SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Pasar Matawai di Kota Waingapu, Sumba Timur, tidak hanya menjadi pusat aktivitas jual beli masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu etalase ekonomi dan hasil pangan lokal daerah.
Beragam komoditas seperti sayuran, ubi, kacang-kacangan, buah-buahan serta bahan pangan lainnya diperjualbelikan di kawasan ini.
Aktivitas tersebut menjadi bagian penting dari perputaran ekonomi masyarakat sekaligus menunjukkan potensi hasil pertanian Sumba Timur.
Karena itu, penataan kawasan pasar menjadi penting agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu kepentingan masyarakat lainnya, termasuk kelancaran lalu lintas dan kenyamanan pembeli.
Baca Juga : Kalapas Waingapu Klarifikasi Video Viral Penggerebekan di Rumah Dinas, Terjadi November 2024
Penataan juga berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Aktivitas perdagangan yang berlangsung setiap hari perlu didukung tata kelola sampah yang baik agar kawasan pasar tetap bersih dan nyaman.
Kawasan pasar yang tertib dan bersih juga dapat mendukung wajah Kota Waingapu, termasuk sebagai salah satu ruang yang berpotensi menjadi bagian dari daya tarik kota bagi masyarakat maupun wisatawan.
Persoalan penataan itu kembali menjadi perhatian setelah sejumlah pedagang berjualan hingga ke pinggir dan badan jalan di ruas Jalan Ampera, kawasan Pasar Matawai.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumba Timur pun melakukan penertiban terhadap para pedagang tersebut pada Jumat (31/7/2026).
Baca Juga : Menko Pangan Sebut Tambak Udang Sumba Timur Perkuat Swasembada Pangan
Pedagang yang umumnya menjual hortikultura dan berbagai bahan pangan diminta memindahkan dagangan dan kembali berjualan di dalam area pasar yang telah disediakan.
Penertiban dilakukan atas permintaan UPTD Pasar Inpres Matawai karena aktivitas perdagangan di badan jalan dinilai menghambat aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Sekretaris Camat Kota Waingapu, Lurah Matawai, perwakilan Bapenda Sumba Timur dan Babinsa Kecamatan Kota Waingapu.
Penertiban dilakukan secara humanis. Petugas menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar para pedagang masuk ke dalam area pasar.
Baca Juga : Ahmad Yohan Sebut Komisi IV DPR RI Kawal Sungguh – Sungguh Proyek Tambak Udang Sumba Timur
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Sumba Timur, Robby L. Praing, mengatakan penataan pasar membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk para pedagang.
Menurut Robby, pengawasan akan dilakukan secara rutin agar pedagang tidak kembali menggunakan badan jalan.
“Kita tentunya secara rutin akan memantau ini. Jangan ada lagi, kalau muncul satu ada yang lain ikut, makin banyak dan akhirnya kita kewalahan sendiri,” ujarnya.
Ia menegaskan, Satpol PP memiliki tugas untuk mengawal dan memastikan kebijakan pemerintah daerah berjalan di lapangan.
Baca Juga : Tips Berwisata ke Air Terjun Tanggedu, 244 Anak Tangga yang Wajib Anda Taklukkan
“Jadi tugas kita adalah bagaimana mengamankan segala kebijakan pemerintah daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Inpres Matawai Kabupaten Sumba Timur, Agustinus H. Nongu, mengapresiasi penertiban yang dilakukan bersama sejumlah unsur terkait.
Ia mengatakan para pedagang merespons imbauan petugas dan bersedia kembali berjualan di dalam area pasar.
“Terima kasih pihak-pihak yang terlibat dan mendukung penertiban ini,” ujar Agustinus.
Baca Juga : Tips Berwisata ke Air Terjun Matayangu, Menemukan Harmoni di Balik Keindahan Alam Sumba
Ia menegaskan, apabila kembali ditemukan pedagang yang berjualan di pinggir maupun badan jalan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk dilakukan penertiban.
Penataan Pasar Matawai diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi pedagang dengan kebutuhan masyarakat akan pasar yang tertib, aman dan nyaman.
Dengan beragam hasil pertanian dan pangan lokal yang diperjualbelikan, Pasar Matawai memiliki potensi menjadi salah satu wajah ekonomi Sumba Timur.
Baca Juga : Sumba Gemar Membaca Meriahkan Hari Anak Nasional Lomba Menyanyi Hingga Bercerita
Jika ditata dengan baik, kawasan ini juga dapat memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi masyarakat sekaligus mendukung wajah Kota Waingapu sebagai kota yang layak dikunjungi.*