SUMBATERKINI.COM, Waikabubak – Sekitar 30 menit perjalanan dari pusat Kota Waikabubak, terdapat permukiman warga Kampung Wai Makapal, Desa Balledo, Sumba Barat, dengan kehidupan yang masih sederhana.
Masyarakat di wilayah tersebut sebagian besar mengandalkan sawah dan komoditas pertanian lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Di tengah kehidupan yang sederhana itu, warga di wilayah tersebut juga belum memiliki akses listrik.
Di tempat inilah keluarga JT, warga yang tewas dalam peristiwa penembakan saat upaya penangkapan, tinggal dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : Tim dari Polda NTT Tiba di Sumba Barat, Situasi Mapolres Mulai Kondusif Pasca Digeruduk Massa
JT meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih kecil. Salah satu anaknya bahkan masih berusia balita.
Suasana duka masih terasa di rumah keluarga JT setelah peristiwa penembakan yang terjadi dalam upaya penangkapan oleh anggota kepolisian.
Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali, S.S., M.H., bersama Dirintelkam Polda NTT Kombes Pol Danang Kuswoyo, S.I.K., Kabid TIK Polda NTT Kombes Pol Yoseph Krisbiyanto, S.I.K., jajaran PJU Polres Sumba Barat, serta Pemerintah Kecamatan Loli dan Pemerintah Desa, datang melayat ke rumah duka keluarga JT.
Kedatangan Kapolres Sumba Barat bersama para pejabat Polda NTT dan unsur pemerintah setempat tersebut merupakan bentuk kepedulian serta turut berbelasungkawa atas peristiwa yang menimpa JT dan keluarganya.
Baca Juga : Sempat Ditangkap Warga, Oknum Polisi di Sumba Timur Resmi Jadi Tersangka Kasus Pencurian Sapi
Dalam suasana duka, rombongan diterima dengan baik oleh pihak keluarga. Pada kesempatan tersebut, pihak keluarga juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden penyerangan Mapolres Sumba Barat yang terjadi pada Selasa, 15 September 2026.
Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya JT serta menyampaikan simpati kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.
“Kami menyampaikan turut berduka cita atas apa yang menimpa korban dan keluarga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi suasana duka ini,” ujar Kapolres.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Kehadiran jajaran Kepolisian bersama pemerintah kecamatan dan desa diharapkan dapat menjadi bentuk kepedulian serta mempererat komunikasi dengan keluarga JT dan masyarakat.
Baca Juga : Indeks Pembangunan Manusia Sumba Timur Naik, Pemkab Dorong Lama Sekolah Hingga Tingkat SMA
Kapolres Sumba Barat juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif serta menyerahkan penanganan setiap persoalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.*