SUMBATERKINI.COM, Maumere – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), mengakibatkan bangunan ruang tunggu Pelabuhan Lorens Say Maumere, Kabupaten Sikka, ambruk.
Kepanikan pun terjadi ketika ratusan warga yang berada di lokasi berusaha menyelamatkan diri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Sumba Terkini, bangunan ruang tunggu pelabuhan runtuh saat sebuah kapal hendak bersandar.
Getaran yang sangat kuat membuat warga berlarian keluar sambil berteriak. Sebagian bangunan roboh dalam hitungan detik.
Baca Juga : Gempa M 7,7 Guncang Flores NTT BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami di Sejumlah Wilayah NTT
Laporan sementara dari petugas di lapangan menyebutkan sekitar 75 persen bangunan ruang tunggu pelabuhan mengalami kerusakan berat.
Tim SAR gabungan bersama aparat kepolisian dan instansi terkait langsung melakukan pencarian korban di lokasi kejadian.
Hingga laporan awal diterima, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Petugas menduga masih ada korban yang tertimbun reruntuhan sehingga proses evakuasi terus dilakukan.
Selain merobohkan bangunan pelabuhan, gempa juga dilaporkan merusak sejumlah fasilitas umum dan rumah warga di beberapa wilayah Pulau Flores. Hingga kini pendataan dampak kerusakan masih berlangsung.
Baca Juga : Menulis Cinta dan Pengabdian Polisi di Pelosok Sumba NTT, Oris Goti Raih Juara II Nasional Kreasi Polri 2026
Gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 kilometer.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut berpotensi memicu tsunami.
BMKG menetapkan status Siaga tsunami untuk pesisir utara Manggarai, Ngada, Ende, Flores Timur, serta Jeneponto di Sulawesi Selatan. Sementara wilayah Flores Timur, Bima, Dompu, dan Wajo berstatus Waspada.
Guncangan gempa dirasakan sangat kuat di sejumlah daerah di Pulau Flores. Di Aesesa, Riung, dan Kota Mbay intensitas mencapai VII MMI, sedangkan di Wolowae dan Kota Bajawa mencapai VI MMI. Kota Ende, Borong, dan Ruteng merasakan guncangan dengan intensitas V MMI.
Baca Juga : Polisi Gagalkan Pengiriman Serbuk Emas Lewat Pelabuhan Waingapu, Diduga Hasil Tambang Ilegal
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan petugas, menjauhi bangunan yang rusak, serta segera melakukan evakuasi jika berada di wilayah yang berstatus siaga tsunami.
Masyarakat juga diminta hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG dan pemerintah.*