SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Sebuah pesan masuk. Pengirim mengaku dari layanan pelanggan sebuah perusahaan. Isinya membuat penerima panik : akun akan dinonaktifkan, paket bermasalah, atau ada transaksi yang harus segera diselesaikan.
Situasi seperti itu perlu diwaspadai. Sebab, penipu dapat menyamar sebagai pihak resmi untuk membangun kepercayaan sebelum meminta korban mengikuti instruksi tertentu.
Hal tersebut disampaikan Shopee dalam siaran pers yang diterima Sumba Terkini dari Siti Badriah, Tim Humas Shopee, Kamis (24/9/2026).
Berdasarkan data Indonesia Anti Scam Center (IASC), sebanyak 668.441 laporan kasus penipuan dari masyarakat tercatat sejak lembaga tersebut mulai beroperasi pada 22 November 2024 hingga 31 Agustus 2026.
Baca Juga : Perputaran Uang THR Sumba Timur Capai Rp 1,4 Miliar, Wadah Kreativitas Anak Muda dan UMKM
Modus yang digunakan beragam, termasuk dengan mengatasnamakan perusahaan e-commerce maupun jasa pengiriman.
Shopee kemudian membagikan tiga modus penipuan yang perlu diwaspadai pengguna ketika menerima pesan atau komunikasi yang mengatasnamakan pihak resmi Shopee.
1. Akun Disebut Akan Dinonaktifkan
Modus pertama adalah pesan yang menginformasikan bahwa akun Shopee pengguna akan dinonaktifkan.
Dalam modus ini, pelaku mengaku sebagai Customer Service Shopee. Mereka kemudian menyampaikan bahwa terdapat masalah atau aktivitas mencurigakan pada akun dan meminta pengguna melakukan tindakan tertentu agar akun tidak dinonaktifkan.
Situasi biasanya dibuat mendesak sehingga penerima pesan panik dan mengikuti instruksi tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.
Shopee mengingatkan pengguna agar tidak langsung mengikuti instruksi, termasuk mengklik tautan yang diberikan.
Baca Juga : JPU Limpahkan Dua Perkara Terkait Aktivitas Tambang Emas Ilegal di TN Matalawa ke Pengadilan
Pengguna dapat memeriksa kondisi akun secara langsung melalui aplikasi resmi Shopee. Password, PIN, maupun kode OTP juga tidak boleh diberikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai Customer Service Shopee.
Jika masih ragu, pengguna disarankan melakukan verifikasi melalui kanal resmi Shopee.
2. Paket Disebut Tertukar
Modus berikutnya berkaitan dengan pengiriman barang. Pelaku dapat mengaku sebagai kurir atau pihak jasa pengiriman dan menyampaikan bahwa paket pengguna tertukar atau mengalami masalah dalam proses pengiriman.
Selanjutnya, pengguna diarahkan mengikuti instruksi tertentu, seperti mengklik tautan atau melakukan tindakan lain dengan alasan untuk menyelesaikan masalah pengiriman.
Untuk memastikan informasi tersebut, pengguna dapat memeriksa status pesanan dan informasi pengiriman langsung melalui aplikasi Shopee.
Pengguna juga diminta tidak sembarangan mengklik tautan dari nomor yang tidak dikenal maupun memberikan detail atau tangkapan layar pesanan.
Baca Juga : TPA Laindeha Sumba Timur Masih Open Dumping, DLH Akui Sistem Ini Sudah Tak Diperbolehkan
3. Transaksi Dialihkan ke Luar Shopee
Modus ketiga adalah mengarahkan pengguna melakukan transaksi atau pembayaran di luar aplikasi Shopee.
Pelaku biasanya menawarkan alasan tertentu, termasuk harga yang disebut lebih murah jika pembayaran dilakukan melalui transfer secara terpisah.
Shopee mengingatkan pengguna agar tidak melakukan pembayaran transaksi di luar aplikasi.
Pembayaran di luar Shopee membuat transaksi tidak tercatat dalam aplikasi sehingga pengguna tidak dapat memperoleh pengembalian melalui mekanisme yang tersedia di platform tersebut.
Karena itu, pengguna disarankan melakukan pembayaran menggunakan metode yang tersedia di aplikasi Shopee dan memilih jasa pengiriman yang tersedia di platform.
Baca Juga : Polisi Evakuasi Mobil Patroli yang Dibakar Massa di Sumba Barat
Terapkan 3C
Selain mengenali modus penipuan, Shopee mengajak pengguna menerapkan prinsip 3C, yakni Cek Pengirimnya, Cek Fakta, dan Cari Tahu Modusnya.
Cek Pengirimnya. Informasi resmi dari Shopee hanya dikirim melalui aplikasi, akun WhatsApp Shopee bercentang biru, media sosial resmi Shopee yang sudah terverifikasi, dan nomor Customer Service Shopee 1500702.
Cek Fakta. Pengguna dapat melakukan verifikasi terhadap informasi yang mengatasnamakan Shopee melalui fitur “Cek Fakta” di bagian “Saya” > “Customer Service” pada aplikasi Shopee.
Cari Tahu Modusnya. Shopee menyebut modus penipuan dapat terus berkembang. Karena itu, pengguna dapat mengikuti akun @shopeecare_id di Instagram serta mengakses informasi melalui laman Shopee XTRA Aman dan Buku AMAN Shopee untuk mengetahui berbagai modus penipuan dan cara menghindarinya.
Baca Juga : Gakkum Kehutanan Harap Persidangan Ungkap Jejaring Pemodal di Balik Tambang Emas Ilegal di TN Matalawa
Di tengah semakin tingginya aktivitas masyarakat di ruang digital, penipuan dengan mengatasnamakan perusahaan resmi menjadi salah satu modus yang perlu diwaspadai.
Pesan yang terlihat resmi belum tentu berasal dari perusahaan yang disebutkan. Karena itu, pengguna perlu memeriksa informasi melalui aplikasi atau kanal resmi sebelum memberikan data, mengklik tautan, maupun melakukan pembayaran.
Shopee juga mengingatkan pengguna untuk tidak mudah panik atau tergiur dengan informasi yang disampaikan pihak tidak dikenal.*