores
Kepadatan tidak hanya terlihat di sekitar tribun atau podium utama. Warga juga memenuhi sisi luar lintasan. Sebagian bahkan memilih menyaksikan pacuan dari atas tembok pagar lapangan.
Ramainya penonton juga berdampak pada aktivitas ekonomi di sekitar arena.
Ruas jalan utama di depan lapangan dipadati kendaraan yang keluar-masuk menuju lokasi pacuan. Sementara di belakang dan sisi podium utama, puluhan pelaku UMKM terlihat sibuk melayani pembeli.
Lapak kuliner, makanan ringan, minuman hingga berbagai kebutuhan lainnya ramai didatangi pengunjung. Pedagang keliling juga ikut mengambil peluang dari keramaian, menjajakan kacang, air minum dan makanan ringan di tengah riuh suara penonton.
Sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda turut hadir menyaksikan babak puncak Humba Cup IV.
Ketua Panitia Humba Cup IV, Umbu Tamu Ridi Djawamara, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap gelaran tahun ini sangat tinggi. “Ada ribuan yang memadati lapangan Rihi Eti,” kata Umbu Tamu Ridi.
UMKM
Menurut Umbu Tamu Ridi, tingginya jumlah penonton turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang berjualan di sekitar arena pacuan.
Tercatat sekitar 50 lapak UMKM ikut meramaikan kegiatan tersebut. “Selama pacuan Humba Cup IV ini kami melihat ada kemajuan, ada efek ganda. Ada yang jual makanan, obat-obatan dan lain-lain,” ujarnya.
Berdasarkan survei internal panitia, sejumlah pelaku UMKM mencatat pendapatan cukup tinggi selama gelaran berlangsung. “Ini pacuan dengan pendapatan terbanyak, terutama kuliner,” katanya.
Ia menyebut, ada pelaku UMKM yang mampu memperoleh keuntungan sekitar Rp6 juta hingga Rp7 juta dalam dua hari.
“Ini kita belum update di hari terakhir. Tetapi pada intinya pacuan kali memberi dampak yang signifikan kepada UMKM,” ujarnya.
Panitia berharap dampak ekonomi tersebut dapat terus berkembang pada gelaran berikutnya.
Baca Juga : PIKI Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Manggarai Timur
Humba Cup V dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Panitia berharap jumlah peserta dan partisipasi masyarakat dapat semakin meningkat, termasuk dari luar Pulau Sumba.
Terkumpul Rp23 Juta untuk Korban Gempa Flores
Selain menjadi ajang olahraga dan hiburan masyarakat, Humba Cup IV juga diwarnai aksi sosial untuk membantu korban gempa Flores.
Panitia menggelar lelang kuda sekaligus membuka donasi selama kegiatan berlangsung. Hingga gelaran berakhir, dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp23 juta.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penyalurannya,” kata Umbu Tamu Ridi.
Humba Cup IV tahun 2026 diikuti 683 ekor kuda yang terbagi dalam 15 kelas perlombaan.
Baca Juga : ‘Jejak Wanggameti’ Gerak Bersama Jaga Kesehatan, Lestarikan Budaya, Rawat Alam Sumba Timur
Peserta tidak hanya berasal dari Sumba. Sejumlah peserta juga datang dari luar daerah, mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga Mbay, Kabupaten Nagekeo dan Bajawa, Kabupaten Ngada.
Peserta juga datang dari empat kabupaten di Pulau Sumba. “Ini ada dari Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, empat kabupaten se-Pulau Sumba. Bahkan juga ada saudara kita dari Mbay Nagekeo dan Bajawa Ngada yang ikut Humba Cup IV,” ujarnya.
Dengan berakhirnya race terakhir dan penyerahan hadiah, Humba Cup IV 2026 resmi ditutup.
Namun, riuh penonton, perputaran ekonomi UMKM, serta donasi bagi korban gempa Flores menjadi catatan tersendiri dari gelaran pacuan kuda tahun ini.*