SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Hamparan lahan yang sedang dikerjakan menjadi kawasan tambak udang berskala besar di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur, Kamis (30/7/2026), kembali menjadi perhatian pemerintah pusat.
Sejumlah pejabat datang langsung melihat perkembangan proyek tersebut. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggeno.
Tak ketinggalan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan ikut meninjau lokasi proyek yang diproyeksikan menjadi salah satu kawasan tambak udang terintegrasi berskala besar di Indonesia.
Bagi Ahmad Yohan, kunjungan tersebut bukan sekadar melihat sejauh mana pembangunan berjalan.
Baca Juga : Menko Pangan Sebut Tambak Udang Sumba Timur Bisa Dorong Indonesia Jadi Eksportir Udang Terbesar Dunia
Ada hal lain yang menurutnya tidak kalah penting, yakni memastikan proyek tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia memberikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang tengah menangani pembangunan proyek tambak udang tersebut.
“Kita memberikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Semoga ini menjadi penguatan budidaya udang dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat di NTT,” ujarnya.
Proyek tambak udang di Sumba Timur ini memiliki nilai investasi sekitar Rp7,2 triliun dengan kawasan yang diproyeksikan mencapai sekitar 2.150 hektare.
Baca Juga : Kemana Limbah Tambak Udang di Sumba Timur Akan Dibuang?
Pemerintah mengembangkannya dengan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF), yang mengintegrasikan berbagai fasilitas budidaya, termasuk pengelolaan air dan limbah.
Dengan nilai investasi dan skala kawasan yang besar, pengawasan menjadi bagian penting dalam perjalanan proyek tersebut.
Ahmad Yohan menegaskan, DPR RI, khususnya Komisi IV, akan melakukan pengawasan secara sungguh-sungguh.
Ia menyebut proyek tersebut masih berada pada tahap awal sehingga pengawasan sejak sekarang menjadi penting.
Baca Juga : Kapan Pembayaran Lahan Proyek Tambak Udang di Sumba Timur Cair?
“Ini baru dimulai dan tentu DPR RI, terkhusus Komisi IV akan terus melakukan pengawasan yang sungguh-sungguh,” tegasnya.
Pengawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik kawasan tambak.
Ahmad Yohan juga menaruh perhatian pada manfaat ekonomi yang nantinya dirasakan masyarakat, terutama dari sisi penyerapan tenaga kerja.
Ia berharap tenaga kerja lokal Sumba Timur dan masyarakat NTT secara umum mendapat kesempatan yang luas untuk terlibat dalam proyek tersebut.
Baca Juga : Ternak Masih Merumput di Kawasan PSN Tambak Udang Sumba Timur, Ditertibkan Bertahap
Namun, menurutnya, penyerapan tenaga kerja juga perlu dibarengi dengan peningkatan keterampilan.
Masyarakat lokal tidak cukup hanya menjadi bagian dari tenaga kerja, tetapi juga perlu dipersiapkan agar memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri tambak udang modern.*