SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Perjalanan 75 tahun Paroki Sang Penebus Waingapu bukan sekadar catatan panjang sejarah Gereja Katolik di Sumba Timur.
Perjalanan itu juga menjadi kesaksian tentang iman, pelayanan kasih, dan keterlibatan umat dalam meneruskan pewartaan Injil dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pesan itu disampaikan Uskup Weetebula, Mgr. Edmundus Woga, C.Ss.R., dalam rangkaian perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Paroki Sang Penebus Waingapu, Jumat, 9 Oktober 2026.
Misa Syukur yang dipimpin langsung oleh Uskup Edmundus Woga tersebut diikuti ribuan umat dan undangan. Perayaan ini menjadi puncak perjalanan syukur yang telah berlangsung sejak Maret hingga Oktober 2026.
Dalam sambutannya setelah Misa Syukur, Uskup Edmundus menegaskan bahwa Paroki Sang Penebus Waingapu merupakan paroki pertama di Sumba Timur.
Baca Juga : Gempa Magnitudo 4,7 di Sumba Timur, BMKG Catat 585 Kali Gempa Susulan
Dari perjalanan pelayanan paroki ini, Gereja Katolik terus bertumbuh hingga melahirkan tujuh paroki dengan sejumlah stasi di wilayah Sumba Timur.
“Pelayanan kasih dan iman yang dilakukan dari Paroki Sang Penebus Waingapu ini telah menunjukkan buktinya hingga saat ini telah ada tujuh paroki dengan sejumlah stasi di Sumba Timur,” ungkapnya.
Bagi Uskup Edmundus, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari peran aktif umat yang mengambil bagian dalam karya pewartaan Gereja.
“Umat memiliki peran penting dan harus aktif dalam mewartakan Injil kasih Tuhan ke mana saja di Sumba Timur ini,” ujarnya.
Pesan itu menegaskan bahwa pewartaan Injil bukan hanya tugas para imam dan biarawan-biarawati. Umat juga dipanggil untuk aktif menghadirkan kasih Tuhan melalui kehidupan sehari-hari, pelayanan kepada sesama, dan keterlibatan dalam masyarakat.
Baca Juga : ‘Merawat Kehidupan, Merawat Generasi’ Membingkai Sidang 1 Majelis Sinode GKS di Waingapu
Perjalanan 75 tahun Paroki Sang Penebus Waingapu pun menjadi pengingat bahwa pertumbuhan Gereja membutuhkan ketekunan, pengorbanan, dan kesediaan banyak orang untuk meneruskan karya pelayanan yang telah dimulai oleh para pendahulu.
Iman yang Berbuah dalam Pelayanan
Perayaan HUT ke-75 Paroki Sang Penebus Waingapu juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali karya pelayanan yang telah dijalankan Gereja bersama umat dan masyarakat.
Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, mengapresiasi perjalanan panjang pelayanan Paroki Sang Penebus Waingapu di Pulau Sumba. Ia juga menyoroti kontribusi Yayasan Pendidikan Andaluri beserta sekolah-sekolah di bawah naungannya dalam membangun sumber daya manusia.
Menurut Yonathan, banyak pejabat daerah, baik di Pulau Sumba maupun di luar Sumba, merupakan alumni SMA Katolik Andaluri.
Ia berharap kualitas pendidikan di lingkungan Andaluri terus ditingkatkan sehingga semakin banyak generasi muda Sumba yang mampu mengambil peran dalam kepemimpinan di tingkat nasional.
Baca Juga : JPU Limpahkan Dua Perkara Terkait Aktivitas Tambang Emas Ilegal di TN Matalawa ke Pengadilan
Selain pendidikan, Yonathan menyoroti derasnya arus informasi di media sosial yang menurutnya kerap diwarnai konten bernuansa negatif dan dapat mengancam kehidupan sosial masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, ia melihat masih ada ruang bagi Paroki Sang Penebus Waingapu dan SMA Katolik Andaluri untuk menyebarkan informasi positif melalui media sosial.
“Ini tandanya masih ada harapan bagi kita bahwa masih ada ruang bagi kita semua untuk menyebarkan nilai-nilai positif bagi dunia,” ujarnya.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa karya pelayanan Gereja tidak berhenti pada kehidupan liturgis, tetapi juga dapat hadir melalui pendidikan, komunikasi, dan upaya membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
Perayaan yang Melibatkan Umat
Sementara itu, Pastor Paroki Sang Penebus Waingapu, Pater B.V. Farano L. Nedy, C.Ss.R., menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh umat yang telah mengambil bagian dalam persiapan maupun pelaksanaan perayaan HUT ke-75.
Baca Juga : Sekolah Perdamaian GAMKI di Sumba Soroti Ekologi, Hak Masyarakat Adat Hingga Perlindungan Anak
Ia menilai kepedulian umat terlihat dalam berbagai bentuk keterlibatan, mulai dari mendukung rangkaian kegiatan hingga menjaga kebersihan dan memastikan berbagai kebutuhan selama kegiatan terpenuhi.
Pater Rano juga mendoakan agar seluruh pihak yang telah berkontribusi terus memberikan diri dalam tugas perutusan bersama Paroki Sang Penebus Waingapu.
“Terima kasih juga untuk semua undangan yang telah hadir dalam setiap perayaan sejak Maret hingga Oktober 2026,” ungkapnya.
Dalam sambutan panitia, Ketua Panitia HUT ke-75 Paroki Sang Penebus Waingapu, Peternich W. F. Djae, menjelaskan bahwa sekitar 46 kegiatan telah diinisiasi dan dilaksanakan selama rangkaian perayaan.
Kegiatan tersebut mencakup aspek kebersamaan dan penggalian bakat, aksi sosial, keagamaan dan kemanusiaan, serta spiritualitas dan syukur.
Baca Juga : Polisi Evakuasi Mobil Patroli yang Dibakar Massa di Sumba Barat
Seluruh rangkaian itu berangkat dari tema perayaan, “75 Tahun Ditebus dan Diutus.”
Tema tersebut mengajak umat untuk mensyukuri kasih Tuhan yang menyertai perjalanan Gereja sekaligus menyadari panggilan untuk menjadi saksi kasih, pembawa harapan, dan pelayan bagi sesama.
Pada perayaan puncak tersebut, hadir pula Wakil Bupati Sumba Tengah, Umbu Djoka, dan Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade, bersama para imam, tokoh lintas agama, unsur pemerintah, serta undangan lainnya.
Memasuki usia ke-75 tahun, perjalanan Paroki Sang Penebus Waingapu menjadi pengingat bahwa iman tidak hanya dirayakan dalam Misa, tetapi juga diwujudkan melalui pelayanan yang nyata.
Dari satu paroki yang menjadi awal pertumbuhan Gereja Katolik di Sumba Timur hingga berkembang menjadi tujuh paroki, perjalanan itu menyimpan pesan tentang pentingnya menjaga warisan iman dan meneruskannya kepada generasi berikutnya.
Baca Juga : Oknum Polisi Tersangka dalam Kasus Pencurian Sapi di Sumba Timur Jalani Patsus di Polda NTT
Sebab, sebagaimana ditegaskan Uskup Edmundus Woga, umat memiliki peran penting dan harus aktif dalam mewartakan Injil kasih Tuhan ke seluruh penjuru Sumba Timur.*