Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Berita Terkini

Hari Kedua Pascagempa M 7,7 Flores, Korban Meninggal Bertambah Jadi 48 Orang

AMBRUK - Rumah warga di Flores ambruk akibat gempa, Jumat (15/8/2026). (Foto : Kiriman Warga/Sumba Terkini).

SUMBATERKINI.COM, Flores NTT – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi 48 orang berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi sementara hingga Minggu (16/8) pukul 08.30 WITA.

Memasuki hari kedua Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR), Tim SAR Gabungan terus memperluas pencarian terhadap masyarakat yang terdampak di sejumlah wilayah.

Sejak pukul 06.00 WITA, personel bersama Alat Utama (Alut) SAR dikerahkan ke sejumlah titik prioritas operasi. Pencarian difokuskan di dua wilayah utama, yakni Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, dan kawasan Reo, Kabupaten Manggarai.

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan akses menuju sejumlah wilayah terdampak yang sebelumnya terputus akibat longsor kini mulai dapat dilalui sehingga operasi pencarian bisa diperluas.

Baca JugaHari Kedua Pascagempa M 7,7 Flores, Tim SAR Gabungan Tembus Jalur Longsor dan Perluas Pencarian

“Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas melakukan pencarian di wilayah Manggarai Timur, per pukul 06.00 WITA, telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor,” kata Fathur.

“Dengan terbukanya akses tersebut, pencarian dapat kembali diperluas untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pertolongan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran dan pendataan di lapangan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan unsur terkait agar seluruh wilayah terdampak dapat dijangkau.

Berdasarkan data sementara, total korban terdampak mencapai 112 orang, terdiri atas 48 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka berat maupun luka ringan.

Baca JugaBayi dan Ibu di Flores Meninggal Tertindih Reruntuhan Gempa, Tangan Sang Ibu Tetap Memeluk Bayinya

Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan serta verifikasi yang terus dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur potensi SAR.

Tim SAR Gabungan juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta memperoleh informasi dari sumber resmi dan berwenang.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA