Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Sumba Timur

Olah Pangan Lokal Berbahan Singkong, CD Bethesda YAKKUM Sumba Timur Dorong Ketahanan Pangan

PANGAN LOKAL - Astantri Jama ( kedua dari kiri) Direktur CD Betesda Yakkum Sumba Timur beserta jajaran, Selasa (18/8/2026), (Foto : Rizal Radja - Sumba Terkini).

SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Singkong diolah menjadi berbagai makanan dalam kegiatan yang digelar karyawan UPKM/CD Bethesda YAKKUM Wilayah Sumba Timur, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat UPKM/CD Bethesda YAKKUM Wilayah Sumba Timur dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Pengolahan pangan lokal ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di sekitar masyarakat.

Singkong yang selama ini mudah ditemukan di Sumba Timur diolah menjadi makanan yang lebih beragam dan memiliki nilai tambah.

Baca JugaPacuan Kuda Humba Cup IV Dimulai, Bernuansa Budaya dan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Flores

Area Manager UPKM/CD Bethesda YAKKUM Wilayah Sumba Timur, Ibu Astantry Jama, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan.

“Kami dari UPKM/CD Bethesda YAKKUM Wilayah Sumba Timur mencoba mengangkat kembali pangan lokal, khususnya ubi kayu atau singkong, sebagai salah satu sumber pangan yang ada dan dekat dengan kehidupan masyarakat.”

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pangan lokal tidak kalah dengan pangan lainnya apabila diolah dengan kreativitas dan inovasi,” ungkap Astantry Jama.

Menurut Astantry, ketahanan pangan dapat dimulai dari pemanfaatan bahan pangan yang ada di lingkungan sekitar.

Baca JugaUpacara HUT Ke-81 RI di Kawasan PSN Tambak Udang Sumba Timur Hadirkan Nuansa Budaya dan Pasar Murah

“Ketahanan pangan perlu dimulai dari hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan bersama. Ketika kita mampu memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar kita, mengolahnya dengan baik, dan memberikan nilai tambah, maka kita ikut berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan keluarga dan masyarakat.”

“Singkong adalah salah satu contoh pangan lokal yang sangat potensial untuk dikembangkan,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut, karyawan mengolah singkong menjadi empat jenis makanan.

Tumpeng singkong atau ubi kayu yang dalam bahasa Sumba Timur disebut Lu’ai Hawitta menjadi salah satu sajian utama dan dipadukan dengan ikan asin.

Baca JugaHarmoni dalam Buku Sumba Timur Tanah Eksotis Karya AKBP Gede Harimbawa

Ada pula onde-onde singkong dengan parutan kelapa, klepon singkong dengan isian gula Sabu, serta kue lapis pisang singkong.

Astantry mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi karyawan untuk belajar, berkreasi dan membangun kebersamaan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti hanya sebagai kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan. Semangat memanfaatkan pangan lokal perlu terus dibangun, baik di lingkungan kerja, keluarga maupun masyarakat.”

“Dengan menghargai dan mengembangkan pangan lokal, kita tidak hanya menjaga warisan pangan dan budaya, tetapi juga ikut memperkuat ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Baca JugaKesan Pelajar Sumba Timur Usai Bedah Buku Reset Indonesia Bersama Benaya Harobu

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa bahan pangan sederhana seperti singkong dapat diolah menjadi makanan yang beragam dan bernilai.

Pemanfaatan pangan lokal juga diharapkan dapat terus dikembangkan, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja maupun masyarakat Sumba Timur.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA