Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Sumba Barat

Polisi Evakuasi Mobil Patroli yang Dibakar Massa di Sumba Barat

EVAKUASI - Sebuah mobil patroli milik Polres Sumba Barat yang dibakar massa saat kericuhan pada Selasa (15/9/2026) malam, dievakuasi sejumlah personel polisi dan warga pada Rabu (16/9/2026). (Foto : Sumba Terkini).

SUMBATERKINI.COM, Waikabubak – Sebuah mobil patroli milik Polres Sumba Barat yang dibakar massa pada Selasa malam dievakuasi sejumlah personil polisi dan warga, Rabu (16/9/2026).

Mobil yang tampak hangus tinggal kerangka tersebut dievakuasi dengan menggunakan bantuan alat berat. Bangkai mobil tersebut berada di sebelah timur lapangan Manda Elu.

Warga yang berada di sekitar lokasi enggan berkomentar mengenai kejadian mobil tersebut hingga dibakar. Para pedagang mengaku dengan situasi kembali kondusif meraka bisa kembali berdagang dengan tenang.

Situasi di wilayah hukum Polres Sumba Barat mulai kondusif setelah kericuhan yang terjadi di Mapolres Sumba Barat, Selasa (15/9/2026) malam.

Kericuhan tersebut terjadi setelah ratusan warga mendatangi Mapolres Sumba Barat dan mempertanyakan penembakan terhadap seorang warga berinisial JT, yang tewas dalam upaya penangkapan.

Sehari setelah kejadian, Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali mengatakan pihaknya telah melakukan pembersihan dan pemulihan kondisi Mapolres Sumba Barat.

Baca Juga : Satu Orang Tewas dalam Kericuhan di Polres Sumba Barat, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Polisi juga melakukan pendekatan kepada masyarakat serta meningkatkan patroli di sekitar wilayah kota.

Di tengah situasi yang mulai kondusif, AKBP Yohanis meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum benar atau hoaks yang beredar.

Menurutnya, informasi yang tidak benar dan berpotensi memprovokasi dapat kembali memicu keresahan di tengah masyarakat.

Kapolres berharap masyarakat bersama-sama menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif dan damai.

“Kami mengimbau kepada masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan informasi-informasi yang belum tentu benar,” kata AKBP Yohanis.

Sementara itu, terkait peristiwa penembakan yang memicu reaksi massa, AKBP Yohanis menjelaskan bahwa JT merupakan tersangka dalam perkara pencurian ternak.

Baca Juga : Kapolres Sumba Barat Melayat, Sampaikan Dukacita kepada Keluarga JT yang Tewas dalam Operasi Penangkapan

“Kami jelaskan status dari yang tertembak ini adalah tersangka dalam kasus pencurian ternak,” kata AKBP Yohanis saat diwawancarai Sumba Terkini di Mapolres Sumba Barat, Rabu (16/9/2026).

Menurut Kapolres, JT juga merupakan residivis dalam kasus pencurian.

Ia menjelaskan, pihaknya sedang melakukan penyidikan terhadap tiga laporan polisi terkait pencurian ternak. Dalam pengembangan perkara tersebut, JT disebut sebagai salah satu orang yang terlibat.

Menurut AKBP Yohanis, JT masuk dalam komplotan pencurian ternak yang beraksi di wilayah Sumba Barat dan Sumba Tengah.

Salah satu perkara yang ditangani polisi terjadi pada Februari 2026. Dalam kasus tersebut, JT bersama sejumlah rekannya diduga melakukan pencurian dengan kekerasan atau curas di wilayah Kabupaten Sumba Tengah.

Dalam pengungkapan perkara tersebut, polisi sebelumnya menangkap tiga orang lainnya, yakni Agustinus Saki Beku Lingu alias ASBL, 46 tahun, Katanga Yani alias KY, 35 tahun, dan Yeremias Kereng Mau alias YKM.

Baca Juga : Tim dari Polda NTT Tiba di Sumba Barat, Situasi Mapolres Mulai Kondusif Pasca Digeruduk Massa

Dari hasil pemeriksaan terhadap para pelaku yang telah diamankan, polisi kemudian memperoleh informasi mengenai keterlibatan JT dalam perkara pencurian ternak tersebut.

Polisi kemudian mendatangi kediaman JT di Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, pada Selasa (15/9/2026) pagi untuk melakukan penangkapan.

Dalam proses penangkapan tersebut, menurut keterangan kepolisian, JT melakukan perlawanan menggunakan parang sehingga anggota kemudian melakukan tindakan kepolisian yang berujung pada JT terkena tembakan dan meninggal dunia.

Peristiwa tersebut kemudian memicu reaksi massa hingga terjadi kerusakan sejumlah fasilitas di lingkungan Mapolres Sumba Barat.

Meski demikian, Kapolres menegaskan pihaknya tetap berkomitmen memberantas tindak pidana pencurian maupun tindak pidana lainnya di wilayah Sumba Barat.

Menurut dia, upaya tersebut dilakukan agar Sumba Barat dapat menjadi ruang bertumbuh yang baik bagi masyarakat.

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA

No Content Available