SUMBATERKINI.COM, Nagekeo – Pulau Palue menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian pemerintah setelah gempa Flores.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meminta Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus terhadap kondisi masyarakat di pulau tersebut.
Dalam laporan kepada Presiden Prabowo di Nagekeo, Rabu (26/8/2026), Menteri PU menyebut Palue masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari akses jalan hingga kebutuhan air bersih.
“Tapi memang kita mungkin wajib memberikan ekstra perhatian Pak kepada Pulau Palue karena pulau ini agak tertinggal Pak,” kata Menteri PU dalam laporannya kepada Presiden.
Baca Juga : Tiba di Nagekeo, Presiden Prabowo Pimpin Rapat, Dapat Laporan Korban Gempa Flores
Ia menjelaskan, secara geografis Palue lebih dekat dengan wilayah Kabupaten Ende. Namun, secara administratif, pulau tersebut masuk dalam wilayah Kabupaten Sikka.
“Sebetulnya pulau ini lebih dekat ke Kabupaten Ende Pak, cuma sekitar satu jam dari Kota Ropa di Kabupaten Ende. Cuman saya nggak ngerti kenapa tapi kota ini masuk Kabupaten Sikka Pak di Maumere,” ujarnya.
Pasca gempa Flores, pemerintah daerah disebut langsung bergerak membuka akses menuju Palue. Menteri PU mengatakan, pada hari kedua setelah bencana, dua truk telah dikirim ke wilayah tersebut, meski distribusi bantuan menghadapi kendala transportasi feri yang terbatas.
“Jadi waktu itu memang setengah mati Pak, apa jalan masih tertutup tapi hari kedua itu juga pun kami langsung mengirimkan dua truk Pak,” katanya.
Baca Juga : Presiden Prabowo Sengaja Tidak Langsung Datang ke Flores Setelah Gempa
Menurut dia, kondisi jalan di Palue memang sudah lama membutuhkan perhatian. Jalan tersebut disebut hampir 20 tahun tidak mendapatkan pemeliharaan yang memadai.
“Dari sepuluh langsung enam dulu sudah kita buka semua, memang jalannya sudah hampir dua puluh tahun gak pernah dipersilasi, sudah lubang sana sini,” ujarnya.
Menteri PU bahkan turun langsung ke Palue untuk melihat kondisi setelah gempa sekaligus mendengarkan keluhan masyarakat.
“Jadi kemarin saya tuh paksakan diri Pak harus ke sana untuk melihat sendiri apa yang terjadi dan mendengarkan langsung keluhan dari masyarakat,” katanya.
Baca Juga : Menteri PU Lapor Presiden Prabowo Kerusakan Jalan di Flores Akibat Gempa Tidak Parah
Selain infrastruktur jalan, gempa juga berdampak pada bangunan gereja di Palue. Menurut Menteri PU, dua gereja besar di pulau tersebut terdampak dan mengalami kerusakan pada struktur bangunan.
“Gereja hanya ada dua gereja besar di sana dan semua terdampak. Itu mesti kayak se-se-sekelipat mata itu harus dirobohkan karena strukturnya sudah kena semua Pak,” katanya.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah ketersediaan air. Palue merupakan pulau vulkanik yang memiliki keterbatasan sumber air sehingga masyarakat selama ini mengandalkan penampungan air hujan.
“Terus kebutuhan air di sana sangat-sangat mendasar Pak karena itu pulau-pulau dan pulau itu pulau gunung berapi Pak hampir nggak ada air Pak,” ujarnya.
Baca Juga : Tim SAR Gabungan Evakuasi WNA Cina yang Terjatuh Saat Mendaki Pulau Padar Manggarai Barat
Sebelumnya, Kapolri membantu pembangunan bak penampungan air hujan bagi masyarakat Palue. Bak tersebut digunakan untuk menampung air selama musim hujan, terutama sekitar Oktober hingga Februari.
Namun, gempa membuat sebagian besar bak penampungan mengalami kebocoran.
“Nah kemarin kena gempa bak ini semua hampir semuanya bocor Pak,” kata Menteri PU.
Pemerintah, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperbaiki bak-bak tersebut sebelum musim hujan berikutnya.
Baca Juga : Bukan Hanya Bangunan, Gempa Flores NTT Picu Longsor Tebing, Jalan Nasional Tertutup Warga Terjebak
“Tapi saya sudah bersepakat dengan Pak Bupati dan Pak Camat segera akan kita tangani dari di musim hujan mendatang insya Allah bisa dipakai kembali Pak,” katanya.
Selain perbaikan penampungan air, pemerintah juga sedang menjajaki teknologi reverse osmosis untuk mengolah air laut menjadi air yang dapat didistribusikan kepada masyarakat.
“Saya juga sudah ke Pak telepon Kepala BRIN Pak izin akan mencoba teknologi reverse osmosis yang air laut itu bisa menjadi air distribusi airnya kepada masyarakat,” ujarnya.
Menteri PU menegaskan, penanganan Palue akan mencakup perbaikan akses jalan sekaligus pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sesuai arahan Presiden agar tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam penanganan pascagempa Flores.
Pemkab Sumba Timur Dukung Kawan Sehat, Perkuat Layanan Kesehatan Wilayah Pelosok
“Jadi Palue ini di samping jalan yang memang sudah lama gak dipersilasi kita akan persilasi juga kebutuhan mendasar air akan kita utamakan Pak sesuai dengan arahan Bapak bahwa di manapun masyarakat kita tidak boleh satu pun yang harus kita tinggalkan,” katanya.
Laporan tersebut disampaikan Menteri PU saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke Nagekeo untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan dampak gempa Flores.*