Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Sumba Timur

Menuju Desa Digital, Bidi Praing Perkuat Transparansi dan Pelayanan Publik melalui Sistem Informasi Desa

PELATIHAN - Rizal Radjah sedang menyampaikan cara menggunakan website kepada perangkat desa Bidi Praing Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (21/8/2026). (Foto : Rizal Radjah - Sumba Terkini).

SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Pemerintah Desa Bidi Praing, Kabupaten Sumba Timur, mulai memperkuat pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Langkah itu dilakukan melalui Pelatihan Sistem Informasi Desa yang digelar di Desa Bidi Praing, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan ini difasilitasi UPKM/CD Bethesda YAKKUM Wilayah Sumba Timur dan diikuti Pemerintah Desa Bidi Praing.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pemerintah desa dalam mengelola data, menyampaikan informasi kepada masyarakat, serta membangun tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka.

Baca Juga : Warga Kiritana Sumba Timur Bergantung pada Satu Perahu

Tidak hanya menerima materi, peserta juga langsung melakukan praktik pengelolaan Sistem Informasi Desa.

Pemerintah Desa Bidi Praing didampingi untuk melakukan entri dan pembaruan data agar informasi desa dapat tersusun lebih rapi, sistematis, dan mudah diakses masyarakat.

Berbagai fitur diperkenalkan dalam pelatihan, mulai dari profil desa, lembaga desa, status desa, data pembangunan, database penduduk, administrasi otomatis, galeri desa hingga publikasi berita dan kegiatan.

Ada pula fitur lapak desa dan transparansi anggaran yang dapat dimanfaatkan untuk membuka informasi mengenai potensi ekonomi maupun pengelolaan keuangan desa.

Baca Juga : Menulis Cinta dan Pengabdian Polisi di Pelosok Sumba NTT, Oris Goti Raih Juara II Nasional Kreasi Polri 2026

Bagi Pemerintah Desa Bidi Praing, Sistem Informasi Desa tidak sekadar menjadi tempat menyimpan data. Website desa diharapkan menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengetahui perkembangan desa, kegiatan pemerintahan, pembangunan, pelayanan publik hingga berbagai potensi yang dimiliki Desa Bidi Praing.

Bapak Daud Lewumbani berharap pengelolaan website desa dapat menjadi langkah nyata untuk membawa Bidi Praing menuju desa digital.

“Kami berharap melalui pelatihan dan pengelolaan website desa ini, Desa Bidi Praing dapat menjadi desa digital yang semakin transparan dan akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat.”

Baca Juga : Kambaniru Beach Hotel and Resort Sumba Timur Buka Dua Lowongan Kerja

Menurutnya, teknologi informasi semakin penting di tengah kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat dan mudah diakses.

Karena itu, website desa diharapkan tidak berhenti sebagai papan pengumuman digital. Platform tersebut dapat menjadi media pelayanan sekaligus ruang komunikasi publik yang aktif.

Dengan sistem informasi yang dikelola secara konsisten, pemerintah desa dapat menyampaikan informasi secara lebih cepat dan terstruktur.

Masyarakat pun memiliki ruang yang lebih luas untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan pemerintah desa.

Baca Juga : Polisi Gagalkan Pengiriman Serbuk Emas Lewat Pelabuhan Waingapu, Diduga Hasil Tambang Ilegal

Sementara itu, Perwakilan CD Bethesda YAKKUM, Bapak Oktavianus Datu Biru, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Bidi Praing atas dukungan terhadap berbagai program CD Bethesda YAKKUM.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Bidi Praing yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai program CD Bethesda YAKKUM di desa tersebut.”

Ia berharap kerja sama tersebut terus berjalan dan semakin diperkuat. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pendamping dan pemerintah desa penting agar berbagai program pemberdayaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam pelatihan ini, pengelolaan publikasi berita dan kegiatan desa juga menjadi perhatian. Melalui fitur tersebut, pemerintah desa dapat mendokumentasikan sekaligus menyampaikan berbagai kegiatan kepada masyarakat.

Baca Juga : Kesan Pelajar Sumba Timur Usai Bedah Buku Reset Indonesia Bersama Benaya Harobu

Mulai dari pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik hingga kegiatan sosial.

Fitur transparansi anggaran juga memiliki peran penting. Pemerintah desa dapat mempublikasikan informasi mengenai pengelolaan dan penggunaan anggaran sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi pembangunan dan keuangan desa.

Sementara fitur lapak desa dapat digunakan untuk memperkenalkan potensi serta produk masyarakat Bidi Praing. Dengan begitu, website desa tidak hanya berbicara tentang pemerintahan.

Ia juga dapat menjadi pintu untuk memperkenalkan potensi ekonomi lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Berbagai informasi mengenai Desa Bidi Praing dapat diakses melalui website resmi www.desabidipraing.com.

Baca Juga : 1.440 Siswa di Sumba Timur Terima PIP, Stevano Kawal Penyaluran Beasiswa Tepat Sasaran

Website tersebut diharapkan terus diperbarui sehingga tidak menjadi sekadar alamat digital desa, tetapi benar-benar tumbuh sebagai pusat informasi yang hidup dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pelatihan Sistem Informasi Desa menjadi salah satu langkah awal Bidi Praing dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis teknologi.

Namun, digitalisasi desa bukan semata-mata soal memiliki website atau menggunakan perangkat teknologi.

Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk membuka informasi, mempercepat pelayanan, dan mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.

Baca Juga : Menko Pangan Sebut Tambak Udang Sumba Timur Perkuat Swasembada Pangan

Karena itu, keberlanjutan menjadi tantangan berikutnya. Data harus terus diperbarui. Kegiatan desa perlu dipublikasikan. Informasi pelayanan harus tersedia dan mudah ditemukan masyarakat.

Jika dikelola secara konsisten, Sistem Informasi Desa dapat menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, responsif, dan dekat dengan warga.

Dengan dukungan Pemerintah Desa Bidi Praing serta pendampingan UPKM/CD Bethesda YAKKUM Wilayah Sumba Timur, langkah menuju desa digital diharapkan tidak berhenti pada pelatihan.

Dari Bidi Praing, sebuah desa sedang belajar bahwa teknologi bukan sekadar soal layar dan jaringan. Teknologi adalah cara baru untuk membuat pemerintah lebih terbuka dan masyarakat lebih mudah terhubung dengan desanya.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA