Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Berita Terkini

Bupati Lapor ke Presiden Gempa Lumpuhkan Layanan Kesehatan dan 80 Persen Sekolah di Nagekeo

GEMPA FLORES - Saat kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Nagekeo, Bupati Nagekeo melaporkan kondisi daerahnya, mulai dari korban jiwa, kerusakan rumah, lumpuhnya layanan kesehatan hingga terganggunya aktivitas pendidikan, Rabu (26/8/2026). (Foto : Sekretariat Presiden - Sumba Terkini).

SUMBATERKINI.COM, Nagekeo – Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 masih dirasakan masyarakat Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Saat kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Nagekeo, Rabu (26/8/2026), Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus melaporkan kondisi daerahnya.

Mulai dari korban jiwa, kerusakan rumah, lumpuhnya layanan kesehatan hingga terganggunya aktivitas pendidikan.

Bupati mengatakan, Nagekeo menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak berat karena gempa dengan magnitudo 7,7 terjadi di wilayah tersebut.

Dua Hari Komunikasi Lumpuh

Dalam laporan kepada Presiden, Bupati mengungkapkan bahwa dua hari pertama setelah gempa, komunikasi di Kabupaten Nagekeo lumpuh total.

Baca Juga : Gudang Logistik BPBD NTT Kosong Saat Gempa Flores, Kepala BNPB Minta Presiden Perkuat Stok Daerah

“Kami di Kabupaten Nagekeo dua hari lumpuh total komunikasi Bapak, sehingga komunikasi tentang bencana ini lebih banyak dari kabupaten-kabupaten tetangga.”

Memasuki hari ketiga, komunikasi mulai membaik. Namun, pemerintah Kabupaten Nagekeo menghadapi kesulitan karena kabupaten tetangga seperti Ngada, Ende dan Manggarai juga mengalami persoalan serupa.

“Kami satu-satunya hanya minta bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi yang hari ketiga ini sudah masuk ke wilayah kami sehingga kami mulai bergerak dari situ. Kami dalam keadaan tidak berdaya awalnya.”

13 Warga Meninggal, Hampir 10 Ribu Rumah Rusak

Dalam laporannya, Bupati menyebut gempa menyebabkan 13 orang meninggal dunia di Kabupaten Nagekeo. Selain korban meninggal, sebanyak 13 orang mengalami luka berat dan 118 orang mengalami luka ringan.

Baca Juga : Kapolri Lapor Presiden Prabowo, Iuran Rp12,68 Miliar Anggota Polri Titip ke Kapolda untuk Korban Gempa Flores

Kerusakan rumah warga juga cukup besar. “Kami di sini mengalami kerusakan rumah itu ada hampir sepuluh ribu, sembilan ribu enam ratus Bapak.”

Layanan Kesehatan Dipindahkan ke Tenda

Dampak gempa juga membuat pelayanan kesehatan terganggu.
Dua rumah sakit di Kabupaten Nagekeo disebut tidak dapat memberikan pelayanan secara normal, baik untuk pelayanan kesehatan maupun administrasi.

Dari sembilan puskesmas, lima di antaranya tidak dapat berfungsi. Sementara dua puskesmas lainnya masih dapat digunakan, tetapi petugas tidak berani masuk ke dalam gedung.

Akibat kondisi tersebut, pelayanan kesehatan terpaksa dilakukan di luar gedung. “Jadi boleh dikatakan untuk pelayanan kesehatan saat ini baik di rumah sakit, puskesmas maupun pusku itu dilakukan di luar gedung, di tenda.”

Baca Juga : Pagi hingga Malam, Bhabinkamtibmas Polsek Riung Salurkan Air Bersih untuk Pengungsi Gempa Flores

Kondisi serupa juga terjadi pada sektor pendidikan. Bupati menyebut sekitar 80 persen sekolah di Kabupaten Nagekeo tidak dapat berfungsi dengan baik akibat dampak gempa.

“Sekolah-sekolah kami di Nagekeo ini delapan puluh persen tidak bisa berfungsi. Tidak bisa berfungsi dengan baik.”

Karena kondisi bangunan yang terdampak, kebutuhan tenda menjadi penting untuk mendukung kembali pelayanan kesehatan dan kegiatan belajar mengajar.

