Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Berita Daerah

Polisi Yanrus Pake Latih Pelajar dan Guru di Tanambanas Sumba Hadapi Situasi Darurat Gempa Bumi

SIMULASI - Aipda Yanrus Pake, Kanit Samapta Polsek Haharu, Polres Sumba Timur, melatih pelajar dan guru di Kecamatan Haharu, menghadapi situasi darurat gempa bumi melalui sosialisasi dan simulasi, Kamis (20/8/2026). (Foto : Aipda Yanrus Pake - Sumba Terkini).

SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Aipda Yanrus Pake, melatih pelajar dan guru di Desa Tanambanas, daerah perbatasan antara Sumba Tengah dan Sumba Timur menghadapi situasi darurat gempa bumi melalui sosialisasi dan simulasi.

Kegiatan yang menyasar pelajar SD dan SMP Kristen Rehoboth di Desa Tanambanas ini, digelar bersama Yayasan Iman Pengharapan dan Kasih Tanambana, Kamis (20/8/2026).

Sosialisasi dan simulasi dikemas dalam bentuk permainan dan hiburan agar materi mudah dipahami serta tidak menimbulkan ketakutan.

Para pelajar dan guru pun antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami berinisiatif memberikan sosialisasi dan simulasi ini, karena kita tau bersama Sumba merupakan salah satu daerah yang terdampak gempa Flores,” ujar Kanit Samapta Polsek Haharu, Polres Sumba Timur ini.

Baca JugaGempa Flores Berdampak ke Sumba Timur, Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Puing Bangunan

Menurutnya, pemahaman tentang langkah penyelamatan saat gempa penting untuk meminimalkan risiko korban luka maupun dampak lainnya, terutama ketika gempa terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan setelah gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) dan dirasakan kuat hingga Pulau Sumba.

Dampak Gempa Flores di Sumba

Di Sumba Timur, gempa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Di antaranya Gereja Stasi Santa Elisabeth Lambanapu dan pagar Kantor Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS), serta sejumlah rumah warga.

Kapolres Sumba Timur AKBP I Kadek Hery Cahyadi bersama jajaran sebelumnya turun meninjau bangunan dan rumah warga yang terdampak.

Polisi bersama masyarakat bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang roboh.

Baca JugaGempa Susulan di Flores NTT Capai 3.752 Kali, Tim SAR Fokus Evakuasi Warga Rentan

Polres Sumba Timur juga memberikan bantuan emergensi kepada warga yang terdampak gempa.

“Kita hadir bantu membersihkan puing – puing reruntuhan bangunan dan kami juga imbau kepada masyarakat agar tetap waspada,” ujar Kapolres.

Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi masyarakat dan melihat dampak yang terjadi. Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan, namun tidak perlu panik,” imbuhnya.

Basarnas Evakuasi Balita Korban Gempa Manggarai Timur Pakai Helikopter ke Labuan Bajo

“Jangan mudah terpengaruh oleh berita hoaks. Pastikan setiap informasi yang diterima berasal dari sumber resmi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Mari sama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif.”

Sementara itu, BPBD Kabupaten Sumba Timur mencatat sedikitnya delapan bangunan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.

Berdasarkan data BPBD hingga Minggu (16/8/2026) pukul 14.00 WITA, tidak ada korban jiwa akibat gempa. Kerusakan tercatat pada satu sekolah, dua gereja atau kantor gereja, serta lima rumah warga.

Kerusakan tersebut tersebar di Kecamatan Kota Waingapu, Kambera, Lewa Tidahu, dan sejumlah wilayah lainnya.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA