SUMBATERKINI.COM, Flores NTT – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), tidak hanya meninggalkan kerusakan dan korban jiwa.
Di tengah situasi darurat itu, lahir pula seorang bayi perempuan yang kemudian diberi nama Agustin Gempita Aurora.
Bayi tersebut merupakan putri ketiga Herlina Bunga, warga Desa Lenandareta, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka.
Ia lahir di tengah kepanikan warga yang masih berusaha menyelamatkan diri setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Baca Juga : Tim SAR Gabungan Evakuasi 79 Korban Gempa di Flores NTT
Saat gempa terjadi, Herlina sedang menjalani proses persalinan di Puskesmas Paga.
Kondisinya sudah memasuki fase inpartu atau pembukaan lengkap sehingga persalinan tidak memungkinkan untuk ditunda.
Demi menghindari risiko akibat gempa maupun kemungkinan gempa susulan, tenaga kesehatan segera mengevakuasi Herlina keluar dari gedung puskesmas menuju halaman Taman Kanak-Kanak (TK) Poli Pawe Alvarez Paga yang berada tidak jauh dari lokasi.
Di tempat terbuka itu, petugas menyiapkan lokasi persalinan darurat dengan peralatan seadanya.
Kain dipasang sebagai pembatas, sebuah truk dimanfaatkan sebagai pelindung, sedangkan ambulans Puskesmas Paga disiagakan untuk mendukung proses persalinan.
Sekitar pukul 09.02 WITA, Herlina melahirkan bayi perempuan secara normal di atas ambulans.
Bayi tersebut lahir dengan berat badan 3,6 kilogram dalam kondisi selamat.
Baca Juga : Gempa Flores Terasa hingga Pulau Sumba, Warga Berhamburan dan Bangunan Rusak
Nama Gempita kemudian dipilih keluarga karena bayi itu lahir pada saat gempa besar mengguncang Flores.
Kepala Puskesmas Paga, Gabriel Pelo Panditi, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu siang.
Gabriel mengatakan, ketika gempa terjadi, Agnes sudah dalam kondisi pembukaan lengkap dan membutuhkan pertolongan persalinan.
“Jadi dievakuasi ke tempat yang lebih aman, kondisi sekarang sudah melahirkan dengan selamat,” ujar Gabriel, Sabtu (15/8/2026) siang.
Baca Juga : Bayi dan Ibu di Flores Meninggal Tertindih Reruntuhan Gempa, Tangan Sang Ibu Tetap Memeluk Bayinya
Setelah melahirkan, Herlina dan bayinya belum langsung dipindahkan ke ruang perawatan di dalam gedung puskesmas.
Keduanya masih dirawat di tempat terbuka, tepatnya di bawah pohon johar di halaman Kantor Camat Paga, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.
Kondisi ibu dan bayi terus dipantau oleh tenaga kesehatan hingga situasi dinilai aman.
Setelah masa nifas selesai dan kondisi keduanya dinyatakan baik, Herlina dan bayinya akan diperbolehkan pulang sesuai anjuran dokter.
Baca Juga : Pelabuhan Lorens Say Maumere Ambruk Diguncang Gempa M 7,7, Warga Berhamburan
Kelahiran Agustin Gempita Aurora menjadi salah satu kisah yang mewarnai bencana gempa di Flores.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan situasi darurat, proses persalinan tetap dapat berlangsung dengan selamat sehingga menghadirkan kabar bahagia bagi keluarga dan tenaga kesehatan yang bertugas.*