SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Timur mencatat sedikitnya delapan bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi tektonik yang mengguncang perairan Laut Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Sumba Timur, Yonathan Hunga Marawali, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta melakukan pendataan terhadap dampak gempa di sejumlah wilayah.
“Kami sudah lakukan koordinasi dan pendataan dari warga yang terdampak gempa. Ada beberapa kerusakan infrastruktur rumah warga, gereja dan sekolah,” ujar Yonathan kepada SumbaTerkini.com, Minggu (16/8/2026).
Selain melakukan pendataan, BPBD juga telah menyalurkan bantuan darurat kepada satu keluarga di Kelurahan Kamalaputi yang rumahnya mengalami kerusakan cukup parah sehingga untuk sementara harus mengungsi ke rumah tetangga.
Baca Juga : Gempa Flores Berdampak ke Sumba Timur, Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Puing Bangunan
“Selain mendata kami juga telah menyalurkan bantuan emergensi kepada warga di Kamalaputi,” imbuhnya.
Berdasarkan data BPBD hingga Minggu (16/8/2026) pukul 14.00 WITA, tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, kerusakan tercatat pada satu unit sekolah, dua gereja atau kantor gereja, serta lima rumah warga.
Sekolah yang mengalami kerusakan adalah SMA Muhammadiyah Waingapu di Jalan Tritura, Kelurahan Kamalaputi, Kecamatan Kota Waingapu. Kerusakan terjadi pada pagar belakang sekolah yang roboh.
Kerusakan juga terjadi pada Kantor Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS) di Prailiu, Kecamatan Kambera, berupa robohnya pagar samping kantor.
Baca Juga : Gempita, Bayi yang Lahir Saat Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 7,7 di Flores NTT
Sementara itu, Gereja Katolik Stasi Santa Elisabeth Lambanapu di Kecamatan Kambera mengalami kerusakan pada bagian plafon teras yang jatuh.
Selain itu, BPBD menerima laporan tambahan mengenai kerusakan di Pos PI Maringulambi yang merupakan Pos PI dari GKS Kambajawa, berlokasi di RT 22 RW 11 Dusun V, Desa Mbatakapidu.
Bangunan gedung ibadah yang masih dalam proses pembangunan dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian sloof atas, gevel depan dan belakang yang roboh, serta kerusakan pada atap gedung ibadah lama.
Untuk rumah warga, kerusakan antara lain berupa tembok rumah roboh, pagar rumah roboh, hingga tembok yang mengalami retak di sejumlah lokasi di Kelurahan Kamalaputi, Kelurahan Matawai, Kelurahan Prailiu, dan Desa Bidipraing, Kecamatan Lewa Tidahu.
Baca Juga : Bayi dan Ibu di Flores Meninggal Tertindih Reruntuhan Gempa, Tangan Sang Ibu Tetap Memeluk Bayinya
BPBD Sumba Timur memastikan pendataan masih terus dilakukan mengingat kemungkinan masih adanya laporan kerusakan dari wilayah lain pascagempa yang dirasakan hingga Pulau Sumba.*