Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Berita Terkini

Pertama di NTT, Kemah Harmoni Satukan 260 Pramuka Lintas Iman di Sumba Timur

PRAMUKA - “Kemah Harmoni: Pramuka Moderasi Beragama (Pramodera) Tingkat Kabupaten Sumba Timur 2026”, Rabu-Kamis, 9-10 September 2026. (Foto : Sumba Terkini).

SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Dua hari bukan waktu yang panjang. Namun, di Bumi Perkemahan MIN 3 Sumba Timur, waktu itu menjadi ruang bagi 260 anggota Pramuka untuk belajar hidup bersama dalam keberagaman.

Mereka datang dari 13 Gugus Depan (Gudep) se-Kota Waingapu dan berkumpul dalam “Kemah Harmoni: Pramuka Moderasi Beragama (Pramodera) Tingkat Kabupaten Sumba Timur 2026”, Rabu-Kamis, 9 – 10 September 2026.

Kemah tersebut tidak hanya diisi dengan kegiatan kepramukaan. Di dalamnya ada pesan tentang bagaimana generasi muda memandang perbedaan agama sebagai bagian dari kehidupan bersama.

Mengusung tema “Satu Kompas, Satu Kebangsaan, Bersama dalam Keberagaman”, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan bagi anggota Pramuka lintas iman Islam, Kristen, dan Katolik.

Baca Juga : Bawa Suara dan Harapan Sumba ke Kancah Nasional, Eloy Wadu Lolos Parlemen Remaja 2026

Nilai itu kemudian dipertegas melalui semboyan kearifan lokal Sumba Timur, Paraing-Maringu-Pahamu, yang berarti saling menolong, saling menghormati, dan satu hati.

Ketua Mabigus Gudep Moderasi Beragama MIN 3 Sumba Timur, Siti Aminah, S.Pd, mengatakan semboyan tersebut menjadi pedoman nilai dalam pelaksanaan kegiatan.

“Kami mengusung semboyan kearifan lokal Sumba Timur PARAING – MARINGU – PAHAMU yang artinya Saling Menolong, Saling Menghormati, Satu Hati,” ujar Siti Aminah dalam laporan pembukaan kegiatan.

Kemah ini juga menjadi bagian dari implementasi Gerakan Pramuka dalam memperkuat moderasi beragama sekaligus menanamkan empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda.

Baca Juga : Pencurian Ternak Diduga Melibatkan Oknum Polisi di Sumba Timur Naik Sidik, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

Sejumlah kegiatan disiapkan selama dua hari. Peserta mendapat materi moderasi beragama dari Kementerian Agama, wawasan kebangsaan dan bela negara dari Kodim, serta materi kamtibmas dari Polres.

Selain itu, peserta mengikuti pembinaan kerohanian lintas iman, malam api unggun, pentas seni budaya hingga karnaval budaya moderasi beragama.

“Kami berharap melalui kemah ini dapat menumbuhkan sikap toleransi, membentuk karakter Pramuka yang disiplin dan cinta tanah air, serta mempererat persaudaraan peserta lintas iman Islam, Kristen, dan Katolik,” lanjut Siti Aminah.

Upacara pembukaan turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumba Timur, di antaranya Komandan Kodim 1601 Sumba Timur, Kapolres Sumba Timur, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Timur.

Baca Juga : Menulis Cinta dan Pengabdian Polisi di Pelosok Sumba NTT, Oris Goti Raih Juara II Nasional Kreasi Polri 2026

Kegiatan tersebut terselenggara atas dukungan Kantor Kementerian Agama Sumba Timur, Pemerintah Daerah, Polres Sumba Timur, Kodim 1601 Sumba Timur, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka, serta sejumlah donatur.

Ketua panitia, Muhammad Ichwan, menyebut Kemah Harmoni Pramodera 2026 sebagai kegiatan pertama yang digelar di NTT dan Sumba Timur ditunjuk sebagai lokasi pilot project.

Menurut Ichwan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada perkemahan, tetapi diarahkan untuk membangun karakter kebangsaan generasi muda sekaligus memperkuat toleransi dan kemaslahatan moderasi antarumat beragama.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA