SUMBATERKINI.COM, Waikabubak – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menurunkan tim ke Kabupaten Sumba Barat untuk mengecek langsung kondisi di lapangan terkait penembakan terhadap seorang terduga pelaku pencurian ternak oleh anggota polisi.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, mengatakan tim tersebut akan melakukan pemeriksaan secara lengkap dan menyeluruh, termasuk terkait standar operasional prosedur (SOP) dalam tindakan kepolisian.
“Polda akan menurunkan tim, lengkap, besok untuk mengecek kondisi ril di lapangan,” kata Kabid Humas Polda yang dihubungi Sumba Terkini, Selasa (15/9/2026) malam.
Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah peristiwa penembakan memicu kedatangan ratusan warga ke Mapolres Sumba Barat, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga : Warga Geruduk Polres Sumba Barat, Pertanyakan Polisi Tembak Terduga Pelaku Pencurian Ternak
Warga menggeruduk Mapolres Sumba Barat sekaligus mempertanyakan tindakan penembakan oleh anggota kepolisian yang menyebabkan seorang terduga pelaku pencurian ternak meninggal dunia.
Terduga pelaku yang ditembak polisi diketahui bernama JT, 39 tahun, warga Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat.
JT meninggal dunia setelah terkena tembakan anggota polisi saat hendak diamankan di rumahnya pada Selasa pagi.
Di tengah munculnya pertanyaan warga tersebut, pihak kepolisian telah memberikan penjelasan mengenai rangkaian penangkapan hingga tindakan penembakan terhadap J.T.
Baca Juga : Ada Data Penerima Bansos Sumba Timur Terindikasi Judol, Dinsos Lakukan Verifikasi
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menyatakan tindakan tersebut merupakan bentuk ketegasan polisi dalam upaya mengembalikan rasa aman masyarakat.
“Penindakan tegas terukur ini menjadi momentum penting bagi kepolisian untuk menegakkan hukum secara objektif, transparan, dan profesional demi mengembalikan rasa aman serta ketenteraman di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra.
Meski demikian, Polda NTT tetap akan melakukan pemeriksaan secara langsung untuk melihat kondisi riil di lapangan, termasuk memastikan penerapan SOP dalam tindakan kepolisian tersebut.
Peristiwa penembakan itu terjadi dalam rangkaian pengungkapan kasus pencurian ternak dengan kekerasan (curas) serta pencurian dengan pemberatan (curat) yang dilakukan tim gabungan Polres Sumba Barat.
Baca Juga : Setelah Ditangkap Warga Oknum Polisi di Sumba Timur yang Diduga Curi Sapi Diamankan, Kapolres Buka Suara
Dalam pengungkapan kasus tersebut, tiga orang tersangka berhasil diamankan, yakni A.S.B.L. (46), K.Y. (35), dan Y.K.M. Sementara J.T. meninggal dunia setelah terkena tembakan saat hendak diamankan.
Kasus tersebut bermula dari penyelidikan terhadap tiga Laporan Polisi (LP) terkait aksi pencurian ternak yang kerap disertai kekerasan sejak 2022 hingga 2026.
Salah satu aksi terjadi pada 21 Februari 2026 di Kampung Waini Haingu, Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Sumba Tengah.
Korban berinisial D.D.H. alias B.R. kritis setelah dibacok oleh para pelaku. Korban mengalami dua luka robek di bagian belakang kepala sepanjang 6 cm dan 8 cm hingga mengenai tulang, serta luka sabetan parang memanjang di punggung sepanjang 48 cm.
Baca Juga : Momen Warga Sumba Timur Mengamuk Saat Tahu Ternyata Pria Diduga Pencuri Sapi Oknum Polisi
Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang tersangka. Polisi juga menyita satu ekor kerbau jantan hasil curian yang ditemukan di rumah tersangka A.S.B.L. Kerbau tersebut kini diamankan di Polsek Loli.
Kronologi Penangkapan
Penyergapan terhadap para tersangka dimulai pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Tim Gabungan Polres Sumba Barat yang dipimpin Kanit Buser menangkap tersangka A.S.B.L. dan K.Y.
Berdasarkan hasil interogasi, petugas kembali bergerak dan menangkap tersangka Y.K.M. sekitar pukul 06.00 WITA. Pengembangan kemudian dilanjutkan untuk mencari pelaku lain berinisial J.T. (39).
Sekitar pukul 09.40 WITA, petugas mendatangi kediaman J.T. di Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli. Menurut penjelasan kepolisian, saat hendak diamankan, J.T. merespons agresif dengan mengayunkan parang ke arah petugas.
Baca Juga : Pemkab Sumba Tengah Dorong Proses Hukum Indikasi Pencurian 104 Kuda di Mamboro
Petugas sempat melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara. Namun, J.T. disebut tetap berupaya melarikan diri. Demi melumpuhkan pelaku, petugas mengarahkan tembakan ke arah kaki.
Namun, di saat bersamaan J.T. terjatuh sehingga peluru mengenai bahu kanan. Petugas langsung membawa J.T. ke RSK Lende Moripa pukul 10.00 WITA untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis pada pukul 10.20 WITA.
Polda NTT Minta Warga Tetap Tenang
Polda NTT menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum J.T.
Sebagai bentuk empati dan pelayanan humanis, kepolisian mendampingi proses visum luar, menyediakan peti jenazah, hingga memberikan pengawalan pengantaran jenazah ke rumah duka.
”Kami meminta bantuan kepada seluruh lapisan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta pihak keluarga untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar, dan bersama-sama menciptakan suasana yang menyejukkan.
Baca Juga : Menteri PU Minta Presiden Prabowo Beri Perhatian Khusus Pulau Palue yang Terdampak Gempa Flores
“Percayakan seluruh proses penanganan hukum ini secara transparan kepada pihak Kepolisian,” pungkas Kombes Pol. Henry Novika Chandra.
Dengan demikian, selain memberikan penjelasan mengenai tindakan yang dilakukan anggotanya, Polda NTT juga akan mengecek langsung kondisi di lapangan dan memeriksa penerapan SOP dalam peristiwa tersebut.*