SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Asal Tabundung – Pinu Pahar (IPMASTAP) Waingapu menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada dua keluarga korban kebakaran rumah di Desa Tarimbang, Kecamatan Tabundung, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (17/10/2026).
Dua keluarga penerima bantuan tersebut adalah Simon Ndawa Mada, yang dikenal sebagai Bapak Sitri, dan Rambu Harabi Loda, yang dikenal sebagai Mama Roby. Keduanya kehilangan rumah akibat kebakaran yang terjadi pada waktu berbeda.
Rumah milik Simon Ndawa Mada terbakar pada 25 September 2026, sedangkan rumah milik Rambu Harabi Loda mengalami kebakaran pada 12 Oktober 2026.
Kedua rumah tersebut dilaporkan hangus terbakar hingga tidak menyisakan bangunan maupun barang-barang di dalamnya.
Baca Juga : Rayakan Setahun MYZE Hotel Waingapu, Fun Run 7K Siapkan Hadiah Emas, Handphone hingga Sepeda Listrik
Kondisi tersebut membuat kedua keluarga harus menghadapi situasi sulit setelah kehilangan tempat tinggal dan barang-barang milik mereka. Di tengah keadaan itu, bantuan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
IPMASTAP Waingapu kemudian menggalang donasi dari masyarakat Sumba Timur yang berada di Waingapu serta sejumlah pihak yang tergerak untuk membantu.
Donasi yang terkumpul disalurkan dalam bentuk perlengkapan rumah tangga, bahan kebutuhan pokok, dan alat tulis bagi anak-anak sekolah.
Ketua Umum IPMASTAP Waingapu, Efraim U.A. Hunga, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Baca Juga : Pemprov NTT Usulkan WPR di TTU, Lokasi Sekitar TN Matalawa Sumba Mulai Disasar Uji Petik Mineral Logam
“Bantuan ini merupakan hasil kepedulian dan uluran tangan masyarakat serta semua pihak yang telah berbagi untuk membantu keluarga korban kebakaran di Desa Tarimbang. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka,” ungkap Efraim.
Menurut Efraim, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami musibah.
Ia berharap dukungan yang diberikan dapat membantu kedua keluarga memenuhi sebagian kebutuhan mereka setelah kehilangan rumah dan harta benda.
IPMASTAP Waingapu juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penggalangan hingga penyaluran bantuan.
Baca Juga : ‘Merawat Kehidupan, Merawat Generasi’ Membingkai Sidang 1 Majelis Sinode GKS di Waingapu
Aksi ini menjadi wujud solidaritas dan semangat gotong royong untuk saling membantu ketika masyarakat menghadapi kesulitan.
Melalui kegiatan tersebut, IPMASTAP Waingapu berharap semangat persaudaraan dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat.
Semangat itu sejalan dengan motto organisasi, “Lima Ma Pameara Ngaru Ma Paham,” yang menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersamaan dan persaudaraan.*