SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Jambore Anak SMPN 1 Matawai La Pawu tidak berhenti pada kegiatan perkemahan, permainan, dan api unggun.
Dari kegiatan tersebut, para siswa diajak keluar dari lingkungan sekolah untuk ikut menjaga sumber air di Desa Prai Bokul, Kecamatan Matawai La Pawu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Bersama mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Serana Sumba, para siswa, guru, dan pemerintah kecamatan menanam 81 pohon di kawasan hulu embung Desa Prai Bokul, Sabtu (8/8/2026).
Aksi penghijauan itu menjadi bagian dari rangkaian Jambore Anak yang digelar selama dua hari, Jumat hingga Sabtu.
Baca Juga : Pacuan Kuda Humba Cup IV Dimulai, Bernuansa Budaya dan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Flores
Kegiatan tersebut berawal dari aspirasi dewan guru SMPN 1 Matawai La Pawu yang menginginkan adanya kegiatan kepramukaan yang lebih terstruktur bagi peserta didik.
Aspirasi itu kemudian dijawab tim KKN-PPM UGM dengan merancang kegiatan yang tidak hanya berisi aktivitas kepanduan, tetapi juga pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pada hari pertama, Jumat (7/8/2026), para siswa mengikuti pendirian tenda regu, dinamika kelompok, perlombaan ketangkasan, dan berbagai permainan yang dipandu mahasiswa KKN-PPM UGM.
Malam harinya, suasana perkemahan semakin hangat melalui api unggun. Para siswa mengikuti sesi refleksi, menampilkan seni budaya lokal, dan membangun kebersamaan antarsiswa.
Baca Juga : Menulis Cinta dan Pengabdian Polisi di Pelosok Sumba NTT, Oris Goti Raih Juara II Nasional Kreasi Polri 2026
Memasuki hari kedua, mahasiswa KKN-PPM UGM memberikan lokakarya mengenai wawasan kebangsaan dan nasionalisme, teknik dasar kepramukaan, serta pemilahan dan pengolahan sampah.
Dari ruang belajar dan area perkemahan, kegiatan kemudian bergerak ke kawasan hulu embung.
Di lokasi tersebut, siswa bersama guru, mahasiswa KKN-PPM UGM, dan jajaran pemerintah Kecamatan Matawai La Pawu menanam 81 bibit pohon.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Timur turut mendukung aksi tersebut dengan menyalurkan bibit pohon perindang dan tanaman yang berfungsi membantu penyerapan air.
Baca Juga : Warga Kiritana Sumba Timur Bergantung pada Satu Perahu
Penanaman dilakukan di zona penyangga kawasan hulu embung. Vegetasi yang ditanam diharapkan dapat membantu meningkatkan daya serap air tanah, mengurangi sedimentasi di sekitar embung, serta menjaga cadangan air masyarakat terutama saat musim kemarau.
Arif Munandar, salah satu guru SMPN 1 Matawai La Pawu mengapresiasi pendampingan mahasiswa KKN-PPM UGM dalam kegiatan tersebut.
“Program jambore ini sangat bermanfaat bagi peserta didik kami. Ini merupakan kegiatan kepramukaan perkemahan pertama yang diselenggarakan di sekolah kami.”
Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN UGM membantu sekolah dalam menyusun dan memandu kegiatan sehingga siswa memiliki ruang untuk melakukan aktivitas positif di luar kelas, melatih kemandirian, dan membangun kerja sama tim.
Baca Juga : Pasar Matawai Etalase Ekonomi Sumba Timur, Satpol PP Tertibkan Pedagang
Sementara itu, Viktor Galla, Camat Matawai La Pawu menilai keterlibatan pelajar dalam kegiatan lingkungan penting untuk menumbuhkan kepedulian sejak dini.
“Jambore ini bukan sekadar perkemahan biasa, melainkan media pembelajaran nyata untuk menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” kata Viktor.
Ia menyebut penanaman 81 pohon di kawasan hulu embung Prai Bokul bersama mahasiswa KKN UGM sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga sumber daya air bagi masyarakat sekitar.
Melalui Jambore Anak tersebut, KKN-PPM UGM Unit Serana Sumba bersama SMPN 1 Matawai La Pawu tidak hanya menghadirkan pengalaman berkemah bagi siswa.
Kegiatan itu mempertemukan pendidikan kepanduan, pembentukan karakter, dan aksi nyata pelestarian lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan di wilayah pedalaman Sumba Timur.*