11 Dapur MBG Bantu Pengungsi

Di tengah keterbatasan akibat bencana, pemerintah Kabupaten Nagekeo mendapat dukungan dari sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Baca Juga : Dukung Pemulihan Pascabencana, Danamon Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Sebanyak 11 dapur MBG ikut membantu dapur umum untuk menyediakan makanan siap saji bagi masyarakat yang mengungsi.

“Kami mendapat bantuan besar Bapak bahwa dapur umum yang kami punya ini dibantu oleh sebelas dapur umum untuk penanggulangan bencana, dibantu oleh sebelas dapur tenaga dapur MBG Bapak.”

Para pekerja dapur MBG juga ikut membantu proses penyediaan makanan di dapur umum. Dukungan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.

Bantuan Didistribusikan dengan Roda Dua

Bupati juga melaporkan bahwa bantuan dari pemerintah pusat dan kementerian yang tiba di Nagekeo langsung dibongkar dan didistribusikan.

Baca Juga : Tiba di Nagekeo, Presiden Prabowo Pimpin Rapat, Dapat Laporan Korban Gempa Flores

Menurutnya, hingga saat ini stok bantuan yang sebelumnya berada di gudang BPBD telah disalurkan.

“Jadi boleh dikatakan saat ini di gudang BPBD kami sudah tidak ada barang yang dari kemarin. Kami selesaikan semua. Pasukan kami bekerja sampai jam satu malam Bapak.”

Bahkan ketika Presiden tiba di Nagekeo pada malam hari, sejumlah petugas masih bekerja. “Bapak datang jam dua belas malam masih ada petugas kami di sana. Padah petugas kami sendiri itu sebagian besar itu juga terdampak Bapak. Mereka ada rumahnya habis, ada rumahnya rusak.”

Untuk menjangkau wilayah yang sulit dilalui kendaraan, pemerintah daerah mengerahkan TNI, Polri dan relawan.

Baca Juga : Jejak Digital Bawa Polisi Ungkap Admin Akun TikTok Lika-Liku, Sejumlah Barang Bukti Diamankan

“TNI, Polri dengan relawan kami kerahkan untuk mengantar makanan yang wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh kendaraan umum. Ini kami kerjakan.”

Bupati Dukung Program MBG

Selain melaporkan penanganan bencana, Bupati Nagekeo juga menyampaikan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program pemerintah Presiden Prabowo.

Ia mengaku melakukan survei nonformal dengan meminta guru melihat tingkat kehadiran siswa di sekolah yang mendapatkan program MBG.

Hasilnya, menurut Bupati, tingkat kehadiran siswa di sekolah yang mendapatkan jatah MBG nyaris mencapai 100 persen.

“Siswa yang di mana ada jatah MBG itu nyaris seratus persen tingkat kehadirannya.”

Baca Juga : Hari Kedua Pascagempa M 7,7 Flores, Korban Meninggal Bertambah Jadi 48 Orang

Bupati juga mengaku menanyakan kondisi kesehatan siswa kepada pihak puskesmas. Menurutnya, siswa yang mendapatkan MBG dinilai memiliki, kondisi kebugaran yang lebih baik.

“Tingkat kebugaran saya tanyakan ke Puskesmas Bapak Presiden yang dulunya siswanya dua minggu sekali, tiga minggu sekali flu, pilek hari ini tidak ada Bapak. Jadi tingkat kebugarannya luar biasa untuk siswa-siswa yang mendapatkan jatah MBG ini.”

Ia juga menilai program MBG memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang terlibat sebagai tenaga kerja.

Bupati bahkan mengaitkan penghasilan dari program tersebut dengan berkurangnya persoalan ekonomi dalam rumah tangga.

Baca Juga : Dampak Gempa Flores, BPBD Sumba Timur Catat Sekolah, Rumah Warga dan Gereja Alami Kerusakan

“Istri tuntut minta uang ketika uangnya tidak ada suaminya marah pukul istri, sekarang kalau suaminya tidak kasih uang dia punya uang sendiri dari MBG ini Bapak.”

Bupati meminta perhatian Presiden terhadap kondisi Kabupaten Nagekeo yang masih membutuhkan dukungan untuk memulihkan pelayanan publik, terutama kesehatan dan pendidikan, setelah diterjang gempa bumi berkekuatan 7,7.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA