SUMBATERKINI.COM, Flores NTT – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Pulau Flores terus bertambah.
Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 18.00 WITA, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat 55 orang meninggal dunia, 67 orang mengalami luka berat, 123 orang luka ringan, serta 7.670 warga mengungsi di 38 titik pengungsian yang tersebar di tujuh kabupaten.
Di tengah bertambahnya korban, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko mengatakan jajaran Polri terus bergerak mempercepat penanganan bencana, mulai dari membuka akses ke wilayah yang terisolasi, mengevakuasi korban, hingga menyalurkan bantuan kemanusiaan.
“Kita akan terus bergerak untuk menolong korban bencana yang terjadi di Kabupaten Manggarai maupun Manggarai Timur dan wilayah lainnya,” tegas Kapolda saat konferensi pers di Mapolda NTT, Minggu malam.
Baca Juga : Dampak Gempa Flores, BPBD Sumba Timur Catat Sekolah, Rumah Warga dan Gereja Alami Kerusakan
Kapolda menjelaskan, pada hari kedua penanganan bencana dirinya bersama Forkopimda NTT mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) di Labuan Bajo.
Dalam rapat tersebut disepakati pembentukan Posko Utama yang dipimpin Kepala BNPB untuk mempercepat koordinasi penanganan gempa.
Usai rapat, rombongan dibagi ke sejumlah daerah terdampak. Kapolda bersama Menteri PUPR dan jajaran Forkopimda menuju Kabupaten Ende untuk memastikan kondisi korban, lokasi pengungsian, serta pelaksanaan tugas personel Polri di lapangan.
Salah satu perkembangan penting dalam operasi kemanusiaan adalah berhasil dibukanya akses menuju tiga wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat longsor dan kerusakan infrastruktur.
Baca Juga : Kapolda NTT Salurkan 100 Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
Di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, personel Polres Manggarai Timur berhasil menembus lokasi yang terputus aksesnya.
Selain menyalurkan makanan, minuman dan obat-obatan, petugas juga mengevakuasi seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan akibat persalinan prematur.
Sementara di wilayah Reo, Kabupaten Manggarai, personel Polres Manggarai membuka akses menuju lokasi terdampak, mendirikan posko darurat, sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga.
Keberhasilan serupa juga terjadi di Desa Dimpong, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai. Setelah menerima laporan melalui media sosial, Polda NTT mengirim personel Brimob yang berhasil mengevakuasi warga yang sebelumnya terisolasi dan belum tersentuh bantuan.
Baca Juga : Bukan Hanya Bangunan, Gempa Flores NTT Picu Longsor Tebing, Jalan Nasional Tertutup Warga Terjebak
Untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan, Mabes Polri mengirim 100 personel Brimob berkemampuan SAR. Selain itu diterjunkan pula 14 personel Tim Disaster Victim Identification (DVI), 10 ekor anjing pelacak K9 beserta 21 personel pendukung, tim humas, serta tim logistik.
Kapolda mengatakan dukungan juga diberikan dalam bentuk satu unit pesawat CASA dari Korpolairud Baharkam Polri untuk mempercepat mobilisasi personel dan distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Di sisi lain, perhatian tidak hanya difokuskan pada evakuasi korban. Polri juga mengerahkan tim kesehatan dan trauma healing untuk membantu pemulihan psikologis, terutama bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat gempa.
Polda NTT juga memperkuat pengamanan di kawasan permukiman yang ditinggalkan warga dengan meningkatkan patroli guna mencegah tindak kriminal selama masa tanggap darurat.
Baca Juga : Bayi dan Ibu di Flores Meninggal Tertindih Reruntuhan Gempa, Tangan Sang Ibu Tetap Memeluk Bayinya
Untuk mengatasi gangguan komunikasi di sejumlah wilayah terdampak, Mabes Polri mengirim 10 unit perangkat Starlink yang akan digunakan mendukung koordinasi dan pelaporan di titik-titik krisis.
Kapolda memastikan seluruh laporan masyarakat akan terus ditindaklanjuti, termasuk informasi yang diperoleh melalui media sosial.
Menurutnya, seluruh kekuatan Polda NTT bersama Mabes Polri, TNI, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait akan terus bergerak agar korban segera mendapatkan pertolongan dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.*