Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Sumba Timur

Gempa Magnitudo 4,7 di Sumba Timur, BMKG Catat 585 Kali Gempa Susulan

Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (9/10/2026) dini hari.

SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (9/10/2026) dini hari.

Gempa yang berpusat di laut, sekitar 39 kilometer utara Waingapu, itu merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa bermagnitudo 5,9 mengguncang Kodi, Sumba Barat Daya, pada 4 Oktober 2026.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan aktivitas gempa susulan masih terpantau hingga Jumat dini hari.

BMKG mencatat sebanyak 585 kali gempa susulan sejak gempa bermagnitudo 5,9 di Sumba Barat Daya.

Baca Juga : Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Tidak Berpotensi Tsunami

“Hingga tanggal 09 Oktober 2026 pukul 01:21:00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 585 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M4,8,” kata Arief dalam keterangan tertulis, Jumat, (9/10/2026).

Gempa bermagnitudo 4,7 yang dirasakan di Sumba Timur terjadi pukul 02.06 WITA. Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa berada di laut pada koordinat 9,31 derajat Lintang Selatan dan 120,21 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 59 kilometer.

Gempa tersebut dirasakan di Kabupaten Sumba Timur dengan skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ada truk yang sedang melintas.

Arief menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar aktif. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan turun atau normal fault.

Baca Juga : Warga Terdampak Gempa di Sumba Barat Daya Tidur di Luar Rumah, Belum Tersentuh Bantuan Darurat

Meski berpusat di laut, hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa bermagnitudo 4,7 tersebut tidak berpotensi tsunami.

BMKG, kata Arief, akan terus memantau aktivitas gempa susulan dan menyampaikan perkembangan informasi kepada para pemangku kepentingan serta masyarakat.

Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.

Informasi resmi mengenai aktivitas gempa dapat diakses melalui kanal komunikasi BMKG, termasuk situs bmkg.go.id dan akun media sosial @infoBMKG.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA