Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Berita Daerah

Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak 13 Tahun di Lewa, Aldy Wali Dukung Penegakan Hukum dan Sampaikan Empati untuk Korban

KETERANGAN - Juru Bicara Keluarga Aldy Wali, Aris Manja Palit, mengatakan keluarga memilih memberikan ruang kepada kepolisian untuk bekerja mengungkap fakta dan bukti dalam kasus tersebut. Hal itu disampaikan Aris kepada awak media di Waingapu, Jumat (28/8/2026). (Foto : Sumba Terkini).

SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Di tengah sorotan publik terhadap kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang anak perempuan berusia 13 tahun di Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, NTT, keluarga Aldy Wali akhirnya menyampaikan sikap.

Keluarga menegaskan dukungan terhadap penegakan hukum sekaligus menyampaikan empati atas kondisi korban.

Juru Bicara Keluarga Aldy Wali, Aris Manja Palit, mengatakan keluarga memilih memberikan ruang kepada kepolisian untuk bekerja mengungkap fakta dan bukti dalam kasus tersebut.

“Kami keluarga menyatakan mendukung penuh atas upaya yang sedang dilakukan oleh rekan-rekan dari Polsek Lewa,” kata Aris kepada awak media, Jumat (28/8/2026) malam.

Baca Juga : Anak 13 Tahun di Lewa Sumba Timur Diduga Jadi Korban Pemerkosaan Alami Trauma Berat, Polisi Buru Terduga Pelaku

Menurutnya, keluarga tidak ingin mengambil kesimpulan sendiri mengenai perkara tersebut. Penegakan hukum harus berjalan dan hasilnya diserahkan kepada kepolisian.

“Jadi kami mendukung itu dan kami membiarkan proses hukum itu berjalan sehingga pada akhirnya apa nanti yang menjadi hasil daripada teman-teman kepolisian,” kata Aris.

“Biarkanlah teman-teman kepolisian yang melakukan penyelidikan dan penyidikan sehingga mereka menemukan fakta yang real, fakta yang sebenar-benarnya dan bukti-bukti di lapangan,” imbuhnya.

Kasus dugaan pemerkosaan tersebut ikut membawa nama Aldy Wali ke tengah perhatian publik karena dirinya dikenal sebagai tokoh publik dan politisi.

Baca Juga : KDMP Wanggameti Sumba Timur Viral Dibangun di Atas Bukit, Pemdes Beri Penjelasan

Sorotan terhadap Aldy kemudian berkembang di media sosial. Namun, menurut Aris, Aldy memilih tidak mempersoalkan berbagai kritik yang ditujukan kepadanya.

“Pak Aldy sangat sangat mendukung juga bahkan beliau mengatakan, dia menitip pesan kepada saya bahwa beliau tidak anti kritik begitu,” kata Aris.

Aldy, lanjut Aris, bahkan meminta masyarakat Sumba Timur ikut mengawal penegakan hukum yang sedang berjalan di Polsek Lewa.

“Beliau sangat mendukung semua proses yang terjadi bahkan Pak Aldy sendiri mengatakan bahkan mengajak menitip pesan lewat saya, mengajak seluruh masyarakat Sumatra Timur agar sama sama mengawal proses yang sedang berjalan di Polsek Lewa,” ujarnya.

Baca Juga : Gudang Logistik BPBD NTT Kosong Saat Gempa Flores, Kepala BNPB Minta Presiden Perkuat Stok Daerah

Aris mengatakan Aldy juga menghormati pendapat masyarakat, termasuk kritik yang disampaikan secara personal kepadanya.

“Dia tidak mengintervensi bahkan dia terbuka, bahkan dia menghormati, menghargai setiap asumsi maupun pendapat masyarakat walaupun itu menyerang secara personal terhadap Pak Aldy sendiri,” katanya.

Menurut Aris, bagi Aldy, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di negara demokrasi.

“Tapi dia mengatakan tidak apa-apa, biarkan masyarakat berpendapat, itu hak mereka di dalam eh melakukan pendapat atau sebagaimana negara kita adalah negara demokrasi yang bebas menyampaikan pendapat di muka umum,” ujarnya.

Baca Juga : Pulau Sumba Jadi Pilot Project Nasional Pencegahan TPPO dan TPKS Anak

Di luar riuhnya perdebatan di media sosial, Aris mengatakan Aldy Wali turut menyampaikan keprihatinan terhadap korban.

Menurut Aris, Aldy sangat sedih mendengar peristiwa yang dialami anak tersebut. “Pak Aldy sangat sedih, sangat sedih mendengar adanya peristiwa itu,” kata Aris.

Ia mengatakan Aldy memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut dan mengajak masyarakat tidak kehilangan perhatian terhadap hal yang paling penting, yakni keselamatan anak-anak.

“Bahkan beliau sendiri memberikan atensi yang sangat serius, bahkan mengajak kita masyarakat agar kita sama sama ayo, kita mari kita sama sama jaga keluarga kita, jaga anak anak kita dari predator seksual,” ujarnya.

Baca Juga : BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di NTT, Pesisir Sumba Berpotensi Terdampak 26 – 30 Agustus 2026

Aris juga menjelaskan keberadaan Aldy Wali selama beberapa hari terakhir ketika kasus tersebut menjadi perhatian masyarakat.

Menurutnya, Aldy berada di Flores untuk menjalankan kegiatan kemanusiaan melalui yayasan yang diwakilinya. “Hari ini Pak Aldy baru saja tiba di Waingapu. Karena selama beberapa hari yang lalu beliau itu ada di Flores,” kata Aris.

“Jadi beliau itu sedang mewakili yayasannya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan baru tiba hari ini beliau dari Flores dengan menggunakan kapal feri,” lanjutnya.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah seorang anak perempuan berusia 13 tahun di Lewa diketahui tengah hamil sekitar empat bulan.

Baca Juga : Kapolda NTT Salurkan 100 Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

Kondisi tersebut kemudian diketahui keluarga dan anak tersebut dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas setempat.

Keluarga selanjutnya melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian karena menduga anak tersebut menjadi korban pemerkosaan.

Laporan itu kini ditangani Polsek Lewa. Aparat kepolisian masih melakukan penanganan untuk mengungkap fakta dan bukti terkait dugaan tindak pidana tersebut.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA