SUMBATERKINI.COM, Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih putri terbaik Sumba di kancah internasional.
Atlet taekwondo dari Dojang Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba, Rambu Queenzha Nono Malo, berhasil meraih medali emas pada ajang Golden Taekwondo International Championship (GTIC) II yang berlangsung di Yogyakarta, Jumat (19/6/2026).
Medali emas tersebut diraih pada kategori Junior Putri Under 52 Kg setelah atlet Unkriswina tampil gemilang dan mampu mengalahkan sejumlah lawan tangguh dari berbagai daerah dan negara.
Baca Juga : Berkah dari Dinding Bukit, Air Bersih Masih Jadi Soal Klasik di Sumba
Prestasi ini mendapat apresiasi dari Ketua Senat Mahasiswa Universitas (SMU) Unkriswina Sumba, Alfan Pindi Amah, yang ikut mendampingi tim ke Yogyakarta. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat.
“Kemenangan ini adalah buah dari kerja keras, disiplin tinggi, dan doa kita bersama,” kata Alfan.
“Mewakili seluruh mahasiswa Unkriswina Sumba, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Rektor, para pelatih yang telah mengorbankan waktu dan tenaga dan terlebih orang tua atlet. Sinergi inilah yang membawa kita berdiri di podium tertinggi,” imbuhnya.
Baca Juga : Unkriswina Cup XIII, Menjaga Tradisi, Mengasah Generasi Unggul dan Tangguh
Ia berharap keberhasilan di Yogyakarta menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan minat dan bakat mereka.
“Kami berharap pencapaian internasional ini tidak membuat kita cepat berpuas diri, melainkan menjadi pemantik untuk prestasi-prestasi besar berikutnya,” ujar Alfan.
Senat Mahasiswa berharap pihak kampus, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dapat terus bersinergi dalam memberikan perhatian serta fasilitas yang lebih baik bagi perkembangan bakat-bakat muda di Sumba.
Baca Juga : Warga Kiritana Sumba Timur Bergantung pada Satu Perahu
Alfan juga mengajak generasi muda Sumba untuk tidak merasa minder dan terus berjuang meraih prestasi.
“Untuk seluruh atlet muda dan rekan-rekan mahasiswa di Sumba: jangan pernah merasa minder dengan keterbatasan geografis. Keberhasilan di GTIC II ini adalah bukti nyata bahwa anak Sumba memiliki kualitas, mental juara, dan mampu sejajar dengan atlet-atlet internasional,” tegasnya.
Keberhasilan ini kembali membuktikan komitmen Dojang Unkriswina Sumba dalam membina atlet-atlet muda berprestasi. Raihan emas di ajang internasional tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus, masyarakat Sumba, dan Nusa Tenggara Timur.*