SUMBATERKINI.COM, Flores NTT – Gempa bumi kembali mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, saat pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Getaran yang terasa kuat di Kota Ende membuat suasana upacara yang semula berlangsung khidmat berubah menjadi kepanikan.
Peristiwa itu terjadi ketika upacara masih berlangsung di Lapangan Pancasila, Kota Ende. Saat gempa mengguncang, Bendera Merah Putih telah berkibar.
Para pejabat, peserta upacara, dan tamu undangan yang berada di sekitar podium utama tampak berlarian meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri.
Baca Juga : Pemprov Sumatera Barat Akan Kirim 1 Ton Rendang untuk Korban Gempa Flores NTT
Gempa yang dirasakan saat upacara tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua gempa tektonik kembali terjadi di Nusa Tenggara Timur dalam rentang waktu yang berdekatan pada Senin pagi.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai. Selang beberapa saat, gempa berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada pukul 07.46 WIB.
Berdasarkan data BMKG, gempa magnitudo 5,8 tersebut berpusat pada kedalaman 10 kilometer.
Baca Juga : Korban Meninggal Dunia Gempa Flores Bertambah Jadi 55 Orang, Polri Berhasil Tembus Tiga Wilayah Terisolir
Guncangannya dirasakan cukup luas, yakni di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada dengan intensitas III–IV MMI. Sementara di Kabupaten Nagekeo dan Ende guncangan dirasakan pada skala III MMI.
Di Kabupaten Sumba Timur, getaran juga dirasakan dengan intensitas III MMI atau dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah.
Kepala BMKG Wilayah NTT, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa kedua gempa tersebut masih merupakan aktivitas penyesuaian patahan batuan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores dua hari sebelumnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Baca Juga : Gempita, Bayi yang Lahir Saat Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 7,7 di Flores NTT
Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah terkait perkembangan aktivitas gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur.*