SUMBATERKINI.COM, Flores NTT – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah.
Hingga Sabtu (15/8/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT mencatat sedikitnya 13 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD NTT, korban terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan enam orang meninggal dunia.
Sementara itu, tiga korban meninggal tercatat di Kabupaten Sikka, tiga orang di Kabupaten Manggarai Timur, dan satu orang di Kabupaten Manggarai Barat.
Baca Juga : Gempa Flores Terasa hingga Pulau Sumba, Warga Berhamburan dan Bangunan Rusak
Tim SAR gabungan bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih melakukan evakuasi serta pendataan di sejumlah wilayah terdampak.
Jumlah korban maupun kerusakan diperkirakan masih dapat berubah seiring masuknya laporan dari daerah.
Di tengah proses penanganan bencana, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab gempa dahsyat tersebut.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan gempa dipicu oleh aktivitas Flores Back Arc Thrust atau Sesar Naik Flores, yaitu patahan aktif yang berada di utara Pulau Flores.
Baca Juga : Bayi dan Ibu di Flores Meninggal Tertindih Reruntuhan Gempa, Tangan Sang Ibu Tetap Memeluk Bayinya
Menurutnya, gempa terjadi akibat pergerakan pada zona sesar naik busur belakang Flores yang memiliki potensi menghasilkan gempa hingga magnitudo 7,8.
“Gempa ini adalah aktivitas akibat sesar naik busur belakang atau biasa kita sebut Back Arc Thrust Flores. Potensinya 7,8 di sana,” ujar Wijayanto saat konferensi pers peringatan dini tsunami, Sabtu (15/8/2026).
Flores Back Arc Thrust merupakan sesar naik yang membentang di dasar laut dari utara Pulau Flores hingga Laut Utara Lombok.
Patahan ini terbentuk akibat tekanan antarlempeng tektonik yang mendorong salah satu bagian kerak bumi naik di atas bagian lainnya.
Baca Juga : Bukan Hanya Bangunan, Gempa Flores NTT Picu Longsor Tebing, Jalan Nasional Tertutup Warga Terjebak
Tekanan tersebut berasal dari pergerakan Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah wilayah Sunda-Banda.
Kondisi tektonik ini menjadikan kawasan Flores dan sekitarnya sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas kegempaan yang tinggi di Indonesia.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 ini juga mengingatkan pada bencana besar Flores tahun 1992 yang berkekuatan sekitar magnitudo 7,5.
Peristiwa tersebut memicu tsunami dan menimbulkan kerusakan luas serta korban jiwa dalam jumlah besar.*