SUMBATERKINI.COM, Borong – Gempa bumi susulan setelah gempa utama Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terjadi hingga Kamis, 20 Agustus 2026.
Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 3.752 gempa susulan. Gempa susulan terbesar memiliki Magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil Magnitudo 1,1.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 gempa memiliki Magnitudo di atas 5, sementara 110 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
Berdasarkan grafik peluruhan gempa, aktivitas susulan mulai menunjukkan pola penurunan. Namun, gempa susulan masih diperkirakan berlangsung sekitar 3 hingga 4 minggu setelah gempa utama.
Baca Juga : Gempita, Bayi yang Lahir Saat Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 7,7 di Flores NTT
Di tengah kondisi tersebut, Tim SAR Gabungan terus memperkuat penanganan di sejumlah wilayah terdampak. Operasi difokuskan pada evakuasi medis dan penyisiran untuk memastikan kondisi masyarakat tetap terpantau.
Operasi saat ini dipusatkan di empat kabupaten, yakni Manggarai Timur, Manggarai, Ngada, dan Nagekeo.
Pada Kamis pagi, Tim SAR Gabungan memprioritaskan warga kelompok rentan, terutama lanjut usia (lansia) dan ibu hamil yang mengalami guncangan psikologis serta trauma akibat gempa susulan Magnitudo 6,0.
Seorang warga lansia dievakuasi dari Posko Mandiri di Ronting, Manggarai Timur, menuju Posko Polisi untuk mendapatkan perlindungan dan pemantauan lebih lanjut.
Baca Juga : Basarnas Evakuasi Balita Korban Gempa Manggarai Timur Pakai Helikopter ke Labuan Bajo
Sementara itu, seorang ibu hamil dievakuasi ke Posko Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, untuk mendapatkan penanganan medis.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S., M.Tr.Opsla., mengatakan seluruh unsur SAR di lapangan masih dalam kondisi siaga untuk merespons perkembangan situasi pascagempa.
“Operasi SAR terus kami fokuskan pada penyisiran di wilayah terdampak, pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat bersama BPBD serta pemerintah daerah, sekaligus memastikan kesiapan evakuasi medis bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain penyisiran, Tim SAR Gabungan terus berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, dan Posko Kesehatan Kemenkes.
Baca Juga : Gempa Flores Berdampak ke Sumba Timur, Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Puing Bangunan
Koordinasi ini dilakukan agar warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera mendapatkan penanganan, terutama di tengah aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung.
Tim SAR Gabungan memastikan kesiapsiagaan tetap dipertahankan untuk menghadapi setiap kemungkinan di wilayah terdampak gempa Flores.*