Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Berita Terkini

Kawasan Konservasi Sumba Hanya 8 Persen, Tambang Emas Ilegal Jadi Alarm untuk Generasi Muda

GALIAN - Bekas galian dari aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa), Kabupaten Sumba Timur, Rabu (4/2/2026). (Foto : Oris Goti - Sumba Terkini).

SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa), Kabupaten Sumba Timur, tidak hanya menjadi persoalan penegakan hukum.

Kasus tersebut juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kawasan konservasi yang jumlahnya sangat terbatas di Pulau Sumba.

Lugi Hartanto Kepala Taman Nasional Matalawa kepada Sumba Terkini, Sabtu, (12/9/2026) mengatakan, kawasan konservasi di Pulau Sumba hanya sekitar delapan persen dari total luas Pulau Sumba yang mencapai sekitar 1,1 juta hektare.

Sementara itu, luas kawasan hutan di Pulau Sumba secara keseluruhan disebut berada di kisaran 300 ribu hektare.

Baca Juga : Gakkum Kehutanan Harap Persidangan Ungkap Jejaring Pemodal di Balik Tambang Emas Ilegal di TN Matalawa

Namun, kawasan tersebut tidak seluruhnya berupa hutan dengan tegakan pohon karena sebagian di antaranya merupakan sabana atau padang rumput.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan kawasan hutan yang masih tersisa memiliki arti penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat Sumba.

“Bisa dibayangkan kalau kita nggak cinta terhadap kawasan kita yang cuma delapan persen konservasi ini,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan konservasi bukan sekadar wilayah yang dilindungi, tetapi memiliki fungsi sebagai penyangga kehidupan masyarakat.

Baca Juga : ‘Jejak Wanggameti’ Gerak Bersama Jaga Kesehatan, Lestarikan Budaya, Rawat Alam Sumba Timur

Fungsi tersebut antara lain berkaitan dengan tata air atau hidrologis, keanekaragaman hayati serta keseimbangan lingkungan.

Karena itu, keberadaan kawasan konservasi seperti TN Matalawa menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan Pulau Sumba.

“Artinya kawasan ini kan penyangga kehidupan kita semua, baik dalam sisi hidrologisnya, tata air, keanekaragaman hayati dan sebagainya,” katanya.

Tambang Jadi Pelajaran

Dalam konteks munculnya kasus dugaan aktivitas tambang emas ilegal di kawasan TN Matalawa, ia menilai fenomena tersebut seharusnya menjadi pelajaran bersama.

Baca Juga : Tekan Kemiskinan Sumba Timur, Pembangunan Harus Sesuai Karakter Ekologis Daerah

Persoalan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kesadaran untuk mencintai dan menjaga lingkungan masih menjadi pekerjaan bersama, termasuk melalui pendidikan lingkungan kepada masyarakat.

“Fenomena tambang emas ini kan memberikan semacam pelajaran yang luar biasa bagi kita, betapa kita harus cinta lingkungan kita yang memang sangat terbatas ini,” ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan kawasan konservasi membuat masyarakat tidak boleh memandang kawasan tersebut hanya dari sisi pemanfaatan sumber daya.

Sebaliknya, kawasan yang tersisa harus dipahami sebagai bagian dari sistem ekologis yang menopang kehidupan masyarakat Sumba.

Baca Juga : Kawan Baik Indonesia Perkuat Akses Air Bersih, Kesehatan, Pendidikan hingga Respons Bencana di Sumba Timur

Generasi Muda Jadi Bagian Penting

Kesadaran tersebut, lanjutnya, perlu terus dibangun sejak dini, terutama kepada generasi muda.

Pendidikan lingkungan dan kecintaan terhadap alam dinilai penting agar generasi penerus memahami bahwa keberadaan hutan dan kawasan konservasi bukan hanya persoalan pemerintah atau petugas kehutanan.

“Membangun kesadaran lingkungan, pendidikan lingkungan, kecintaan kita terhadap lingkungan ini menjadi PR kita bersama,” katanya.

Ia mengajak masyarakat, termasuk generasi muda, untuk ikut menjaga kawasan konservasi yang tersisa di Pulau Sumba. Menurutnya, keterlibatan generasi muda penting karena masa depan kualitas lingkungan Sumba pada akhirnya akan diwariskan kepada mereka.

Baca Juga : Menulis Cinta dan Pengabdian Polisi di Pelosok Sumba NTT, Oris Goti Raih Juara II Nasional Kreasi Polri 2026

Matalawa sebagai “Atap” Sumba

Ia juga menyoroti posisi kawasan Matalawa yang memiliki peran penting dalam ekologi Pulau Sumba. Kawasan hutan di bagian hulu, termasuk wilayah Wanggameti, disebut sebagai bagian penting dari sistem ekologis Pulau Sumba.

“Puncaknya di Manggaweti semua ya. Atap kita itu kan di Manggaweti,” ujarnya.

Karena itu, menjaga kawasan tersebut bukan semata-mata menjaga pepohonan yang ada di dalamnya, tetapi juga menjaga sumber kehidupan masyarakat di wilayah yang lebih luas.

Jika kawasan hutan dan konservasi terus mengalami tekanan, dampaknya tidak hanya dirasakan di dalam kawasan, tetapi berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat di luar kawasan.

Baca Juga : Pencurian Ternak Diduga Melibatkan Oknum Polisi di Sumba Timur Naik Sidik, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

“Kalau enggak kita jaga ya tentu masa depan kita, mutu kualitas hidup lingkungan kita akan rusak,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pulau Sumba dan hutan yang masih tersisa. “Ayo kita jaga Pulau Sumba, kita jaga hutan Sumba,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan masyarakat, pers dan media terhadap upaya menjaga kawasan konservasi juga menjadi kekuatan penting untuk membangun kesadaran publik.

Karena itu, edukasi lingkungan diharapkan tidak berhenti pada momentum kasus tambang emas ilegal, tetapi terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami nilai penting kawasan konservasi bagi masa depan Pulau Sumba.

Baca Juga : Polres Sumba Barat Tetapkan MM Guru Honorer Tersangka Kasus Dugaan Percabulan Murid Sekolah Dasar

Kasus tambang emas ilegal pada akhirnya tidak hanya menjadi perkara tentang aktivitas yang diduga melanggar hukum. Ia juga menjadi alarm bahwa ruang ekologis Sumba sangat terbatas dan karena itu harus dijaga bersama.

Sebab, ketika kawasan konservasi yang hanya sekitar delapan persen dari Pulau Sumba saja tidak mampu dijaga, yang dipertaruhkan bukan sekadar hutan, melainkan kualitas kehidupan generasi Sumba di masa depan.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA